Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 91 Masalah Perut


__ADS_3

Jovi berjalan melewati beberapa staf nya.


“Kenapa mereka menatapku seperti itu ?” Jovi menatap pada pasang mata yang menatap ke arahnya. “Siang nona jovi.” sapa para staf yang terpergok menatap Jovi dan terlihat salah tingkah. “Ya siang, sepertinya aku perlu menambahkan aturan baru di kantor ini. Di larang bergosip di sini.” Jovi menambahkan dan berhenti di depan kantornya.


Beberapa staf tadi segera pergi dan berjalan dengan cepat masuk ke ruangan mereka.


“Kau sih kelihatan sekali jika sedang membicarakan nona, tadi jadi ada aturan baru di kantor ini.” ucap seorang staf setelah duduk di kursinya pada temannya. “Kau malah menyalahkan aku, padahal aku hanya menanggapi mu tadi.” tidak terima disalahkan.


“Sudah-sudah ! Kalian berdua jangan ribut di sini jika tak ingin nona kembali marah pada kalian.” ucap staf lain yang baru masuk keuangan dan sempat melihat kejadian barusan.


Di kantor lain

__ADS_1


Terlihat Deon sedang duduk di kursinya di sebuah ruangan.


“Tuan ada berita mengenai Nona Jovi.” seorang lelaki masuk ke ruangan Deon yang pintunya terbuka sambil membawa beberapa berkas dokumen.


“Ya, kabar apa yang mau kau sampaikan tentang Jovi padaku ?” Deon yang meluruskan kakinya di atas meja seketika menarik kembali kakinya dan menjejakkan nya di lantai.


“Champion Grup berhasil menjadi mitra kerja Atmaka Grup, tuan.” pria itu menjelaskan sambil meletakkan dokumen yang dia bawa di meja Deon.


“Apa kau bilang ?!” Deon terlihat terkejut sekali. “Apa kau tidak bercanda ?” mengulangi lagi perkataannya.


“Jovi berhasil menyisihkan perusahaan lainnya dalam menjadi Mitra Atmaka Group ?” Deon masih tak percaya dengan berita yang barusan didengarnya. “Mungkin itu hanya kebetulan saja.” meremehkan kemampuan Jovi. “Kita lihat saja nanti. Huh, meskipun dia berhasil menjalani kerjasama dengan perusahaan itu, tetap saja posisinya berada di bawah ku.” Deon tersenyum menyeringai kembali merendahkan Jovi.

__ADS_1


Di kantor Nathan, pria itu baru tiba dan masuk ke ruangannya.


“Auwh perut ku.” pria itu hanya menaruh tas kerjanya di meja kemudian berjalan dengan cepat keluar dari sana dan masuk ke toilet. “Lain kali aku tak akan makan pedas lagi untuk menyenangkan Jovi.” keluar dari toilet 10 menit kemudian dan merasa sedikit lemas karena obat dari Jovi tidak bekerja dan membuatnya tetap murus.


Nathan kembali ke ruangannya dan duduk di kursinya.


“uhh... perut ku mulas lagi.” Nathan kembali merasakan perutnya tidak enak. “Apa mungkin aku harus minum lagi obatnya baru mampet ?” ia pun mengambil obat yang diberikan oleh Jovi tadi dan segera meminumnya dua sekaligus.


Keesokan paginya setelah bangun tidur. Nathan kembali merasakan perutnya tidak enak. Ia pun segera masuk ke toilet.


“Sial... ! Kemarin ngocor terus dan sekarang mampet !” Nathan keluar dari toilet dengan mengumpat karena hanya angin saja yang keluar. “Apa mungkin aku kebanyakan dosis, sehingga jadi seperti ini ?” pria itu kembali berjalan ke dapur mencari sesuatu yang bisa mengatasi masalah perutnya.

__ADS_1


“klak.” Nathan membuka kulkas.


“Sepertinya ini cocok untuk mengatasi masalah ku.” Nathan melihat ada dua yoghourt dalam kulkas. Pria itu mengambilnya dan segera menghabiskannya dua cup sekaligus.


__ADS_2