
Beberapa hari berlalu. Setelah mendapatkan souvenir dari Nathan, Jovi menaruh satu boneka koala di kantor dan satu boneka koala di rumah.
“Boneka ini lembut dan imut.” Jovi berada di kamarnya di malam hari mengambil boneka yang bertuliskan nama Nathan di sana. “Sekarang aku tak kesepian lagi karena ada ini yang akan menemaniku.” membawa boneka tadi dalam pelukannya dan membawanya tidur.
Jovi yang belum tidur memasang telinganya karena memang merasa sepi, tak ada suara berisik atau gaduh lagi di sebelah kamar.
“Ya, ya benar-benar sepi dan tak ada orang di kamar sebelah. Mungkin Deon mulai terjangkit virus, ha-ha.” Jovi turun dari tempat tidur dan menempelkan telinganya ke dinding.
Jovi tersenyum kecil kemudian kembali naik ke tempat tidurnya dan tidur di samping boneka koala.
“Hey Nathan aku mau tidur dulu, kau jangan tidur dan jaga aku, ya.” Jovi mengajak bicara bonekanya sebelum memejamkan mata.
__ADS_1
Di kamar lain yang berada di ruang belakang terlihat Deon yang duduk di kamar bersama seorang gadis.
“Sayang, kenapa terlihat tak bersemangat ?” ucap seorang gadis berpakaian seksi dan serba minim merangkul pria itu dari belakang sambil mencium lehernya.
“Aku sedang lelah hari ini.” Deon terlihat dingin dan tak bergairah sama sekali. “Bagaimana jika kau memijit ku saja ?” Deon segera berbaring di tempat tidur dan tengkurap.
Pria itu sebenarnya bukan lelah secara fisik, namun psikis. Ia lelah karena usahanya selama ini setiap malam membuat gaduh di kamar sebelah Jovi gagal. Gagal membuat gadis itu stres dan ia merasa kehabisan akal karenanya.
“Baiklah sayang, tapi pijat plus... plus... plus ya.” gadis tadi segera memijit Deon dan melucuti pakaiannya satu per satu dan menanggalkannya, kemudian mulai memijat di area sensitif dengan menuangkan olive oil kemudian memijatnya lembut dan mengocok nya.
Keesokan paginya di kantor.
__ADS_1
Jovi duduk di kursi ruangannya. Ia duduk diam dan menatap boneka koala pemberian Nathan juga bola salju kanguru yang ia taruh di meja kerjanya.
“Mungkin suatu saat aku sebaiknya memang perlu liburan ke sana di musim salju untuk melihat salju dan bermain-main salju.” Jovi memegang bola salju dan membolak-balik bola tersebut melihat butiran salju berguguran dari sebuah pohon.
Jovi terlihat asyik bermain dengan bola salju jadi dia tidak tahu jika ada sekretarisnya yang masuk ke ruangannya.
“Nona melamun melihat bola salju.” Rani yang masuk membawakan laporan harian untuk Jovi enggan memanggilnya karena akan mengganggu waktunya. “Tumben sekali nona menaruh pajangan di meja kerjanya.” melihat pajangan lain yang ada di sana.
“Oh... Rani...” Jovi meletakkan kembali bola salju dipegangnya saat melihat pantulan sekretarisnya di kaca bola salju.
“Maaf nona... ini dokumen laporan rutin.” Rani kembali melangkahkan kakinya kemudian menyalakan dokumennya di bawanya pada Jovi. “Baik... aku akan memeriksanya setelah ini.” Jovi menatap Rani yang terlihat menatap pajangan miliknya di meja.
__ADS_1
“Y-ya baik nona.” Rani terlihat gugup dan segera keluar dari sana. “Nanti saja, aku akan periksa dokumennya.” Jovi menaruh dokumen yang barusan ia pegang dan baca sebentar kemudian menaruhnya kembali ke tempatnya.
Gadis itu kemudian kembali bermain dengan bola salju kanguru yang ada di mejanya.