Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 75 Masuk Ke Ruang Meeting


__ADS_3

Jovi pun mematikan ponselnya dan memasukkannya kembali dalam tas.


“klik.” Nathan pun melakukan hal yang sama dengan Jovi. Ia mematikan ponselnya dan memasukkan ke saku bajunya.


“Apa yang kakak lakukan di sini ?” Jovi melangkah maju menghampiri Nathan. Pria itu hanya tersenyum kecil menanggapinya. “Kenapa kak, apa ada yang salah atau lucu denganku ?” Jovi kembali bertanya karena tak ada respon dari pria itu.


“Haah... Jovi kau ini apa lupa pada kartu nama yang pernah kuberikan padamu ?” Nathan memberikan sedikit petunjuk agar gadis itu mengingatnya sendiri. “Kartu nama ? Ya, aku sudah membacanya dan menyimpan nomormu.” Jovi menaikkan kedua alisnya apa ada hal lain yang belum ia ketahui dari kartu nama yang sudah diberikan oleh pria itu padanya.


“Sudahlah... kau kesini untuk meeting bukan ?” Nathan tak membahasnya lagi jika memang Jovi lupa atau memang tidak tahu jika perasaan ini adalah miliknya. “Ayo masuk, aku akan mengantarmu ke ruang meeting.”menawarkan dan mengajak Jovi masuk ke ruang meeting.


Jovi teringat jika dirinya berangkat bersama sekretarisnya dan lagi Iya berpesan pada wanita itu untuk menjemputnya setelah melihat ruang meeting.


“Tunggu sebentar kak, aku akan meneleponnya dulu.” Jovi minta waktu pada Nathan dan ia pun segera mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


“Rani kau di mana ?” ucap Jovi setelah telepon tersambung. “Nona, aku berjalan keluar dari ruang meeting dan menuju ke tempat parkir untuk menjemputmu karena 10 menit lagi meeting akan segera dimulai.” Rani berjalan cepat dan tiba di tempat parkir menuju ke mobilnya.


“Kau kembali saja ke ruang meeting aku akan ke sana, kau tak perlu menjemput ku.” Jovi kemudian mengakhiri panggilan.


Tepat di saat panggilan berakhir Rani tiba di mobilnya.


“Nona tak ada di sini.” Rani membuka mobil dan mendapati mobilnya kosong ada siapapun di dalamnya. “Lalu nona apa tahu tempat meeting nya ?” Rani menutup kembali pintu mobil dan bermaksud mencari Jovi. “Sudahlah, nona pasti juga menemukan ruang meeting nya.” ia pun segera berbalik dan berjalan kembali ke ruang meeting setelah melihat waktu yang terus berjalan.


Nathan hanya diam menunggu Jovi menelepon seseorang.


“Ya, kak. Ayo kita jalan.” Jovi pun segera berjalan mengikuti Nathan keluar dari tempat parkir.


Mereka berdua berjalan bersama menuju ke ruang meeting.

__ADS_1


“Kita sudah sampai Jovi.” Nathan berhenti di depan sebuah hall besar dan tampak dari luar semua peserta meeting sudah hadir dan duduk di tempatnya masing-masing.


Mereka berdua kemudian masuk. Jovi menatap ke sekitar untuk mencari Rani.


“Jadi kakak juga ikut meeting di sini ?” Jovi beralih menatap Nathan kembali karena pria itu tidak keluar dari ruang meeting setelah masuk bersamanya. “Ya itu sebenarnya aku--”


“Tuan !” suara seseorang memanggil Nathan. “Chris ?!” menoleh ke arah suara yang memanggilnya dan kali ini pria itu berlari menghampirinya. “Tuan aku sudah mencari mu kemana-mana. Ku kira kau tidak mengikuti sesi meeting kali ini.” Chris berhenti di samping mantan dengan nafas yang masih tersengal setelah dari tadi berlarian mencari pria itu.


“Tentu saja aku akan ikut meeting kali ini.” jawab Nathan singkat beralih menatap Jovi. “Baik tuan, mari kita duduk di tempat kita.” Chris segera meminta mantan untuk duduk di tempatnya karena meeting sebentar lagi akan dimulai.


“Nona !” Rani yang akhirnya menemukan Jovi, memanggilnya sambil melambaikan tangan. “Nona di sini !” panggil nya lagi.”


“Jovi kita akan bicara lagi nanti setelah meeting.” Nathan terlihat enggan meninggalkan gadis itu namun ia harus profesional dan mengikuti Chris berjalan menuju ke tempat duduk mereka.

__ADS_1


“Ya, kak.” Jovi kemudian segera berjalan dan duduk menuju ke kursi yang ditunjuk oleh Rani sambil menunggu meeting dimulai.


__ADS_2