Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 170 Senyum Shasha


__ADS_3

Tiga hari kemudian setelah tim bentukan Nathan bergerak sesuai dengan perintah pria itu kini tinggal melihat hasilnya saja.


“Paling tidak sekarang pasti ada hasilnya.” Deon yang berada di kantornya juga ikut penasaran.


Pria itu kemudian melihat perkembangannya. “Apa ??!” ia terbelalak kaget melihat informasi terkini yang menyebutkan jika Atmaka Grup kembali menempati posisinya semula bahkan bertengger di posisi nomor satu.


“Sialan ! Bagaimana bisa itu terjadi ?” Deon sampai menggebrak meja dengan keras hingga tangannya memerah saking kesalnya.


Di pihak lain terlihat tim bentukan Nathan di sebuah ruangan sedang melakukan meeting kecil.


“Aku ucapkan terima kasih pada semua tim yang ada saat ini. berkat kalian semua posisi perusahaan ini tidak hanya naik tapi menempati posisi teratas.” Nathan tersenyum lebar memuji kinerja mereka.


“Silahkan ambil bonus kalian di ruangan ku nanti siang.” tambah Nathan mengakhiri sesi meetingnya kali ini.


“Yeay.... ! Kita berhasil !” sorak para peserta meeting yang ada di sana setelah Nathan keluar dari ruang meeting.


“Apa aku perlu menyerang kembali perusahaan Deon ?” pria itu duduk di ruangannya dan berpikir kembali bagaimana cara memberi pelajaran pada Deon. “Kurasa jika ia kembali menyerangku baru aku akan menyerang balik.”


Nathan tak mau pikirannya dipenuhi dengan balas dendam dan lebih memprioritaskan bisnisnya. Selain itu ia juga memang tak ada waktu mengurusi hal lainnya selain bisnisnya.

__ADS_1


Beberapa hari berlalu semenjak kejadian itu dia tak berani melakukan serangan pada perusahaan Nathan ataupun perusahaan ayahnya Jovi.


“Tuan bagaimana apa kita perlu menyerang kembali dua perasaan itu ?” tanya seorang apalagi yang merupakan informan pada Deon.


“Tidak perlu kurasa sudah cukup. Aku tak ingin perusahaan ini kena masalah.” Ya, sejujurnya Deon memang takut pada Nathan. Ia sama sekali tak menyangka jika ia bisa mengatasi dengan mudah serangannya maka bisa dipastikan jika pria itu menyerangnya apa yang akan terjadi pada perusahaannya.


“Baik, tuan.” informan tadi kemudian segera keluar dari ruangan Deon.


“Mungkin saja aku gagal menyerang kalian saat ini tapi aku bisa kembali melakukan serangan lainnya.” gumamnya kembali tersenyum lebar dan memikirkan sebuah cara untuk menyerang Jovi juga Nathan.


Sampai satu bulan lamanya Jovi setiap hari masuk ke kantor dengan diantar oleh Nathan. Untuk pulangnya dia sering dijemput oleh Chris ataupun Shasha jika Nathan sibuk.


“Aku tak bisa menjemput mu kali ini masih banyak tugas yang belum selesai dan kemungkinan aku akan lembur satu jam.” ucap Nathan sambil jam di tangannya.


“Ya, kak tak apa. Jika begitu aku akan menelepon Shasha nanti.” Jovi mengerti sekali kesibukan Nathan dan tak keberatan dengan kesibukannya.


Setelah panggilannya dengan Nathan berakhir ia pun menelepon sahabatnya.


“Ya, Jovi kau tunggu di sana dulu aku akan menjemput mu sekarang.” ucap Shasha di telepon menyetujui permintaan temannya tersebut.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian terlihat mobil Shasha masuk ke kantor Jovi. “Itu dia Shasa !” ia pun keluar dari ruangannya menuju ke mobil Shasha terparkir.


“klak.” seseorang turun dari mobil setelah pintu terbuka, namun anehnya yang turun bukanlah Shasha.


“Chris ?” Jovi terkejut melihat pria itu yang turun dari mobil Shasha. “Dimana Shasha ?”


“Aku disini.” Shasha membuka pintu samping dan turun dari mobil.


“Kalian berdua bagaimana bisa semobil ?”


Shasha berdiri di samping Chris dan mereka berdua saling menatap kemudian tersenyum kecil adalah Jovi.


“Jangan bilang kalian berdua sekarang sudah jadian ?”


“Cepat masuklah Jovi.” ucap Shasha setelah mengangguk menanggapi pertanyaan Jovi.


“Sebelum tuan Nathan menelepon ku menanyakan kabarmu sudah sampai di tempat atau belum.” tambah Chris menyambung perkataan Shasha.


“Aku senang sekali Sha, Chris kalian berdua akhirnya jadian.”

__ADS_1


Jovi tersenyum lebar kemudian masuk ke mobil Shasha yang lama kemudian segera meluncur mengantarnya menuju ke apartemen Nathan.


__ADS_2