Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 138 Single Bed


__ADS_3

Tak lama kemudian terlihat beberapa taksi melintas di depan mereka.


“Taxi !” Nathan berteriak lantang memanggil sebuah taksi dan mobil berwarna biru itu berhenti. “Jovi kau masuk duluan aku akan membawa semua barang ini.” Nathan meminta Jovi untuk menunggunya di taksi terlebih dulu sementara ia membawa masuk barangnya juga barang Jovi ke taksi.


“Sir, please take us to Artemis Makati Hotel.” ucap Nathan pada driver setelah ia duduk di kursi belakang di samping, Jovi. “Okay, sir.” driver kemudian melanjutkan taksi menuju ke alamat yang diberikan oleh Nathan.


“Sir, we've arrived.” lima belas menit kemudian taksi berhenti di depan sebuah hotel dan driver memberitahukan jika mereka sudah sampai di tujuan mereka. “Okay, thank you sir. Here you are.” Nathan menyerahkan uang pembayaran pada driver sebelum turun dari taksi.


“Ayo kita turun.” Nathan beralih menatap Jovi dan mengajak gadis itu untuk segera turun dari taksi. “Ya, kak.” Jovi membuka pintu taksi dan segera turun dari sana sambil membawa beberapa koper nya.


“Barang bawaan kita banyak. Tunggu sebentar di sini aku akan minta bantuan bell boy untuk membawa ini sekalian check in.” Nathan berhenti di tengah jalan dan minta Jovi untuk menunggunya sebentar saja.

__ADS_1


“Tidak kak, aku ikut dengan mu saja. Aku bisa membawa semua barang ini.” Jovi menolak dan bersikeras ikut masuk ke hotel bersama pria itu karena ia benar-benar merasa asing di sana. Tak ada yang ia kenal, juga baru pertama kali ini ia ke sana.


“Aku cuma sebentar saja dan akan segera kembali, Jovi.” Nathan juga bersikeras karena ia tak ingin baik dirinya maupun Jovi kelelahan membawa semua barang mereka. “Tidak kak tidak. Aku mau menunggu di sini sendirian. Aku ikut dengan mu.” Jovi teguh pada pendiriannya dan seketika membawa semua kopernya dengan susah payah sambil memegang lengan Nathan.


“Yah baiklah jika begitu.” Nathan tak bisa menolak lagi dan mau tidak mau Ia pun membawa semua kopernya kemudian berjalan masuk ke lobi hotel.


“Excuse me miss, I'm Nathan one of the meeting participant with Mr. Benjie from MLC Corp.” Nathan menunjukkan kartu namanya pada petugas resepsionis. I want to book one room.” Nathan memesan room.


“Oh what a coincidence ! Thanks a lot miss.” Nathan senang sekali menerima kunci kamar itu dan segera mengambilnya.


“Jovi ayo kita masuk ke kamar.” Nathan teralih menatap Jovi yang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


“Excuse me miss, may i ask your help to carry all of my buggage ?” Jovi mencoba meminta tolong pada petugas resepsionis. “Sure miss. Please leave your baggage. Our worker will bring it into your room.”


“Thank you.” sahut Jovi singkat.


Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke room nomor 52 dengan meninggalkan semua koper bawaan mereka.


“klik.” Nathan membuka pintu kamar hotel dan masuk ke sana bersama Jovi. “Single bed ?” Jovi terkejut saat melihat hanya ada satu bed di sana.


“Ya, ini adalah kamar yang dipesankan oleh Mr. Benjie. Dia pasti mengira aku datang kemari sendiri.” Nathan menjelaskan jika Itu bukan atas kemauannya sendiri. “Tapi Jovi bed ini besar cukup untuk kita berdua. Jika kau tidak nyaman maka aku bisa tidur di sofa.” Nathan menambahkan.


“Emm... jangan, kakak jangan tidur di sofa.” Jovi seketika menolaknya tegas karena tak manusiawi menyuruh pria itu tidur di sofa sedangkan dirinya tidur di kasurnya nyaman.

__ADS_1


__ADS_2