Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 28 Membebaskan Jovi


__ADS_3

Nathan yang berusaha untuk menyelamatkan Jovi terpaksa berbohong untuk menyelamatkan gadis itu dari cengkraman pria berhidung belang.


“Tuan... kau tak bisa membawanya pergi begitu saja.” ucap pria yang menawar Jovi tadi menatap Nathan tak terima, karena gadisnya direbut begitu saja dari tangannya di saat dia sedang melakukan negosiasi. “Aku sudah bernegosiasi dengan nona ini. Dan dia setuju pada ku.” Pria tadi musik keras dan tak ingin melepaskan Jovi begitu saja karena mengetahui gadis itu masih perawan.


“Siapa yang bilang mau denganmu, tuan ?” Jovi protes keras dan menatap tajam pada pria tersebut. “Ehm... nona Jovi bilang padanya jika kau adalah gadis ku.” Nathan menatap Jovi sambil mengedipkan sebelah matanya. “****.... pria ini... dia yang menyelamatkan aku semalam. Kenapa dia ada di sini ?” Jovi beralih menatap intens Nathan, dan tentu saja ia masih ingat pada pria yang menyelamatkan dirinya semalam.


“Apa dia minta aku bekerja sama dengannya ? Baiklah aku akan mengikuti permainannya.” Jovi mencoba menafsirkan apa yang dipikirkan oleh Nathan saat ini. “Ya tuan siapa nama mu aku tak mengenal mu. Aku adalah gadisnya.” ucapnya dengan lancar. “maksud ku dia pelanggan tetap ku.” ucap Jovi pada akhirnya sambil menatap pria tadi dan mengumpat dirinya sendiri dalam hati harus mengakui dirinya sebagai seorang gadis malam.


“Tidak bisa tuan, aku duluan yang sudah mendapatkannya. Jika mau kau boleh bersamanya setelah aku.” pria tadi bersih keras dan tak ingin melepas Jovi.


“Berapa kau membayar gadis ku ?” ucap Nathan seolah menantang pria tersebut. “20 juta. Jika kau bisa membayarnya lebih dari itu maka kau boleh membawanya.” pria tadi menyebutkan tarifnya karena ia yakin Nathan tak sanggup membayar lebih daripada dia. “50 juta. Aku membayarnya 50 juta per malam.” jawab Nathan asal untuk mematahkan tarif pria tadi.

__ADS_1


Glek.


Pria tadi hanya bisa menelan ludah mendengar tarif yang barusan disebutkan oleh Nathan yang sangat fantastis sekali dan tentu saja, ia tak bisa mengunggulinya lagi.


“Baiklah kau menang tuan.” pria tadi tak bisa berkutik dan akhirnya menyerahkan Jovi pada Nathan.


Petugas dan pria tadi kemudian pergi dari sana dan tinggallah Jovi dan Nathan berdua.


Jovi diam menatap intens pria di depannya. Ia yakin pria itu berusia di atasnya.


“Bagaimana jika aku memanggilmu kakak Nathan saja ?” Jovi tersenyum kecil pada Nathan. “Ya terserah kau sajalah Qia... emm Jovi.” Nathan hampir salah menyebut kembali nama Jovi, namun segera membetulkannya.

__ADS_1


“Sebaiknya kita segera pergi dari sini saja, atau kau akan berurusan dengan mereka lagi.” Nathan menarik Jovi kemudian berjalan menuju ke pintu keluar cafe. “Ya, tentu saja.” Jovi menjawab singkat dan mengikut saja saat Nathan menarik tangannya.


Sesampainya di luar cafe, Nathan melepas tangan Jovi.


“Aku tidak tahu jika tanpa bantuan kakak, apa yang akan terjadi padaku. Mungkin saja aku sudah...” Jovi tak kuasa melanjutkan ucapannya sendiri membayangkan apa yang terjadi pada dirinya jika saja Nathan tidak datang di waktu yang tepat untuk menyelamatkan dirinya.


“Baiklah kak, terima kasih atas bantuannya hari ini. Sampai ketemu lagi.” Jovi berpamitan kemudian berbalik meninggalkan Nathan.


“Hey tunggu !” Nathan mengejar Jovi. “Kau mau kemana ? Biar ku antar.” Nathan menawarkan tumpangan karena ia belum rela berpisah dengan Jovi. “Sebenarnya aku tidak pulang. Aku masih ingin cari udara segar. Dan aku tak tahu tempat-tempat di sini.”


“Aku tahu tempat di sini, aku akan mengantar mu.” Nathan kembali menawarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2