Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 47 Berkunjung Ke Villa


__ADS_3

Dua hari berlalu dan sudah lebih dari seminggu, ibunya Jovi belum mendapatkan telepon dari putrinya itu.


“Yah... Jovi tidak menelepon atau memberikan kabar lagi setelah beberapa waktu yang lalu.” ibunya Jovi yang berada di ruang tengah bersama ayahnya Jovi tiba-tiba teringat pada satu-satunya putri yang ada dalam keluarganya.


“Mungkin dia sedang sibuk, ibu. Tak perlu mencemaskan nya.” balas sang ayah saat melihat kecemasan diraut muka istrinya. “Tapi entah kenapa aku sangat mencemaskan keadaannya. Bagaimana jika kita berkunjung ke rumah mereka nanti malam ?” ibunya Jovi masih mengkhawatirkan putrinya tanpa sebab yang jelas.


“Hari ini aku longgar, jadi tak apa aku akan menemanimu dan mengantarmu ke Villa Cempaka. Sekaligus berterima kasih pada menantu kita.” balas ayahnya Jovi yang duduk santai di samping istrinya.


Malam hari kemudian, terlihat kedua orang tua Jovi sudah bersiap sedangkan berangkat menemui putrinya.


“Ibu, siapa yang akan kau telepon ?” Ayahnya Jovi melihat istrinya mengeluarkan ponsel dan akan menelepon seseorang. “Jika itu Jovi yang akan tiba telepon sebaiknya batalkan saja.”

__ADS_1


“Kenapa ayah ?” ibunya Jovi berbalik dan membatalkan niatnya untuk menghubungi putrinya, memberitahukan padanya jika mereka akan berkunjung ke sana. “Sebaiknya kita langsung ke sana saja tak usah memberitahunya. Dan itu akan menjadi surprise bagi mereka berdua.” ayahnya Jovi menjelaskan maksudnya.


Ibunya Jovi pun akhirnya menyetujui saran dari suaminya.


“Jika begitu kita berangkat sekarang ayah.” ibunya Jovi bersemangat dan segera berjalan menuju ke garasi mobil.


Dua menit setelahnya mobil meluncur menuju ke Villa Cempaka.


“Ding-dong.” ibunya Jovi menekan bel sesampainya di depan Villa Deon.


Karena penasaran maka Deon pun berdiri setelah menoleh ke kanan dan ke kiri dan tak ada lagi orang yang berada di sana selain dirinya, maka ia pun dengan terpaksa berjalan keluar rumah untuk membuka pagar.

__ADS_1


“Ayah dan ibu mertua ?” pekik Deon terkejut menyapa kedua mertuanya yang datang secara mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Ia terlihat kikuk saat membuka pagar dan masih menggunakan piyama yang setengah terbuka dengan bekas kissmark di sekujur dada.


“Ohh... Jovi... pantas saja ia betah berada di sini dan seolah lupa pada orang tuanya sendiri.” Ayahnya Jovi melihat banyak kiss mark di dada Deon dan mengira itu adalah ulah putrinya.


“duk.” ibunya Jovi menyikut pelan pinggang suaminya saat melihat pria itu masih menatap dada Deon yang merah.


“Oh Deon, anak menantu kami. Kami ingin mengunjungimu sekaligus menemui putri kami.” ucap ayahnya Jovi setelah mendapat sandi dari istrinya untuk segera bicara dan Andaikan aksinya yang terus-terusan menatap menantunya.


“Ayah, ibu silahkan masuk.” Deon terlihat gugup sekali namun ia memang pandai bersandiwara dan tentu saja dengan cepat ia bisa menutupi kegugupannya itu dengan senyum lebarnya.


kedua orang tua Jovi pun masuk ke Villa mengikuti Deon yang berjalan masuk.

__ADS_1


“Ayah... ibu tolong tunggu sebentar aku akan panggilkan Jovi.” Deon mempersilahkan mertuanya untuk duduk dulu dan ia segera menuju ke kamar Jovi.


“Oh pintu kamarnya di kunci.” Deon membuka pintu kamar Jovi namun pintu itu tertutup dan dikunci dari dalam.


__ADS_2