
Setelah menempuh perjalanan selama 95 menit mereka berdua pun tiba di Jakarta.
“Kau mau kembali ke kantor atau pulang ?” tanya Nathan saat hampir tiba di kantor Jovi. “Aku ingin pulang tapi mobilku ada di kantor.” Jovi melirik jam yang melingkar di tangannya yang menunjukkan jika waktu menunjukkan sudah lewat dari jam pulang kantor.
“Aku turun kantor saja, kak. Nanti aku akan pulang sendiri.” Jovi memutuskan untuk turun di depan kantornya saja karena tak ingin merepotkan pria itu lagi.
Tepat di saat mobil Nathan berhenti di depan kantor Jovi, langit yang saat itu terlihat gelap mendadak turun hujan lebat.
“Apa kau masih ingin turun di sini ?” Nathan menegaskan kembali sebelum ia benar-benar menurunkan gadis itu di sana. “Kenapa mendadak turun hujan ?” Jovi merasa cuaca tak bersahabat dengannya. Ia menjadi ragu untuk turun dan menutup kembali pintu mobil.
“Bagaimana jika aku mengantarmu ke rumah saja ?” Nathan kembali menawarkan tumpangan untuk Jovi. “Apa kakak tidak lelah ?” Jovi menimpali.
__ADS_1
“Tidak.... aku akan mengantarmu sekarang.” Nathan bersikeras untuk mengantar Jovi.
Pria itu kemudian melanjutkan kembali mobilnya menuju ke Villa Cempaka.
“Kita sudah sampai.” beberapa saat kemudian mobil datang berhenti tepat di depan pagar rumah Jovi. Hujan turun merata dan di sana juga sedang hujan.
“Apa aku sebaiknya mengajaknya turun sebentar.” Jovi kembali menatap Nathan sebelum turun dari mobil dan melihat pria itu kelelahan setelah berkendara ke luar kota. “Deon juga pasti belum pulang jam segini.” Jovi kembali melihat jam di tangannya.
“Kak... ikut aku turun sebentar. Aku akan membuatkan minuman hangat untuk mu.” Jovi mengajak pria itu untuk mampir sebentar. “Oh... aku...” Nathan terlihat ragu dan menatap ke arah dalam rumah, khawatir jika Deon ada di sana dan bertemu dengannya.
“Oh, baiklah jika begitu aku akan mampir sebentar saja.” Nathan menimpali dengan raut muka tenang tidak seperti sebelumnya.
__ADS_1
Mereka berdua kemudian turun dari mobil dan masuk ke rumah.
Dari luar villa terlihat tugas security yang secara tak sengaja menatap ke arah rumah itu.
“Aku tidak melihat.” seorang pria mencoba mengalihkan pandangannya ke arah yang lain saat melihat Jovi turun bersama seorang pria masuk ke rumah. “Yang lelaki sering membawa wanita ke rumah itu. Sekarang gantian sih wanita yang memasukkan pria ke rumahnya. Ck... ck... gila.” petugas security itu menggelengkan kepala saja dan tak berani berkomentar lebih jauh lagi.
“Kak, tunggu sebentar di sini.” Jovi meninggalkan Nathan yang saat ini sudah duduk di sofa yang ada di ruang tamu. “Ya, Jovi.” jawabnya singkat dan melihat gadis itu berlalu masuk ke dalam.
Jovi masuk ke kamar dan menaruh tasnya. Ia kemudian masuk ke dapur.
“Aku akan membuatkannya minuman sari jahe.” Jovi segera mencari jahe dan membakarnya sebentar. “Cuaca dingin begini memang enak minum yang hangat.” lima menit kemudian Jovi keluar dari dapur dengan membawa dua gelas besar minuman jahe.
__ADS_1
Di ruang tamu Nathan memperhatikan sekitar.
“Bahkan di sini tak ada foto pernikahan mereka.” Nathan mencari foto pernikahan Jovi, namun tidak menemukannya dan itu artinya sesuai dugaannya jika Deon sama sekali tak menganggap pernikahannya dengan Jovi.