Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 136 Bandara Ninoy Paquino


__ADS_3

Keesokan paginya Jovi berangkat ke kantor seperti biasa dengan mengendarai mobilnya. Ia masuk ke kantor tanpa mengambil barang yang ia bawa dan tetap membiarkannya di bagasi. Memang sengaja dia tak mengeluarkannya untuk menghindari banyak pertanyaan.


“kriek.” Jovi membuka pintu dan masuk ke ruangannya. Ia menatap dokumen yang ada di mejanya dan tidak terlalu banyak. “Tumben hari ini tidak terlalu banyak.” tersenyum tipis sambil mengambil beberapa dokumen dan mulai mengerjakannya. “Aku harus menyelesaikannya hari ini juga, karena aku akan ke luar negeri selama 5 hari.”


Jovi terlihat serius dan mulai mengerjakan dokumennya sampai selesai.


“kring...” ponsel Jovi berdering satu jam kemudian tepat di saat ia selesai mengerjakan dokumen terakhir.


“Halo... ya kak.” Jovi mengambil ponsel yang ada di dekatnya yang ternyata itu adalah telepon dari Nathan. “Lima menit lagi aku sampai di kantor mu dan kita akan berangkat ke airport sekarang juga.” Nathan berada di mobil dan sedang dalam perjalanan menuju ke kantor Jovi. “Kau sudah siap, bukan ?” memelankan laju mobilnya karena menelepon.


“Aku sudah siap kak.” jawab Jovi singkat.

__ADS_1


Setelah panggilan berakhir, Jovi segera memanggil Rani untuk datang ke ruangannya.


“Ya, nona ada apa ?” Rani masuk ke ruangan Jovi dan segera menghampiri gadis itu. “Semua dokumen ini sudah selesai, kau bisa membawanya.” menunjuk dokumen yang ada di depannya.


“Baik, nona.” Rani mengambil dokumen dari meja dan membawanya. “Satu lagi, aku mengikuti meeting ke luar negeri selama kurang lebih selama 5 hari. Jadi jika ada sesuatu tolong handle dulu.” Jovi menambahkan serta memberitahukan perihal keberangkatannya ke Filipina.


“Baik nona.” jawab Rani sambil menautkan kedua alisnya karena terkejut dan bertanya-tanya sekaligus penasaran bagaimana bisa atasannya itu mengikuti meeting ke luar negeri.


Tiga menit setelah Rani keluar, Nathan datang dan memarkir mobilnya tepat di samping mobil Jovi berada.


“Kita berangkat sekarang karena jadwal terbang nya 30 menit dari sekarang.” Nathan bicara to the point dan tanpa basa-basi mengingat waktunya sudah mepet sekali, belum perjalanan menuju ke bandara yang di pastikan mereka akan terlambat jika mengulur waktu lebih lama lagi.

__ADS_1


“Baik, kak.” Jovi keluar dari ruangannya dan mengunci pintunya. Ia kemudian berjalan bersama Nathan menuju ke tempat parkir.


“Dimana barang mu ?” Nathan bertanya karena tak melihat gadis itu membawa barang bawaan. “Di bagasi mobil kak.” Jovi segera menekan tombol kunci otomatis. “Biar aku yang mengambil barang mu.” Nathan membuka bagasi mobil Jovi dan mengeluarkan barang bawaan Jovi dari sana.


Karena bagasi nonton penuh maka ia pun menaruh koper Jovi ke kursi belakang mobil.


“Ayo Jovi cepat naik, kita berangkat sekarang.” Nathan membukakan pintu untuk Jovi. Setelah gadis itu naik, ia pun screenshot di tempatnya dan mengemudikan mobil keluar dari kantor Jovi.


Dua puluh menit kemudian mereka tiba di Bandara Juanda.


“Untung lah kita tidak terlambat sampai di sini, jadi kita kita tidak ketinggalan pesawat menuju ke bandara Ninoy Paquino.” Nathan bernafas lega karena mereka datang tepat waktu atau mereka harus memesan ulang tiket pesawat karena terlambat.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka sudah terlihat duduk manis di pesawat.


“Kapan pesawat tinggal landas, kak ?” Jovi bertanya karena sudah duduk selama 5 menit dan pesawat belum juga tinggal landas. “Sebentar lagi pesawat akan take off.” Nathan tersenyum kecil dan menoleh ke samping ke arah Jovi yang duduk di sampingnya kemudian merangkulnya.


__ADS_2