
Jovi mencari posisi duduk yang nyaman. Ia pun duduk di ujung tempat tidur dan bersandar ke dinding dengan meluruskan kedua kakinya.
“klik.” Jovi kemudian mengetik nama Nathan Allison di ponselnya. Dan dalam waktu sepersekian detik informasi mengenai pria itu segera muncul. Jovi men-scroll ke bawah dan terus membaca informasi mengenai profil data pria itu.
“Jadi usianya 29 tahun ? Pantas saja dia terlihat dewasa dan matang sekarang ini.” Jovi menemukan data tanggal lahir Nathan dan mengetahui usianya yang terpaut 5 tahun dengan usianya.
Jovi terus menggeser skroll ke bawah dan melanjutkan membaca informasinya. “CEO Atmaja Group, perusahaan terbesar nomor satu di kota ini dan di seluruh Indonesia.”Jovi bercak kagum dan tak menyangka saja ia mengenal seorang pria kelas atas seperti Nathan.
“Jadi pria ini sudah mapan, tampan dan matang. Hmm...mungkin saja banyak wanita yang suka padanya.” Jovi membayangkan sosok nonton yang memang sempurna.
Karena masih penasaran dengan pria itu, ia melanjutkan membaca informasi mengenainya data profilnya.
“Bagaimana dengan statusnya ? Tidak mungkin pria seperti dia masih single. Atau jangan-jangan dia sudah menikah ?” tiba-tiba dia penasaran sekali dengan statusnya dan sedikit khawatir.
__ADS_1
“Ternyata dia belum menikah.” Jovi merasa lega melihat status pria itu yang ternyata tidak beristri. “Tunggu dia memang belum menikah tapi ternyata dia seorang duda ?!” Jovi sampai terpekik kaget membaca status Nathan.
Glek.
Jovi menelan ludah dengan susah payah. Senyumnya yang terkembang tiba-tiba pudar setelah mengetahui statusnya sebagai seorang duda.
“Jadi dia seorang duda.” tangannya sampai gemetar menanak ponsel yang dipegangnya. Ia benar-benar tak menyangka sama sekali pria perfect seperti Nathan rupanya berstatus duda.
“Tapi apa penyebab pria ini gagal menjalani pernikahan dua kali ?” Jovi kembali mencari informasi mengenai mengenai alasan kenapa pria itu bercerai, namun tidak ditemukan.
“Klik.” Jovi merasa sudah puas membaca semua informasi mengenai data pribadi segera menutup kembali ponselnya dan menaruhnya ke tempat tidur. “Pantas saja dia dewasa dan berpengalaman, ternyata seperti itu kisah hidupnya.” entah kenapa dalam hati gadis itu berharap pria itu tidak berstatus duda.
Sore hari
__ADS_1
terlihat masih memejamkan matanya di atas tempat tidur.
“krak.” seseorang membuka pintu kamarnya.
“Rupanya kau masih tidur.” Deon masuk ke kamar dan mendapati Jovi yang sedang tidur pulas. “Hiss...” Jovi membuka matanya karena merasa ada sosok yang terus mengawasinya dan berdiri di sampingnya.
“Deon... ternyata kau rupanya.” Jovi melihat dewan berdiri di sampingnya dan segera berdiri sambil menghilangkan kedua tangannya di depan dada menatap pria itu. “Semalam kau kemana ?” Deon maju dan menutup Jovi dengan tajam.
“Apa urusannya kau peduli padaku aku tidur di mana. Oh, apa kau mengharapkan aku datang semalam ?” jawab Jovi dengan berani juga dengan sorot mata yang lebih tajam daripada Deon.
“Merindukanmu ? Bermimpi saja kau Jovi. Ku kira kau tidak akan kembali pulang ke sini.” menyentuh pipi Jovi. “Kau kira aku takut padamu ?” menyingkirkan tangan dengan wajahnya karena merasa jijik pria kotor itu menyentuh kulitnya.
“Kau saja setiap malam bermalam dengan banyak gadis tapi aku tak mempermasalahkan nya. Jadi jangan urusi urusanku. Urus aja urusanmu sendiri !” Jovi menatap tajam Deon tepat ke matanya kemudian segera keluar dari sana menuju ke tempat lain dimana ia tak melihat Deon yang memuakkan di sana.
__ADS_1