
Nathan yang masih duduk di kursinya menatap beberapa dokumen yang ada di depannya.
“Champion Group ? Aku baru mendengar nya.” Nathan kembali teringat pada nama perusahaan yang akan ikut meeting bersamanya nanti siang. Sebenarnya ia penasaran dengan perusahaan itu namun ia pada waktu untuk mencari informasi tentang karena masih banyak dokumen yang harus ia selesaikan.
Nathan pun kini fokus mengerjakan dokumen yang ada di depannya. Ia memeriksa satu per satu dokumen dengan detail baru menaruhnya kembali ke meja setelah membubuhkan tanda tangannya di sana.
“Jam berapa sekarang ?” Nathan lebih memilih melihat jam yang tergantung di dinding daripada jam tangannya, karena ukurannya yang besar dan jelas dilihat. “Masih jam 10.00 rupanya.” menaruh dokumen yang sudah ia kerjakan dengan cepat.
Pria itu kemudian bersandar di kursinya, menyandarkan punggungnya yang terasa kaku untuk sejenak.
“Jovi... sedang apa kau sekarang ?” Nathan kembali terpikirkan pada gadis itu di sela-sela kesibukannya yang sangat padat.
__ADS_1
Di kantor lain
Terlihat Jovi yang menarik nafas panjang setelah kepergian Rani, sekretarisnya.
“Dua bulan aku tidak ke kantor, banyak sekali urusan yang harus ku selesaikan.” Sudah tiga jam sejak Rani menaruh dokumen setinggi satu meter di depannya, Jovi belum beristirahat sama sekali dan terus mengerjakan laporan data setumpuk yang kini tinggal separuhnya. “Ohh... rasanya aku hampir tidak bisa bernafas.” menaruh kembali dokumen yang akan diperiksanya karena merasa lelah.
Jovi berdiri dan berjalan ke sudut ruangan dimana di sana ada dispenser, coklat, susu dan bahan minuman lainnya.
“cuur....” Jovi menyeduh sendiri coklat dan menuangkan air panas ke gelasnya. Ia pun duduk kembali di kursi lain sambil menikmati coklat panasnya sambil merilekskan pikirannya yang tegang, baru akan melanjutkan kembali pekerjaannya yang belum selesai.
“tok... tok... tok...” tiga puluh menit kemudian terdengar suara ketukan pintu. “Ya, masuk.” Jovi menatap arah pintu yang kemudian terbuka. “Ada apa lagi Rani ?” melihat sekretarisnya yang datang dan pasti wanita itu datang dengan membawakan sebuah tugas untuk Jovi.
__ADS_1
“Nona maaf baru memberitahukan pada mu. Ini jadwal meeting hari ini.” Rani menyerahkan sebuah jadwal meeting pada Jovi.
“Meeting dengan Atmaka Grup ?” Jovi membaca jadwal meeting yang harus ia ikuti dalam waktu dekat ini tepatnya satu jam dari sekarang. “Hmm... aku seperti pernah mengetahui grup ini. Dimana ya...” Jovi merasa familiar dan mencoba mengingatnya, namun sayang ia gagal mengingatnya.
“Sebaiknya Nona bersiap sekarang karena 30 menit lagi kita akan berangkat.” Rani menambahkan. “What's ?” Jovi terlihat menautkan kedua alisnya dan tersedak. Karena baru saja ia beristirahat dan harus bersiap lagi sekarang.
“Bagaimana jika meeting itu kau wakili saja.” Jovi menatap sekretarisnya dengan penuh harap. “Maaf nona, untuk meeting kali ini aku tidak berani menggantikannya. Tuan Arlen sendiri yang berpesan padaku harus nona yang datang ke sana sendiri.” Rani menolak dengan tegas karena atasannya sudah berpesan padanya.
“Ouh... lalu apa ayah ikut meeting juga ?” Jovi masih menatap Rani yang berdiri di depannya. “Tidak nona, tuan Samuel pulang nona katanya lelah dan off untuk siang ini.” Jovi semakin syok mendengarkan penjelasan dari sekretarisnya.
“Baiklah aku akan bersiap sekarang. Tapi 15 menit lagi kau juga harus siap dan ikut denganku. Ingat kau sebagai notulen.” Jovi berdiri dan memberikan penjelasan pada sekretarisnya.
__ADS_1
“ohh... ya, nona.” balas Rani tersenyum kecil walaupun dalam hati sebenarnya mengumpat karena harusnya iya bisa bebas dari acara meeting kali ini namun pada akhirnya ia tetap harus mengikuti meeting untuk menjadi notulen. Ia pun segera keluar dari ruangan Jovi dan bersiap.
“Ayah... kenapa di hari pertamaku kerja kau malah meninggalkan aku dan bersantai di rumah ?” Jovi mengerucutkan bibirnya dan mulai bersiap.