Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 104 Sepasang Cincin


__ADS_3

“Silahkan tuan dan nona ini hadiah dari kami untuk anda. Semoga kalian menjadi pasangan yang bahagia.” pelayan tadi menyerahkan sepasang cincin pada Nathan.


“Terimakasih, nona. Suatu kehormatan kami bisa mendapatkan hadiah cantik ini dari restoran ini.” Nathan menerima hadiah sepasang cincin tadi setelah terdiam agak lama.


Nathan menatap sepasang cincin di tangannya.


“Bagaimana ini Jovi apa kau mau mengambil hadiah ini ?” Nathan menunjukkan sepasang cincin yang didapatnya. “Kebetulan sekali bukan kita mendapatkan hadiah di restoran ini.” tersenyum kemudian memakai satu cincin di jari manisnya.


“Ha... aku sama sekali tak menyangka ternyata kita jadi orang yang beruntung kali ini dan mendapatkan hadiahnya.” Jovi tersenyum. “Apalagi pelayan tadi mengira kita adalah pasangan.” mengambil cincin dari tangan Nathan.


Ia melihat desainnya sambil memutar cincinnya.


“Desainnya tak buruk juga.” Jovi menyukai desain cincin yang terlihat sederhana namun terlihat bagus. Ia pun mencobanya dan memakainya di jari manisnya. “Cincin itu pantas di jari mu.” Nathan memuji saat Jovi memakainya.

__ADS_1


Di jari tangan Jovi terlihat bersih, tak ada satupun cincin yang menghiasi jari-jari tangannya. Setelah pernikahannya dengan Deon.


Flash back


Malam hari setelah pernikahannya dengan Deon dan melihat pria itu ternyata mengkhianati dirinya dengan tidur bersama wanita lain di malam pertamanya.


“Dasar lelaki sialan ! Buaya !” Jovi yang merasa kesal, marah, sebal benci dan juga sedih yang bercampur aduk menjadi satu duduk di sebuah kursi di depan kamarnya. “pluk.” tanpa ragu ia melepas cincin pernikahan dari tangannya dan melemparnya begitu saja ke tempat sampah yang ada di dekat kursi tempat dia duduk saat ini.


“Tak apalah cincin ini ku pakai saja untuk menghiasi jariku yang polos meskipun bahan cincin ini hanya biasa saja. Toh tak akan ada yang memperhatikan cincin ini.” Jovi tersenyum kecil menatap cincin di jari tangannya.


Keesokan paginya


Jovi berangkat ke kantor seperti biasa dan ia masih menggunakan cincin hadiah dari Hindi Resto semalam.

__ADS_1


“Pagi nona Jovi.” Rani menyapa saat ia masuk ke ruangan Jovi untuk menyerahkan laporan rutin setiap harinya. “Nona ini laporan kemarin.” Rani menyerahkan beberapa dokumen dan menaruhnya ke meja.


“Ini dokumen yang sudah selesai.” Jovi mengambil beberapa dokumen yang sudah selesai dari laci lain. “Bawa dan arsipkan dokumen ini.” menyerahkan dokumen pada Rani.


“Tumben sekali nona memakai cincin pernikahannya.” Rani menatap cincin berkilau di jari manis Jovi saat gadis itu menyerahkan dokumen padanya. “Baik, nona.” Rani segera membawa dokumen itu pergi dan kembali ke ruangan sekretaris.


Siang hari seperti biasanya. Karena di kantor Nathan dia sedang senang dan tak ada jadwal meeting hari ini maka ia pun memutuskan untuk makan siang bersama Jovi setelah 5 menit yang lalu dia meneleponnya akan menjemputnya ke sana.


“Permisi apa nona Jovi ada ?” Nathan bertanya pada Rani saat ia tiba di kantor Jovi. “Oh... A-ada tuan.” jawab Rani terpaku menatap cincin yang di pakai Nathan.


"Astaga cincin itu kenapa mirip dengan punya nona ? Apakah itu sepasang ?” Rani masih ingat dengan jelas desain cincin yang dipakai oleh Jovi yang mirip dengan cincin yang dipakai oleh Nathan.


“Terima kasih.” Nathan terlalu meninggalkan Rani dan menuju ke ruangan Jovi.

__ADS_1


“Apa yang sebenarnya terjadi di antara tuan dan nona ? Apa hubungan mereka ?” Rani berasumsi sendiri kemudian setelah pergi dari sana dan masuk ke ruangannya kembali.


__ADS_2