Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 37 Curhat


__ADS_3

Tak lama kemudian mobil yang dikendarai oleh Shasha berhenti di sebuah pusat perbelanjaan di kota.


“Kemana Qiana dan temannya itu pergi ?” Mobil Nathan ikut berhenti tiga meter di depan pusat perbelanjaan. “Semua gadis itu sama saja, mereka suka shopping.” melihat dua gadis tadi turun dari mobil dan berjalan menuju ke pusat perbelanjaan. Nathan masih sering salah sebut Jovi dengan nama cinta pertamanya.


Namun ternyata Jovi dan Shasha tidak masuk ke pusat perbelanjaan dan mereka ternyata masuk ke sebuah restoran yang ada di samping pusat perbelanjaan itu.


“Ternyata mereka ke sana. Tepat sekali di jam makan siang ku.” Nathan memegang perutnya yang mulai terasa lapar.


Ia pun kemudian masuk ke area parkir dan berjalan menuju ke restoran tempat Jovi dan Shasha berada.


“Dia duduk di sana.” Nathan melihat Jovi dan temannya duduk di kursi belakang yang berada di sisi timur. “Sebaiknya Aku duduk di sini saja.” duduk di kursi yang ada di sisi barat, paling ujung sehingga pecel kemungkinan melihat ke arahnya.

__ADS_1


Jovi dan Shasha sudah memesan menu mereka sebelumnya dan terlihat mereka sedang menyantap menu mereka sambil bercakap-cakap.


“Tolong aku menu paket F.” Nathan menyerahkan daftar menu pesanannya pada seorang pelayan yang lewat. “Baik di tunggu, tuan.” pelayan membawa daftar pesanan Nathan dan segera membuatkan pesanannya.


Pria itu menatap intens Jovi yang terlihat dari samping, sambil menunggu pesanannya datang.


“Jadi Jovi bagaimana pernikahanmu dengan Deon ?” ucap Shasha menjadi penasaran sambil menyantap spaghetti di depannya. “Haah...” Jovi seketika terlihat lemas sebelum menceritakannya. “Ya... pria itu gila ku rasa.”


“Ya gila. Di malam setelah pernikahan dia... dia meninggalkan aku di kamar sendirian... dan aku memergoki nya tidur dengan gadis lain.” Jovi menjelaskan dengan susah payah dan bercampur rasa malu. “Dan setiap malam nya dia tidur dengan gadis yang berbeda lagi setiap malamnya.” wajah Jovi terlihat muak menceritakannya.


“Apa ?! Bukankah kau bilang sebelumnya Deon itu lembut dan perhatian sama kamu.” Shasha seperti tak percaya mendengar cerita Jovi. “Bagaimana dia bisa berubah drastis seperti itu ?”

__ADS_1


“Ku rasa ini true color-nya, tertutup topeng lembutnya yang baru aku ketahui.” Jovi kembali menjelaskan dengan berapi-api. “Kenapa kau diam saja pria itu bersikap semena-mena padamu ?” balas Shasha yang terkejut temennya itu diam saja diperlakukan seperti itu padahal biasanya Jovi itu berani dan selalu membalas jika ada seseorang yang berbuat usil atau jahat padanya.


“Bagaimana aku bisa membalasnya jika dia selalu mengancam ku dengan orang tua ku ? Dia bilang jika aku tak menurut padanya maka dia akan bilang pada ayah mertua untuk membatalkan bantuannya pada keluargaku. Aku benar-benar powerless dibuatnya.” Jovi tertunduk lemas.


“Apa sebenarnya yang diceritakan oleh Jovi ? Kenapa dia terlihat menggebu-gebu kemudian lemas seketika ?” Nathan melihat gerak-gerak Jovi dan mengamatinya dari kejauhan sambil menyantap menu makan siang yang telah dipesannya.


Shasha dan Jovi kembali bercakap-cakap dan bertukar pendapat.


“Aku merasa ada seseorang yang menatapku dari arah sana ?” Jovi menatap ke arah Nathan. “Apa dia tahu aku melihatnya ?” Nathan seketika mengambil koran yang kebetulan ada di dekatnya dan seketika membukanya untuk menutupi wajahnya.


“Mungkin hanya perasaanku saja.” Jovi kembali menatap Shasha dan melanjutkan obrolan mereka.

__ADS_1


__ADS_2