Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 86 Kunjungan Ke Kantor


__ADS_3

“Kenapa bukan aku saja yang mengembalikan ke kantor mu, kak ?” Jovi bertanya karena merasa memang seharusnya dia lah yang mengembalikan kunci itu. “Setelah ini aku ada jadwal meeting di luar kantor hingga siang. Jadi biar aku saja yang ke tempatmu.” Nathan bersikeras karena jadwalnya memang padat dan malah khawatir jika Jovi ke sana tak akan bertemu dengan dirinya.


“Ohh begitu, baik kak.” Jovi tak bisa menolak hanya mengikut saja karena dia takut mengganggu jadwal meeting Nathan.


Jovi kembali mempercepat laju mobilnya setelah percakapan mereka berakhir.


“Jadi kak Nathan orang sibuk. jadwal meeting nya padat. Apakah setiap hari seperti itu ?” Jovi menyimpulkan sendiri dari apa yang diucapkan oleh Nathan.


Jovi tiba di kantor, ia pun segera masuk ke ruangannya dan mengerjakan tugasnya.


Sementara Nathan juga baru masuk ke ruangannya.


“Untung saja aku punya baju ganti di kantor. Jika tidak aku tetap memakai baju yang kemarin.” Nathan mengambil baju yang ia gantung di sebuah lemari lalu berganti dengan baju itu di kamar mandi yang ada di ruangannya.

__ADS_1


Nathan punya kebiasaan dan mungkin itu bisa dikatakan sebagai penyakit. Pria itu suka dengan kebersihan. Dia membenci sesuatu yang kotor, atau sedikit kotor. Maka dari itu dia selalu menjaga kebersihan tubuhnya. Bahkan ia selalu membawa hand sanitizer ke manapun dia pergi.


“Caas...” satu lagi kebiasaan Nathan. Meskipun sudah bersih dan rapi ia selalu menjaga tubuhnya agar selalu wangi sepanjang hari. Pria itu Bahkan punya banyak koleksi parfum mulai dari jenis lokal hingga manca.


“Tok... tok...” suara pintu ruangan diketuk.


“Masuk, Chris.” ucap Nathan yakin pasti sekretarisnya yang mengetuk pintu. “Tuan 30 menit ke depan tuan ada jadwal meeting dengan M & R group.” ternyata benar Chris yang datang dan pria itu memberitahukan sekaligus mengingatkan jadwal meeting Nathan.


30 menit kemudian pria itu keluar kantor untuk mengikuti meeting dengan salah satu kliennya hingga siang hari di jam istirahat makan siang barulah ia keluar dari ruang meeting.


“Mungkin sekarang saja aku ke sana.” Nathan duduk di mobil kemudian melajukan mobilnya menuju ke Champion Group dengan kecepatan tinggi agar ia tak habis membuang waktu di jalan.


“Klak.” tak lama kemudian pria itu tiba di kantor Jovi. Ia segera turun dari mobil dan menutup kembali pintunya.

__ADS_1


“Selamat pagi tuan Nathan.” beberapa staf di kantor Jovi menyapanya saat melihat kedatangannya. Ternyata pria itu memang cukup populer di kalangan pebisnis dan banyak yang mengetahui dirinya meskipun ia tak mengenal mereka.


“Pagi.” jawabnya dengan datar seperti biasanya.


Di tengah jalan, ia pun bertemu dengan Rani.


“Tuan Nathan kemari, apa mencari nona Jovi ?” tanya Rani saat melihat pria itu datang ke sana dan baru pertama kalinya dia melihat bos kelas atas datang ke perusahaannya. “Ya, tolong antar aku ke ruangannya.” kebetulan sekali pria itu bertemu dengan sekretarisnya Jovi karena ia tidak tahu dimana ruangan Jovi. Bahkan dia pun baru pertama kalinya menginjakkan kaki di sana.


“Silahkan ikuti aku, tuan.” Rani tak berani bertanya macam-macam dan langsung mengantarnya menuju ke ruang Jovi sebab Ia penasaran dan terkejut sekali Kenapa pria itu datang ke sana.


“tok... tok...” suara pintu ruangan Jovi diketuk. “Nona ada tamu untuk tuan.” Rani belum menyebut siapa tamunya dan ternyata Jovi segera membukakan pintu.


“Kak Nathan ?” terkejut sekali dengan kedatangan Nathan yang mendadak. “Em maksud ku CEO Nathan, ada apa kemari ?” Jovi segera meralat ucapannya saat melihat ada Rani.

__ADS_1


__ADS_2