Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 44 Menunggu Nathan


__ADS_3

Jovi masuk ke kamar mandi tanpa mengetahui jika Nathan mengikutinya dan bahkan menunggunya di luar kamar mandi.


Pria itu duduk di kursi sambil menatap lepas ke arah kolam renang yang semakin ramai saja.


“Mereka mengganggu saja, padahal aku sedang asyik bersama Jovi.” Nathan menggerutu kesal. “Atau mungkin lain waktu aku akan membooking tempat ini sendirian saja.” tersenyum tipis setelah sebuah ide tiba-tiba melintas begitu saja dalam pikirannya.


Jovi selesai membersihkan diri dan berganti baju.


“Kenapa kaki ku rasanya masih kram ya, padahal tadi aku juga sudah melakukan peregangan otot sebelum berenang.” Jovi keluar dari kamar mandi dan berjalan dengan tertatih.


“Jovi... kenapa jalan mu begitu ?” Nathan melihat Jovi yang berjalan dengan menyeret kakinya saat ia menoleh ke arah kamar mandi. “Kakak masih di sini ?” Jovi tersentak kaget saat melihat Nathan yang masih bertelanjang dada dengan celana pendek yang masih basah.

__ADS_1


Ia pun berhenti dan tak meneruskan langkahnya agar pria itu tak melihatnya.


“Kaki ku tidak kenapa-napa, kak.” jawabnya sambil tersenyum tipis. “Kakak mau lanjut renang lagi ?”


“Tidak, aku mau pulang setelah ini. Toiletnya penuh jadi aku menunggunya di sini.” Nathan terpaksa berbohong untuk menutupi jika sebenarnya ia menunggu Jovi. “Kau pulang dengan siapa setelah ini ?”mengalihkan topik pembicaraan.


“Ya... aku pulang sendiri naik taksi.” Jovi berterus terang dan dalam hati mengumpat kenapa ia tak mendapat izin menggunakan mobil yang ada di villa dan membuatnya susah seperti ini yang mengharuskan dia naik taksi jika ingin bepergian.


Jovi diam dan berpikir sudah berapa kali ia menumpang mobil pria itu.


“Aku senang saja menumpang mobilnya. Tapi apa itu tak merepotkan ?” Jovi merasa sungkan dan masih terlihat berpikir.

__ADS_1


“Tunggu sebentar di sini.” Nathan segera berjalan dan terburu-buru menuju ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Jovi terlebih dulu. “Aah... harusnya tadi cepat menolaknya. Jika seperti ini aku harus menunggunya kembali dan tentu saja aku akan menumpang lagi.” Jovi merasa menyesal kenapa tadi ia tidak segera menolaknya saja.


Jovi duduk di kursi menunggu Nathan kembali. Sementara Nathan sudah berada di kamar mandi lelaki.


“Yes... aku berhasil membujuknya untuk pulang bersama ku !” saking senangnya Nathan sampai tak sadar jika ia berteriak agak keras di dalam kamar mandi. “Qiana... sebentar lagi kau akan jatuh ke pelukan ku.” kembali berteriak.


“Siapa sebenarnya yang ada di kamar mandi sebelah, kenapa dia berisik sekali ?” ucap seorang pria yang yang berada di kamar mandi tepat di sebelah Nathan.


“kriek...” Nathan yang sudah rapi dan berbau wangi sekali keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya kembali. “Kenapa orang-orang ini melihatku seperti itu ?” Nathan merasa banyak pasang mata yang menetap ke arahnya tanpa alasan yang jelas. Namun ia mengacuhkannya dan segera keluar dari sana kembali ke tempat Jovi menunggunya.


“Jovi... ayo kita pulang sekarang.” Nathan menghampiri Jovi yang sedang bermain dengan ponselnya. “Y-ya baik kak.” Jovi menatap Nathan dengan terpana. “Dia kelihatan berbeda sekali setelah memakai baju casual seperti itu.” segera berdiri dan mengalihkan pandangan nya dari Nathan.

__ADS_1


__ADS_2