Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 110 Devoyage Bogor


__ADS_3

Nathan terus menutup mata Jovi hingga mereka tiba di ujung jembatan.


“Tak salah aku mengajaknya ke Bogor dan berlibur di tempat ini.” Nathan masih menutup kedua mata Jovi meskipun mereka sudah menjejakkan kaki mereka di tanah. “Kita sudah sampai atau belum, kak ?” Jovi bertanya karena Nathan tak berjalan lagi.


“Ehm... ya kita sudah sampai.” Nathan menarik tangannya dari kedua mata Jovi. “Ohh... syukurlah kita sampai kak.” Jovi membuka mata dan tersenyum menatap ke sekitar.


Mereka saling bertatapan selama beberapa detik.


“Masih ada area resort lainnya yang lebih menarik dari ini.” Nathan tak ingin membuang waktunya saat berada di sana karena waktu terus berjalan. “Oh...ya, ke mana kita setelah ini, kak ?” Jovi terlihat bersemangat dan ingin mengunjungi area resort berikutnya.


“Ke Bogor Devoyage, salah satu area resort bagus lainnya.” Nathan memberitahukan tujuan mereka berikutnya.


Mereka berdua kemudian keluar dari area Curug Cibaliung menuju ke tempat mobil Nathan terparkir.

__ADS_1


“Masuklah.” Nathan Kemukakan pintu untuk Jovi dan menyuruhnya masuk lebih dulu. “Terimakasih, kak.” Jovi masuk ke mobil dan segala duduk.


Nathan menutup kembali pintu mobil setelah Jovi duduk manis di dalamnya dan ia pun segera masuk lalu melajukan mobilnya menuju area Devoyage Bogor yang berada tak jauh dari Curug Cibaliung dan hanya memerlukan waktu 10 menit saja jika di tempuh dengan kendaraan.


“Kita sampai sekarang.” Nathan menghentikan mobilnya di sebuah area resort. “klak.” Jovi turun dari mobil dan mengikuti pihak itu berjalan masuk ke lokasi.


“Tolong dua tiket masuk.” Nathan berhenti di sebuah loket dan memesan tiket masuk. “Silahkan tuan.” petugas loket menyerahkan dua lembar tiket pada Nathan.


“Ayo kita masuk.” Nathan segera mengajak jawab yang masih berdiri menunggunya untuk masuk. “Baik, kak.” Jovi pun segera berjalan masuk mengikuti pria itu.


“Kau mau ke mana dulu ?” Nathan bertanya pada Jovi mau mengunjungi area mana dari sekian area yang ada. “Bagaimana jika naik boat dulu kak?” Jovi terlihat tertarik saat melihat boat yang ada di depannya.


“Pak aku mau satu boat.” Nathan pun segera menghampiri pria yang menjaga boat. “Silahkan tuan.” penjaga boat menepikan satu boat untuk Nathan.

__ADS_1


Mereka berdua segera naik ke boat dan Nathan yang mengambil alih dan memegang dayung nya.


“Benar-benar bagus pemandangan di sini.” Jovi tak henti-hentinya memuji area resort itu setelah boat mulai melaju berkeliling melewati miniatur-miniatur bangunan Eropa. “Aku senang jika kau suka.” Nathan hanya menimpali singkat.


“dukk !” karena tak fokus dan terus melihat Jovi, Nathan sedikit oleng saat mendayung yang mengakibatkan boat yang mereka tumpangi membentur tapal batas dinding danau.


“Argh...” Jovi pun ikut oleng saat boat itu membentur tapal batas. “Ahh.” secara refleks Jovi yang menjaga keseimbangan nya dan tak ingin jatuh saat boat dalam keadaan tidak stabil berpegangan pada Nathan dan memeluknya erat.


“Maaf Jovi.” hanya itu yang bisa Nathan ucapkan sambil mendayung kembali, menstabilkan boat yang mereka tumpangi.


Kedua pasang mata itu kembali beradu dan Jovi masih dalam posisi memeluk Nathan.


“deg...” Jovi bisa mendengarkan detak jantung Nathan yang menderu.

__ADS_1


“deg... deg...” Nathan ikut berdebar mendengarkan degup jantung Jovi.


__ADS_2