Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 77 Menunggu Hasil


__ADS_3

Jovi tahu jika ini merupakan performa pertama dari Champion Group dan ia harus tampil semaksimal mungkin membawakan profil perusahaannya dengan baik agar Nathan berminat ataupun tertarik bekerja sama dengan perusahaan ayahnya.


“Selamat siang semuanya. Saya Jovi perwakilan dari Champion Group. Izinkan kami memaparkan sedikit tentang perusahaan kami. Berikut ini adalah profil data perusahaan kami... bla-bla-bla...” Jovi memulai presentasi dan memberikan paparan singkat selama 5 menit.


Terlihat Nathan yang menatap Intens gadis yang berdiri di sampingnya memberikan paparan singkat mengenai perusahaan Champion Group.


“Jovi aku baru tahu jika kau adalah perwakilan dari perusahaan Champion Group.” Nathan terlihat tidak terlalu mendengarkan apa yang dipaparkan oleh Jovi dan lebih memilih untuk terus menatapnya dari dekat.


“Aku tidak tahu entah ini takdir atau bukan. Selama ini aku mencari cara bagaimana agar bisa dekat denganmu, namun buntu. Dan mungkin inilah salah satu cara Tuhan mempertemukan aku denganmu agar aku bisa mendekati mu.” Tersenyum dalam hati karena mendapatkan kesempatan emas yang tak pernah diduganya sama sekali.


“Demikian laporan singkat mengenai profil Champion Group. Terima kasih atas waktu yang telah diberikan oleh tuan Nathan Alison juga semua peserta meeting yang ada di sini.” Jovi mengakhiri paparannya dengan tersenyum menatap Nathan dan beralih menatap semua peserta meeting ada di ruangan.

__ADS_1


Jovi menyerahkan kembali mic yang dipegangnya pada Nathan. Mata mereka kembali beradu pandang dengan ada sepatah kata pun yang mereka ucapkan hingga gadis itu kembali lagi ke tempat duduknya.


“Paparan yang anda berikan bagus sekali nona, semoga saja perusahaan kita bisa lolos menjadi mitra kerja Atmaka Group.” ucap Rani menyambut Jovi Santika di situ kembali duduk di sampingnya. “Ya, semoga saja.” jawabnya singkat.


Nathan kembali memanggil peserta meeting lainnya untuk melakukan paparan singkat hingga semua perwakilan sudah melakukan presentasi.


“Baiklah paparan sudah berakhir dan kami mohon waktu sebentar pada kalian semua untuk menunggu hasilnya yang akan kami umumkan satu jam ke depan.” Nathan menjelaskan pada seluruh peserta meeting yang hadir sebelum memberikan coffee break pada mereka.


Jovi merasa harus dan berdiri dari tempat duduknya kemudian menuju ke sudut ruangan sekedar untuk membasahi tenggorokannya yang kering.


“Tuan apakah anda sudah memutuskan dan memilih perusahaan mana yang kali ini akan menjadi mitra kerja perusahaan kita ?” Chris berada di ruangan lain bersama Nathan untuk memberikan penilaian.

__ADS_1


“Sudah, Chris.” Nathan menjawab singkat juga dengan tegas.


Ia pun tak mau berpikir lama dan menaruh semua proposal yang ada di mejanya setelah ia membacanya sekilas.


“Jovi...” Nathan berjalan keluar dari ruangan dan mengikuti sesi coffee break kali ini, menghampiri Jovi setelah menemukan keberadaannya. “Kakak... ?” Jovi berbalik dan tersenyum kecil menatap Nathan.


Jovi yang membawa segelas jus segera meminumnya dan menaruhnya kembali ke meja.


“Aku benar-benar tidak mengetahui jika kakak adalah pemilik perusahaan ini.” Jovi mencoba berbicara sopan pada Nathan tidak seperti biasanya. “Aku juga baru mengetahui jika kau adalah perwakilan dari Champion Group.” Nathan menatap intens Jovi.


Mata mereka kembali beradu pandang. Jovi tiba-tiba teringat bagaimana sikapnya selama ini di depan pria itu merasa malu.

__ADS_1


“Aku merasa telanjang di hadapannya.” Jovi langsung menundukkan pandangannya saat teringat hal bodoh yang pernah ia lakukan di depan Nathan dan membuatnya sedikit menjauh dari pria itu.


__ADS_2