Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 179 Bertemu Mantan


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu seiring kehamilan Jovi yang semakin membesar maka Nathan meminta istrinya itu untuk tidak masuk sementara dari tempatnya bekerja sampai nanti setelah melahirkan.


“Aku berangkat dulu.” Nathan berpamitan pada Jovi ke depan rumah sambil mencium kening Jovi.


“Ya, sayang. Cepatlah pulang aku bosan di rumah sendirian.” Jovi memeluk Nathan enggan perpisahan dari suaminya.


“Ya, aku tak ikut meeting nanti.” benar saja Nathan tidak mengikuti meeting karena semua urusannya sudah diserahkan pada Chris agar ia bisa berada di rumah lebih lama untuk menunggu Jovi.


Jovi masuk kembali ke dalam rumah setelah mobil Nathan meluncur ke tempat kerja.


🌹


🌹


Di lain tempat hubungan Shasha dan Chris masih berlanjut sampai saat ini.


Suatu ketika di siang hari saat akhir pekan Shasha pergi ke mall bersama Chris untuk belanja rutin harian.


“Apa saja yang ingin kau beli ?” tanya Chris di sebuah mall.


Sebenarnya ia enggan untuk menemani seorang wanita berbelanja meskipun itu kekasihnya sendiri. Karena apa, karena wanita suka lama kalau berbelanja suka lapar mata. Oleh karena itu ia sering menunggu di mobil ataupun di food outlet jika menemani Shasha.


“Frozen food, supplements dan baju.” jawab Shasha menyebutkan apa yang akan dibelinya tapi mungkin bisa lebih dari yang ia sebutkan tadi.

__ADS_1


Chris hanya diam saja tapi Shasha sudah hafal dengan sikap kekasih nya itu yang tidak suka menunggu terlalu lama, apalagi jika ia sedang memilih baju.


“Apa kau mau menungguku di food court saja ? Nanti Aku akan menyusulmu setelah selesai belanja.” tawar Shasha melihat wajah tanpa ekspresi Chris.


“Ya baiklah aku akan menunggu di sana saja.” Chris menunjuk sebuah foodcourt yang ada di sekitarnya. “Cepatlah kembali.”


“Oke aku akan cepat selesai.” Shasha segera menuju ke lantai satu setelah melihat Chris masuk di salah satu food court.


Gadis itu lalu mengambil troli sambil mengeluarkan list belanjaan yang di bawanya agar semua yang dibelinya tidak ada yang terlewat.


“Roti sudah.... selai sudah...” Shasha mencocokkan daftar belanjaan dengan barang yang dibelinya. “Tinggal fresh milk yang belum.”


Shasha kemudian pergi ke etalase fresh milk untuk mengambil satu item terakhir yang akan dibelinya.


Shasha berbalik dan terperanjat seketika saat mendengar suara pria yang sangat familiar baginya.


“Daniel... ?!”


“Hai Sha... kamu sendirian di sini ?” balas pria yang merupakan mantan kekasih Shasha itu balik bertanya.


“Ya... seperti yang kau lihat. Maaf aku sudah selesai dan harus pergi sekarang.” Shasha langsung mendorong trolinya menjauh dari Daniel, sengaja menghindari pria itu.


“Sha tunggu Sha jangan pergi !” Daniel pun mengejar Shasha. Ia kemudian menarik troli yang dibengkok oleh gadis itu hingga Shasha berhenti.

__ADS_1


“Daniel please... tolong jangan temui aku lagi. Kamu sudah menikah sekarang.”


“Sha tolong jangan menghindari ku seperti ini. Aku hanya ingin menjelaskannya padamu. Apakah kau akan memberiku kesempatan kedua ?” ucapnya berterus terang sebelum gadis itu benar-benar pergi meninggalkan dirinya.


“Kesempatan kedua ?” Shasha mengerutkan keningnya.


Daniel kemudian menjelaskan padanya jika dia sudah bercerai dengan istrinya beberapa bulan yang lalu. Ia baru menyadari jika ia masih mencintai Shasha bahkan tak bisa membuangnya dari hatinya.


“Kamu bercerai ?” Shasha tak percaya saja dengan penjelasannya karena baru berapa bulan menikah sudah bercerai. “Maaf... aku tak bisa menerimamu lagi.”


“Aku tahu kau masih marah padaku. Aku tak keberatan jika kau perlu waktu untuk memaafkan diriku.” Daniel memegang tangan Shasha.


Shasha diam sejenak dalam hati ia memikirkan Chris. “Seandainya saja ia ada di sini.”


“Daniel aku tak bisa bersama mu lagi.”


“Kenapa... ?” tanya Daniel tak mengerti karena menurutnya Shasha masih sendiri.


“Karena sebentar lagi dia akan menjadi istriku.” potong suara seorang lelaki sambil menyingkirkan tangan Daniel.


Ya, pria yang barusan datang adalah Chris. Ia mencari Shasha karena menurutnya sudah lama dari waktu yang disebutkan.


“Sayang kau lama sekali. Kita pergi sekarang.” Chris menarik tangan Shasha dan membawanya pergi dari sana.

__ADS_1


Sementara Daniel hanya bisa diam memandang punggung Shasha dengan perasaan hancur juga menyesal karena telah melepaskannya.


__ADS_2