
Jovi masih diam mematung dan hanya menatap Nathan saja. Ia bingung dengan pernyataan dari Nathan barusan.
“Apa yang dikatakan pria ini benar ?” Jovi terlihat menatap Nathan dengan ragu. Ia masih tak percaya saja dengan pernyataan cinta dari pria yang menurutnya perfect. “Aku...” Jovi susah untuk menjawabnya dan berulang kali menelan ludah. Harusnya dia senang mendapatkan pernyataan cinta dari pria seperti itu.
“tes...” gadis itu belum menjawabnya dan tiba-tiba setetes air mata menetes dari pelupuk matanya.
Ya, bagaimana dia tidak sedih mendengarnya. Baginya itu hanyalah mimpi di tengah panasnya terik matahari yang bersinar membakar harinya dengan Deon yang terasa seperti neraka. Seandainya saja waktu bisa ia putar kembali dan ia bisa bertemu Nathan lebih awal pasti dia akan memilih pria itu dan mungkin kita akan mengalami kehidupan serasa di neraka seperti sekarang ini.
“Jovi kenapa kau menangis ?” Nathan yang berdebar menunggu jawaban dari Jovi menjadi terkejut melihat gadis itu menangis. “Apa ada yang salah dengan perkataan ku ?” Nathan memegang tangan Jovi.
__ADS_1
Jovi menggeleng dan menunduk menghindari tatapan mata Nathan yang intens menatapnya.
“Lalu kenapa ?” tanya Nathan dengan memelankan suaranya plus merasa bersalah telah membuatnya menangis.
“Aku-aku... senang mendengar pernyataan dari kakak.”Jovi mengangkat kepalanya dan menatap Nathan. “Sudah terlambat semuanya kak...” menarik nafas panjang melanjutkan ucapannya. “Aku ini berstatus sudah menikah.” menarik tangannya dari genggaman tangan Nathan.
Nathan tetap tak ingin melepaskan gadis itu meskipun sudah berstatus sebagai istrinya Deon. Dan tentu saja ia tahu, seperti apa kehidupan pernikahannya bersama pria itu.
“A-apa... ?” Jovi kembali tak percaya mendengar pernyataan yang barusan dilontarkan dari bibir Nathan. Itu artinya dia akan menjalin hubungan rahasia dengan pria itu jika dia menerima cintanya.
__ADS_1
“Aku sudah tahu status mu yang tak lagi single.” Nathan terus mendesak agar Jovi mau menerimanya. “Apa ?!” Lagi-lagi Jovi terkejut mendengar ucapan dari Nathan yang sudah mengetahui statusnya sejak awal mereka bertemu.
“Mungkin jika hubunganku dan suamiku sudah berakhir aku baru bisa membuka hati untuk yang lain.” Jovi menjelaskan perasaan rumit di hatinya. “Jovi buat apa kau menjalani pernikahan karena paksaan ? Apa kau bahagia dengan Deon ?” lanjut Nathan yang kembali membuat Jovi shock.
Ia pun diam menatap intens Nathan. Ia heran bagaimana pria itu mengetahui nama suaminya, apa ia juga mengetahui kehidupan pernikahannya bersama Deon ?
“Tidak Jovi...”Nathan menyangkal pernyataan gadis itu. “Kau berhak mendapatkan kebahagiaan dan mencari kebahagiaanmu sendiri.” berusaha membujuk Jovi.
Jovi terlihat berpikir dan menurutnya memang benar apa yang dikatakan oleh Nathan Jika dia seharusnya mencari kebahagiaan sendiri untuk hidupnya tapi mungkin bukan saat ini.
__ADS_1
“Tes...” setetes air mata kembali menetes dari pelupuk matanya. “Aku... aku terjebak dalam pernikahanku yang seperti neraka.” Jovi pun akhirnya mengungkap masalah rumah tangganya di depan Nathan. “Suami ku... mungkin itu hanya status saja di akta pernikahan dan di depan penghulu.” Jovi terlihat sedih mengungkap kemelut rumah tangganya pada Nathan.
“Jovi... kau tetap bisa menjalani hubungan dengan seorang pria meskipun kau sudah bersuami. Aku bisa membantu mu mengatasi semua masalah mu.” Nathan melancarkan serangannya dan terus mendesak gadis itu agar mau menerima nya.