
Nathan pun tak putus asa ia menelepon Chris dan memintanya untuk membantu mencarikan stok darah A rhesus negatif di beberapa rumah sakit yang ada di sana.
“Semoga saja ada pasokan darah untuk mu, Jovi.” Nathan kembali menatap istrinya yang masih belum sadarkan diri itu dengan iba.
Beberapa saat setelahnya ia pun keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke ruang NICU.
“Ibu kalian masih belum sadarkan diri sampai sekarang.” Nathan melihat dari kaca ruangan buah hatinya masih dalam inkubator. “Semoga kalian juga cepat keluar dari sana.” gumamnya sedih namun memperlihatkan senyum pada dua putranya.
“Nathan dimana cucu ibu ?”
Nathan seketika berbalik dan terkejut mendengar suara yang memanggilnya.
“Ibu... ?” panggilnya pada wanita yang ternyata adalah ibu mertuanya.
“Dimana cucuku, apakah mereka baik-baik saja ?” kembali mengulangi pertanyaannya karena belum ada respon.
“Ini mereka ibu.” Nathan menunjuk dua inkubator bayi yang berada tepat di depannya di balik dinding kaca yang memisahkan mereka.
“Cucu ku...” wanita itu terlihat senang bercampur sedih melihat kedua cucunya dan serasa ingin menggendongnya saja karena mereka merupakan cucu pertamanya.
“Lalu di mana Jovi ?” wanita itu berani menanyakan kondisi putrinya.
Nathan dengan raut muka sedih mengajaknya masuk ke ruangan tempat istrinya dirawat.
__ADS_1
“Jovi... apa yang sebenarnya terjadi padamu, nak ?” ibunya itu terpukul melihat kondisi putrinya yang membuatnya menitikkan air mata.
“Dimana ayah, bu ?”
“Ayah mu... dia... tak mau ke sini.” jawabnya semakin sedih karena keegoisan suaminya itu.
Nathan hanya menarik nafas kasar saja mendengarnya karena ia mengira jika rupanya itu akan datang dan memberikan darahnya, rupanya ia salah sangka.
Di tengah Kesunyian dan heningnya suasana kali tiba-tiba ponsel Nathan berdering memecahkan suasana.
“Ya halo Chris, bagaimana apakah mendapatkan stok darah A negatif ?” ucap Nathan bersemangat mengetahui teleponnya adalah dari sekretarisnya.
“Maaf tuan semua stok darah A negatif di rumah sakit kosong.”
“Dalam hari ini juga Jovi harus mendapatkan donor darah bu, jika tidak maka nyawanya tak akan terselamatkan.” Nathan menceritakan hal yang sebenarnya sekaligus kegalauannya pada ibu mertuanya.
“Tidak itu tak boleh terjadi. Hanya ayah yang bisa menolongnya. Aku akan kembali bicara padanya.”
Ibunya Jovi bergegas keluar dari rumah sakit untuk bicara dengan suaminya.
“bugh.” karena tergesa-gesa maka ia pun tak memperhatikan langkahnya dan menubruk seseorang. “Ayah....” terkejut melihat siapa yang ia tubruk.
“Dimana ruangan Jovi ?” ucap Ayah menatap istrinya yang tak menyangka dengan kedatangannya.
__ADS_1
“Apakah ayah berubah pikiran dan ingin membantu Jovi kali ini ?”
“Sudahlah ibu nanti saja kita bahas sekarang cepat antarkan Ayah ke ruangan tempat Jovi dirawat.
Tanpa banyak bertanya lagi Ibu pun mengajak ayah ke ruangan Jovi dirawat.
“Ayah... ?!” Nathan terkejut melihat ibu mertuanya kembali bersama ayah mertuanya.
“Apa yang terjadi padamu, nak ?” Ayah menghampiri Jovi yang masih belum sadarkan diri dengan penuh penyesalan. Ia sadar selama ini menutup hatinya pada putrinya tersebut. “Maafkan aku atas semuanya.”
“Panggilkan dokter sekarang dan aku akan memberikan darahku sekarang juga.” ayah menghampiri Nathan dan tak lama setelahnya segera bergerak cepat menuju ke ruang petugas medis.
Petugas medis bergerak dengan cepat dan langsung mengambil darahnya.
“Semoga kau cepat sadar, Jovi.” Nathan duduk di samping istrinya setelah petugas mandi selesai mentransfusikan darah pada Jovi.
🌻
🌻
Dear all readers,
Even giveaway akan berakhir hari ini tgl 31 januari 2023 pada pukul 18.00.
__ADS_1
Bagi yang ikutan silahkan berikan dukungan terbanyak juga comment ter hot.