Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 133 Mengurangi Lembur


__ADS_3

Ibunya Nathan tak berada lama di sana. Ia sebenarnya ke sana hanya ingin bicara saja dengan putranya itu membahas seputar masalah kehidupan pernikahannya setelah menunda selama beberapa tahun dan belum menjalin hubungan baru dengan seorang wanita lagi.


“Nathan belum kembali juga jam segini.” ibunya Nathan sudah duduk menunggu selama 30 menit lamanya, namun ia masih belum bertemu dengan putranya. “Bi Ijah jam berapa Nathan pulang ?” wanita itu bangkit dari duduknya kemudian masuk ke dalam mencari sang bibi.


“Oh nyonya.” bi Ijah yang barusan duduk beristirahat setelah bersih-bersih di belakang berdiri seketika saat melihat ibunya Nathan datang. “Tuan hari ini lembur Nyonya tapi maaf bibi tidak tahu jam berapa pulangnya.”


“Kalau begitu aku pulang saja bi. Bilang pada Nathan nanti dan beritahu padanya jika aku datang kemari mencarinya.”


“Baik, nyonya.”


Ibunya Nathan kemudian keluar dari rumah Nathan dan kembali pulang ke rumah induk.


Di lain tempat terlihat Nathan sudah tiba di Villa Cempaka dan berhenti tepat di depan rumah Jovi.

__ADS_1


“Kak jangan sering lembur dan jangan pulang terlalu malam, pikirkan kesehatan mu juga.” Jovi bicara begitu karena ia mengamati pria itu setelah jalan beberapa waktu dengannya sering lembur hingga malam dan sedikit waktu untuk beristirahat.


“Ya, Jovi aku akan mengurangi jam lembur ku dan lebih banyak meluangkan waktuku untuk beristirahat juga untukmu.” Nathan menerima masukan dan saran dari kekasihnya itu. “Terimaksih sudah perhatian padaku.” menarik Jovi merapat mendekat ke arahnya kemudian mencium bibirnya.


“mmm....” beberapa kali berciuman dengan Nathan membuat Jovi terbiasa akan hal itu. Dan kini ia tak malu-malu lagi membalasnya dengan hangat pula. “Jovi kau...” Nathan mengakhiri ciuman mereka namun sekarang gadis itu yang beralih mencium Nathan.


Sontak saja ciuman hot Jovi membuat daratan sedikit bergejolak karenanya.


“Ahh... kak.” Jovi mendesah saat pria itu beralih mencium lehernya. “Kak... aku harus turun dulu.” ucapnya masih menyentuh pipi Nathan.


“Sampai jumpa kak.” Jovi turun dari mobil. “Jangan lembur sampai malam.” kembali mengingatkan sembari melambaikan tangannya. “Ya, sayang.” Nathan pun segera melanjutkan mobilnya dan menutup kaca mobil.


Malam hari

__ADS_1


Terlihat Nathan baru pulang dari kantor dan pria itu mendengar ucapan dari Jovi. Kali ini dia pulang satu jam lebih awal dari biasanya.


“tap-tap...” suara dalam langkah kaki masuk ke rumah.


"Tuan sudah pulang ?” Bi Ijah menyambut kedatangan tuan rumahnya. “Ya Bi kebetulan semuanya sudah selesai jadi aku bisa pulang lebih awal.” Nathan berhenti sejenak saat bicara dengan pelayan di rumahnya untuk menghormatinya meskipun dia seorang pelayan.


“Tuan tadi nyonya kemari dan mencari mu.” Bi Ijah teringat pada pesan ibunya Nathan. “Pesan apa bi ?” Nathan yang sudah kembali berjalan dan sudah sampai di depan pintu kamarnya kembali berhenti. “Emm... hanya begitu saja pesan dari nyonya, tuan. Mungkin tuan sebaiknya menelepon nyonya untuk menanyakan langsung padanya.” jawab Bi Ijah yang kebingungan menjawab karena tadi tak sempat menanyakan pesannya lebih detail.


“Ya, bi terima kasih. Nanti aku akan mencoba menghubungi Ibu.” Nathan kembali berjalan, masuk ke kamarnya. “Apa yang ingin Ibu bicarakan padaku, ya ?” Nathan bertanya-tanya dan bermaksud menelepon ibunya nanti beberapa saat kemudian kemudian setelah meluruskan punggungnya yang terasa kaku setelah lembur seharian.


Baru saja ia menanggalkan pakaiannya dan berganti dengan piyama ponselnya berdering dan Nathan segera mengangkat teleponnya.


“Halo Jovi, ya aku sudah pulang 30 menit yang lalu.” Jovi sengaja menelepon untuk memeriksa maka kita itu bunda sudah pulang itu kembali lembur lama seperti biasanya.

__ADS_1


Nathan pun lihat asik mengobrol dengan Jovi hingga ia pun lupa untuk menelepon ibunya.


__ADS_2