Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 158 Mengosongkan Kamar


__ADS_3

Keesokan harinya di pagi hari Deon bersiap untuk berangkat bekerja.


“Tunggu saja Jovi saat nanti kau pulang, aku akan memberimu pelajaran.” pria itu berhenti sebentar sebelum berangkat di depan pintu kamar Jovi yang melemparkan tatapan sinis ke arah ruangan yang tertutup itu.


Siang harinya, Nathan menjemput Jovi di kantornya. Ya, mereka berdua sengaja pergi ke Villa Cempaka siang ini dimana Deon pasti tak ada di rumah untuk mengambil semua barang Jovi yang masih ada di sana.


“Kau jalan duluan aku akan mengikutimu dari belakang.” ucap Nathan saat melihat mobil kuning Jovi keluar dari kantor.


Jovi kemudian mengemudikan mobilnya dan Nathan mengikutinya dari belakang. Beberapa menit setelahnya mereka tiba di Villa Cempaka.


“Ayo kak, kita masuk.” Jovi turun dari mobil dan menghampiri Nathan yang masih ada di luar pagar.


“klik.” Jovi memutar kunci pintu rumah. Ia pun kemudian masuk ke dalam bersama Nathan dan langsung menuju ke kamarnya.


Terlihat Jovi mengosongkan semua isi lemarinya dan memasukkan semua bajunya ke koper. Ia juga membawa barang-barang nya termasuk barang kecil.


“Apakah ini sudah semua ?” tanya Nathan melihat kamar Jovi yang saat ini terlihat kosong dan beralih menatap tujuh koper tas di dekatnya.

__ADS_1


Jovi hanya mengangguk dan bergeser mendekat pada Nathan sambil memegang lengannya. “Ayo kita keluar sekarang kak. Buat apa kita berlama-lama di sini.” Jovi merasa sudah cukup lama menatap kamarnya di mana banyak kenangan buruk tertinggal di sana dan sudah cukup baginya merasakan semua itu.


Nathan berjalan keluar dari kamar Jovi dengan membawa koper kekasihnya namun tiba-tiba gadis itu berhenti di ruang tamu.


“Sebentar kak, tunggu di sini.” Jovi mengeluarkan sebuah kunci dari dalam tasnya, dan menaruhnya di meja. Tak lupa Iya mengeluarkan credit card milik Ayah mertuanya dan menariknya di samping Kunci tadi.


“Kau mengembalikan mobil mu ?” Nathan bertanya saat melihat kunci di meja yang ternyata adalah kunci mobil yang dipakai Jovi saat ini.


“Ya, kak aku tak ingin menyimpan barang dari nya yang bisa membuatku terus terhubung dengannya.”


Nathan memasukkan semua koper milik Jovi ke bagasi mobilnya dan terlihat mereka berdua sudah duduk di mobil Nathan yang kini melaju menuju ke apartemen mewah milik pria itu.


“Hari ini kau ingin makan apa ?” ucap Nathan di tengah jalan.


“Aku ingin steak, tepatnya anak kita yang menginginkan makan itu.”


“Oh... kurasa selera anak kita sama dengan selera ku.” timpal Nathan yang memang memfavoritkan jenis makanan tersebut.

__ADS_1


Malam harinya di Villa Cempaka.


Terlihat Deon baru pulang dari kantor dan memarkir mobilnya.


“Rupanya kau sudah pulang lebih duluan, Jovi.” Deon senyum lebar saat melihat mobil kuning yang terparkir di sebelah mobilnya.


Langsung saja pria itu turun dari mobilnya dengan bersemangat dan masuk ke rumah untuk menemui Jovi.


“Kenapa itu ada di sana ?” langkahnya terhenti saat melihat ada kunci mobil Jovi di meja beserta kredit card milik ayahnya.


Deon semakin mempercepat langkahnya menuju ke kamar Jovi.


“brak... !” Deon membuka pintu kamar dengan kasar dan dapat terkejutnya dia saat melihat gambar itu saat ini kosong seperti sebelum ditempati oleh Jovi.


“Jovi... kau benar-benar gadis brengsek ! Deon mengepalkan tangannya dan memukul pintu kamar Jovi dengan keras hingga pintu itu jebol.


Niatnya memberikan Jovi pelajaran namun ternyata malah gadis itu yang mencetak skor duluan.

__ADS_1


__ADS_2