
Jovi terlihat diam terpaku menatap Nathan. Jawaban pria itu singkat padat dan sangat mengena sekali.
“Tapi kak semuanya tidak semudah itu.” elak Jovi langsung menyangkal meskipun ia merasa tepat sekali pendapat yang diutarakan oleh pria itu. “Ya, lalu apa alasannya sehingga menjadikan hal itu sulit ?” Nathan pun kembali menyangkal argumen Jovi. “Ya... itu... si x bilang ada masalah intern keluarga yang membuatnya harus bertahan di sana dan menahan semua derita sendirian.”
Nathan kembali menatap Jovi dengan intens melihat gadis itu yang tak bisa berkata-kata lagi.
“Jovi masalah apa yang membuat mu bertahan dengan pernikahan semacam itu ? Kau tidak mendapatkan apapun di sana. Dan selain itu kau berada di posisi yang lemah.” Nathan merasa iba mendengar permasalahan yang diungkapkan oleh Jovi dan berniat untuk mencari tahu akar permasalahannya.
“Apakah si x bertahan karena mendapatkan ancaman atau tekanan dari pihak si pria yang menggunakan keluarga si x sebagai kambing hitamnya ?” Nathan hanya menebak-nebak saja dan sama sekali tidak mengetahui masalahnya.
Glek
__ADS_1
Jovi menelan ludah karena apa yang di ucapkan Nathan benar adanya.
“Kenapa dia bisa mengetahuinya ? Apa mungkin karena usianya lebih banyak daripada aku, ia mengetahui permasalahan seperti itu.” Jovi menatap intens Nathan merasa seolah telanjang di depan pria itu.
“Oh... aku tidak tahu. Teman ku itu tidak menceritakannya pada ku. Mu-mungkin saja begitu, kak.” Jovi terbata-bata dan gelagapan menjawabnya.” Jovi tidak berterus terang padanya karena tidak ingin pria itu mengetahui masalah pribadinya.
Namun meskipun Jovi tidak memberitahukannya, Nathan bisa langsung mengetahuinya.
“Apa...” hanya itu yang bisa diucapkan Jovi saat Nathan tak mau membantunya. “Ku kira dengan bicara dengannya itu akan membantuku menemukan solusi permasalahan ku. Ternyata sama saja.” tertunduk lesu karena semuanya tak seperti yang ia harapkan.
Jovi berpikir jika dia keluar kali ini maka dia tidak boleh kembali dengan tangan hampa, karena baginya waktu sangatlah berharga.
__ADS_1
“Sebenarnya ini rahasia kak. Tolong jangan ceritakan hal ini pada yang lain.” Jovi berniat mengungkap nya. “Ya, pada siapa aku akan membahasnya ? Aku juga tidak tahu siapa si x teman mu itu.” Nathan tersenyum dalam hati karena melempar kail pada Jovi.
“Keluarga si x mengalami masalah keuangan.” Jovi berdiri kemudian berbisik lirih di telinga Nathan dan hanya memberitahu poin utamanya tanpa menjelaskan detailnya, kemudian kembali duduk di kursinya.
“Sebenarnya masalah nya tidak serumit itu.” Nathan menanggapi dengan datar, khas sikapnya yang tidak bisa ditutupi. “Jadi kakak punya solusi bagus untuk permasalahan temanku ?” mata Jovi seketika melebar dan senyum mengembang menghiasi bibirnya.
“Gampang saja, minta saja si x untuk membalas saja perbuatan suaminya itu.” kelakar Nathan. “What's ? Maksud kakak si x selingkuh saja begitu ?” Jovi tersenyum lebar dan tak melanjutkan pertanyaannya lagi karena sarannya sungguh konyol sekali dan membuatnya tertawa terbahak-bahak.
“Kenapa malah tertawa ?” Baru pertama kali ini pria itu melihat Jovi tertawa seperti itu dan lagi sebenarnya ia serius bukan bercanda.
“Childish...” Jovi kembali tertawa lepas di depan Nathan. Dan pria itu hanya ikut tertawa tipis mengikuti Jovi tertawa, hal yang sangat langka sekali bisa melihat seorang Nathan tertawa meskipun hanya tersenyum tipis.
__ADS_1