Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 56 Tempat Bertemu


__ADS_3

Nathan saat ini sedang berada di kamarnya dan pria itu baru saja merebahkan dirinya di tempat tidur sekitar 10 menitan setelah menyesap habis kopi pahitnya.


“kring... kring...” suara ponsel Nathan yang berdering dan semakin lama suaranya semakin nyaring karena Ia memang memasang mode seperti itu. “Siapa menelepon malam-malam begini ?” Nathan menoleh ke arah ia meletakkan ponselnya.


“Kriing....” ponsel kembali berdering setelah beberapa saat mati karena akan membiarkannya dan tak mengangkatnya. “Siapa kira-kira ?” karena merasa berisik ia pun duduk dan menyahut ponsel yang ada di meja di samping tempat tidurnya.


“Nomor asing ?” Nathan melihat nomor yang tidak dikenalnya menghubunginya. Antara ragu dan tidak yakin, ia pun akhirnya mengangkatnya dengan beberapa pertimbangan. “Ya halo siapa ini ?”


“Ini aku kak.... Jovi.” balas suara di Semarang telepon dengan nada sendu dan tersendat-sendat. “Oh... Jovi ?! Ya Jovi, ada apa ?” Nathan yang awalnya ragu dan kesal karena mendapat telepon di malam hari di saat ia akan beristirahat dan merasa terganggu tiba-tiba kaget dan berangsur-angsur tersenyum lebar setelah mendengar suara khas Jovi yang di hafalnya juga sudah ditunggunya selama ini.


“Kak... bisa kita ketemuan sebentar di luar ?” Jovi memainkan laju mobilnya untuk menghindari kecelakaan karena jalanan masih ramai.

__ADS_1


Tak ada jawaban.


“Baiklah aku tahu ini sudah malam dan kakak pasti tidak bisa. Maaf sudah mengganggu mu.” karena sudah dua menit pria itu diam dan belum juga merespon maka Jovi berniat untuk mematikan teleponnya.


“Tunggu...Jovi, jangan kau matikan dulu.” jawab Nathan agak lama karena masih terkejut dan tak percaya saja jika gadis itu menghubunginya. “Siapa yang bilang tidak mau. Katakan padaku sekarang di mana kita bertemu ?” ucapnya dengan cepat sebelum gadis itu mengakhiri panggilan.


“Oh... apa aku tidak mengganggu ?” Jovi yang hampir menangis tiba-tiba tersenyum kecil. “Bagaimana jika kita bertemu di bla-bla...” Jovi Jelaskan Di mana mereka akan bertemu serta memberikan alamatnya.


Ia hanya berganti baju dan memakai parfum saja Kemudian mengambil kunci mobilnya yang ada di gantungan dan segera menuju ke garasi.


“Malam begini tuan ke luar kemana ? Tak biasanya dia keluar terburu-buru seperti ini.” Bi Ijah yang belum tidur dan masih berberes di dapur tak sengaja melihat Nathan.

__ADS_1


Nathan kemudian melajukan mobilnya menuju ke Cafe Kembang Kota yang berada tak jauh dari rumahnya berada saat ini dan cukup ditempuh dengan waktu sekitar 15 menitan saja.


“Kenapa Jovi tiba-tiba menghubungiku di malam seperti ini ?” Nathan berpikir ada apa sebenarnya dengan gadis itu sambil tersenyum kecil sedari tadi menatap jalanan, tak sabar ingin segera tiba di sana.


Lima belas menit kemudian pria itu tiba di lokasi.


“Kak... !” panggil Jovi yang ternyata berada di dalam mobil dan tidak keluar karena ia takut saja setelah sebelumnya turun dan melihat banyak pengunjung pria yang berada di sana, maka ia pun memutuskan untuk menunggu di mobil saja.


“Jovi...” Nathan yang baru turun dari mobil menoleh ke samping kanan dan kemudian menghampiri mobil kuning yang terparkir tak jauh dari tempatnya memarkir mobil.


Jovi turun dari mobil dan menghampiri Nathan.

__ADS_1


“Kau mau kita kembali ke mobil atau masuk ke dalam sana ?” Nathan memberikan pilihan dan tak ingin memaksa. “Kita masuk saja.” Jovi memutuskan untuk masuk ke Cafe karena sudah beberapa kali ia bertemu dengan Nathan, tak punya pikiran buruk lagi pada pria yang sudah berulang kali membatu dirinya, dan merasa nyaman saja berada di dekatnya.


__ADS_2