Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 63 Kunjungan Mertua


__ADS_3

Beberapa hari berlalu. Setelah bertemu dengan Nathan di Cafe Kembang Kota beberapa waktu yang lalu sampai saat ini Jovie belum bertemu dengan pria itu kembali.


“Tak ada telepon darinya.”Nathan yang berada di kantor dan sedang duduk di kursinya berulang kali Menatap layar ponselnya menunggu telepon dari Jovi. “Sudah tiga hari sejak hari itu, aku tak pernah melihatnya keluar dari villa itu. Bagaimana keadaannya saat ini ?” Nathan setiap hari kembali memantau Jovi di dekat Villa Cempaka namun dia tak pernah melihat mobil kuning itu keluar dari sana.


“Apa aku meneleponnya saja untuk menanyakan kabarnya. Tapi nanti jika Deon yang angkat teleponnya gimana ?” Nathan hampir saja memencet nomor Jovi namun membatalkannya karena khawatir Deon ada di dekatnya.


Ya, Jovi tiga hari ini tidak keluar rumah sama sekali. Bukannya tidak mood untuk keluar tapi kalau nggak bisa keluar. Bagaimana bisa keluar jika di sana ada ayah dan ibu mertuanya yang berkunjung dan menginap sudah tiga malam ini.


“Jovi... apa kau betah tinggal di sini ?” ayah mertua Jovi duduk di sebelah gadis itu di ruang tengah sambil menonton acara sport kesukaannya. “Ya ayah, aku betah tinggal di sini.” Jovi memasang senyum termanisnya untuk menyembunyikan perasaannya yang kacau balau di depan mertuanya demi terlihat hubungannya baik-baik saja dengan Deon.

__ADS_1


“Deon... bagaimana pernikahan kalian ? Ku rasa ibu belum melihat kalian berdua honeymoon di luar negeri. Apa perlu Ibu pesankan tiket pesawat ke Dubai atau Brunei ?” ibu Deon yang duduk di samping putranya menawarkan program honeymoon. “Kami berdua menginginkan cucu. Benarkan, ayah ?” wanita itu tersenyum lebar dan beralih menatap suaminya.


Ayah Deon hanya mengangguk saja.


Glek


Sedangkan Deon menelan ludah mendengar permintaan dari ibunya.


“Untuk masalah honey moon tak perlu repot-repot sampai ke luar negeri segala ibu. Di villa ini saja semua fasilitasnya sudah lengkap seperti hotel berbintang lima.” tukas Deon menolak.

__ADS_1


“Hey coba lihat tampang istri mu yang merana ini, kasihan. Kalian ini masih pengantin baru harusnya sedang hangat-hangatnya.” ibu mertua terus mendesak.


“Ibu sebelumnya terima kasih banyak atas perhatian ibu pada kami. Tapi menurutku di sini juga sudah lebih dari cukup. Beberapa waktu yang lalu kami sudah honeymoon ke puncak.” kali ini Jovi terpaksa berbohong dan mendukung pendapat Deon, karena ia tak mau pergi apalagi Menghabiskan malam bersama pria bunglon menjijikan itu.


“Yah terserah kalian berdua saja jika begitu.” ayah tak mau memaksa mereka dan percaya begitu saja pada ucapan Jovi. “Selama di sini apa kesibukan mu ?” menatap Jovi. “Aku seharian penuh berada di rumah besar ini ayah dan aku bosan karena tak ada kesibukan di sini.” Jovi menjawab sekenanya.


Namun ternyata ayam mertuanya perhatian dan merespon Jovi.


“Lalu kau ingin apa, nak ?” ayah merespon dengan cepat. “Dulu sebelum menikah aku biasa pergi ke kantor setiap hari, ayah. Aku ingin kembali ke kantor.” jawabnya kembali asal karena sama sekali tak ada ide.

__ADS_1


“Oh jika begitu kau masuk saja ke kantor baru ayah yang akan beroperasi satu minggu ke depan.” ayah malah menawarkan untuk bekerja di perusahaannya yang lainnya. “Apa... ?? Tidak bisa !” Deon protes keras. “Kenapa ayah malah memberinya perusahaan baru ?” tak terima ayahnya perhatian pada Jovi.


“Oh benarkah ayah ? Terimakasih.” Jovi tersenyum lebar dan senang sekali mendengarnya. “Jangan ayah ! Emm... maksud ku aku tak ingin Jovi lelah dengan urusan kantor apalagi kantor masih baru dan pasti itu akan membuatnya ekstra bekerja keras.” Deon kembali menyangkal.


__ADS_2