
Beberapa bulan berlalu. Setelah perpisahannya dengan Jovi, ternyata Deon sama sekali tak berubah malah semakin menjadi saja.
Suatu pagi pria itu tidak masuk kerja dan berada di villa nya dengan beberapa gadis. Tentu saja tidak sekaligus langsung bersama mereka, namun bergantian setelah satu gadis keluar dari rumahnya maka gadis lain datang untuk menemaninya.
Dan semenjak bercerai dari Jovi, pria itu jarang masuk ke kantor. Ia juga jadi suka minum, sesuatu yang jarang sekali disentuhnya kini hampir setiap hari ia minum.
Di rumah terlihat Deon duduk di kamar tidur setelah memakai baju.
“Sandra ambilkan aku minum lagi.” pintanya mengambil gelas kosong dan menyerahkannya pada teman kencan nya itu.
“Baik tuan.” gadis itu segera mengenakan pakaiannya dan mengisi gelas kosong dengan wine dari meja.
“Ini tuan.” gadis itu kembali dengan membawa segelas penuh berisi wine lalu duduk di pangkuan Deon. “Ini tuan.” Sandra menempelkan gelas wine ke bibir Deon.
Deon meminum habis gelas berisi wine dan menaruhnya ke meja.
“Sandra turun, aku mau mandi.” ucapnya mengusir gadis itu dari pangkuannya.
“Apakah sudah saatnya aku pulang tuan ?”
“Ya, pulanglah sebentar lagi Anita datang.” Deon lirik ke arah jam dinding dan mengingat jika sebentar lagi adalah waktunya bersama gadis lain untuk bersenang-senang.
__ADS_1
“Tapi tuan aku masih ingin di sini.”
“Semua wanita sama saja. Aku sudah memberimu lebih tapi kamu masih merasa kurang puas saja.”tiba-tiba saja pria itu marah tanpa alasan yang jelas.
“Kubilang pergi sekarang !” melihat Sandra yang tak beranjak dari tempatnya.
Sandra pun turun dari pangkuan Deon dengan takut karena pada pria itu sebelum melakukan kekerasan fisik padanya karena marah.
“Ya tuan.” gadis itu lari terbirit-birit dari kamar dan segera keluar dari sana.
30 menit kemudian seorang gadis cantik dan seksi lainnya masuk ke rumah Deon.
“Ding-dong.” gadis itu menekan bel berulang kali karena belum ada juga yang membukakan pintu.
“Tuan...”
“Ya, sabar sedikit.” Deon sudah membuka pintu dan gadis tadi segera masuk ke rumah.
“Tuan hari ini kau tampan sekali.” puji gadis yang bernama Anita itu memegang tangan Deon menggiring nya menuju ke kamar.
“Aku memang selalu tampan setiap saat.” balasnya tersenyum dengan sombong karena pujian itu.
__ADS_1
Deon pun mengunci pintu kamar dan menghabiskan waktunya bersama Anita tak lama setelahnya dengan ranjang yang berderit dan berguncang hebat.
🌹
🌹
Sore harinya Deon yang merasa jenuh sudah menghabiskan harinya bersama empat orang gadis keluar dari villa. Ia bermaksud hanya untuk mencari angin segar saja.
Ia berhenti di sebuah restoran dan akan memarkirkan mobilnya.
“Itu... bukankah itu Jovi dan si brengsek itu ?” gumamnya ketetapannya terhenti pada sebuah mobil yang akan keluar dari tempat parkir di mana di sana ada Jovi dan Nathan.
“Jadi dia hamil sekarang ?” merasa kesal melihat perut Jovi yang buncit dan Nathan yang tersenyum lebar sambil mengusap perut Jovi lalu membantu gadis itu naik ke mobil.
“Kita pulang saja jika bilang sudah kenyang.”ucap Nathan di dalam mobil kembali mengusap perut Jovi.
“Ya, kak.” dan tak lama setelahnya mobil meluncur keluar dari restoran.
“Baru menikah kemarin sekarang kau sudah hamil, Jovi.” gumam Deon yang tak suka melihat kebahagiaan mereka berdua.
Pria itu kemudian turun dari mobil setelah selesai memarkirkannya. “Jovi akan ku buat kau menangis setelah ini.”
__ADS_1
Deon mengepalkan tangannya erat dengan tatapan penuh kebencian kemudian segera mengalihkan pandangannya dan masuk ke restoran.