Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 169 Pertemuan Kedua Shasha


__ADS_3

Tim Nathan langsung bergerak cepat sesuai dengan tugas mereka masing-masing karena hal itu juga akan mempengaruhi pekerjaan mereka jika tidak segera diatasi.


“Nathan kau pasti akan berlutut memohon padaku setelah ini.” Deon yang duduk di kursi ruangannya tersenyum penuh kemenangan sambil menatap monitor di depannya yang menunjukkan jika perusahaan Nathan mengalami penurunan meskipun tidak signifikan.


Hingga sore hari Nathan terlihat sibuk dan serius mengatasi masalah perusahaan kali ini.


“Jovi sudah waktunya pulang.” Ia berhenti sejenak dan melirik jam yang melingkar di tangannya. “Tapi aku tak bisa meninggalkan pekerjaanku.”


Pria itu kemudian kembali memanggil Chris karena hanya dialah orang kepercayaannya.


“Aku tak bisa menjemput nona Jovi sore ini, kau jemput dia sekarang dan bawa ke mari.” ucap Nathan menjelaskan tugas sekretarisnya kali ini setelah pria itu menghadap padanya.


“Ya tuan.” jawab Chris kemudian segera keluar dari ruangan bosnya.


Dua puluh menit kemudian Chris kembali kantor dan membawa Jovi.


“Sha...ayo kita masuk.” ucap Jovi suatu renang dari mobil dan mengajak Shasha ikut masuk bersamanya.


Ya, tadi sebelum Chris menjemput ia sudah terlebih dulu menelepon Shasha untuk menjemputnya. Jadi ia pun memutuskan untuk mengajak Shasha sekalian ke perusahaan Nathan.


“Jovi kau masuklah dulu aku akan menunggumu di luar.” Shasha memilih untuk menunggu di luar saja karena ia ingin memberikan privasi pada temannya itu.

__ADS_1


Setelah kepergian Jovi, Shasha duduk di lobby dan secara tak sengaja ia kembali bertemu dengan Chris.


“Nona Shasha belum pulang ?” sapa Chris yang barusan keluar dari ruangannya setelah menyelesaikan pekerjaannya dan tak ada lembur hari ini.


“Ahh... tuan Chris. Ya, Jovi memintaku untuk menunggu sebentar di sini.” jawabnya tersenyum manis.


“Tapi sinyal Nona Jovi akan kembali pulang bersama tuan Nathan.”


“Aku akan pulang nanti setelah mendapatkan kabar darinya.” Shasha terlihat enggan untuk pulang apalagi sekarang bertemu dengan Chris, sudah lama ia ingin mengobrol dengan pria itu.


“Nona Shasha sambil menunggu kabar dari nona Jovi, bolehkah aku menemanimu mengobrol ?” ucap Chris memberanikan diri.


“Ya, boleh tuan Chris.” Mereka berdua kemudian berbincang-bincang di lobi.


“Apa masih belum selesai kak ?” Jovi sudah duduk menunggu selama 30 menit di sana dan Nathan masih terlihat sibuk.


“Sebentar lagi akan selesai.”


Jovi yang merasa lelah duduk kemudian berdiri dan secara tak sengaja membaca laporan investigasi dari Chris tadi.


“Apa ?” terkejut saat membaca dokumen tersebut. “Oh, berikan itu padaku Jovi.” Nathan segera mengambil dokumen dari tangan Jovi begitu mengetahui apa yang diambil oleh kekasihnya.

__ADS_1


“Kak... apa benar Deon beralih menyerang perusahaan ini ?” tanyanya khawatir.


Nathan yang awalnya berniat merahasiakan hal itu dari Jovi jadi tak bisa merahasiakannya lagi setelah membaca laporan investigasi tadi.


“Ya begitulah Deon dia loser jika gentleman seharusnya menemui aku langsung.” jawab Nathan.


“Kenapa dia masih saja tidak puas mengganggu orang ?” ganti Jovi yang tidak terima dengan perlakuan Deon menyerang Nathan.


“Aku sudah mengatasinya kau tidak perlu memikirkannya. Sekarang kita pulang.” Nathan menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar bisa segera pulang.


Di tengah jalan Jovi berhenti karena teringat pada Shasha.


“Kak, tunggu tadi aku mengajak Shasha ke sini.” Jovi mencari sosok temannya itu dan menemukannya di lobby.


“Sepertinya setelah ini akan ada pasangan baru.” celetuk Nathan tersenyum kecil melihat kedekatan sekretarisnya dengan sahabatnya Jovi.


“Sha... maaf membuatmu lama menunggu. Aku akan pulang bersama kak Nathan sekarang.” Jovi menghampiri temannya tersebut dan langsung memberitahunya.


“Oh ya baiklah kau bisa pulang duluan. Aku ada sedikit urusan dengan tuan Chris.” balas Shasa berdiri dan berbisik lirih di telinga temannya itu.


Jovi pun hanya mengangguk dan tersenyum kecil mendapat kode dari Shasha.

__ADS_1


“Ayo kita pulang jangan ganggu mereka.” Nathan menarik tangan Jovi yang berjalan pelan keluar dari kantor.


__ADS_2