
Beberapa saat kemudian meeting dimulai. Terlihat Nathan memimpin jalannya meeting.
“Baiklah meeting kali ini resmi dimulai.” Nathan memberikan sambutan pembukaan meeting dan menyapa semua peserta meeting kali ini.
Meeting yang diselenggarakan kali ini dihadiri oleh banyak perusahaan besar yang hadir untuk mengajukan kerjasama dengan Atmaka Grup. Mereka semua hadir dengan membawa proposal penawaran agar pihak Atmaka grup tertarik dan menerima pengajuan proposal mereka. Karena bisa dipastikan jika berhasil melakukan kerjasama dengan pihak Atmaka Grup, bisa dipastikan perusahaan yang akan mendapatkan jaminan keuntungan besar.
“Berikut adalah produk unggulan kami.” Nathan menunjukkan beberapa produk unggulan perusahaannya yang menguasai pasar melalui paparan power point nya pada peserta meeting.
Terlihat para peserta meeting yang ada di sana semakin bersemangat setelah mendengarkan paparan dari Nathan.
Jovi menatap Nathan yang sedang memberikan paparan.
__ADS_1
“Kenapa dia memimpin jalan nya meeting ini ? Apa dia perwakilan yang ditunjuk oleh Atmaka group ?” Jovi menatap intens pria itu yang masih memberikan paparan. “Rani, apa kau tahu siapa pria ini memberikan paparan kali ini ?” Jovi iseng bertanya pada sekretarisnya dengan berbisik.
“Astaga, nona benar tidak tahu ?” Rani terkejut dan membalasnya dengan berbisik pula. Jovi hanya menggeleng saja. “Aku tidak tahu jabatan kak Nathan.” kembali berbisik.
“Nona kenal dengan tuan Nathan ?” Rani lebih terkejut lagi mendengar jawaban Jovi yang memanggilnya dengan sebutan kakak. “Ha... jangan tanyakan itu, jawab saja pertanyaan ku.” Jovi terus mendesak agar sekretarisnya itu memberitahunya.
“Tuan Nathan Alison... dia adalah CEO di perusahaan ini sekaligus putra dari pemilik Atmaka Grup.” Rani menjelaskan dengan berbisik kembali. “A-apa kau bilang ?!” Jovi terkejut dan sama sekali tak menduga jika pria yang dikenalnya adalah putra dari pemilik perusahaan terbesar di kota ini.
“Jovi... kenapa dia menatap ku seperti itu ?” Nathan beberapa kali mencuri pandang dan menatap ke arah Jovi meskipun ia sedang presentasi.
“Nona ini baru pertama kalinya Champion Grup mengajukan kerjasama dengan Atmaka Group. Tuan Samuel sangat berharap nona berhasil mengajukan kerjasama dengan pihak Atmaka Grup.” Rani menjelaskan pesan dari ayahnya Jovi.
__ADS_1
“Aku tidak tahu Rani, bisa gol atau tidak. Tapi aku akan mencobanya.” Jovi mencoba berpikir mencari cara agar perusahaannya lolos kali ini.
“Baiklah hadirin sekalian. Kalian bisa melakukan presentasi untuk memaparkan proposal penawaran kalian pada kami sebelum kami memutuskan dan memilih siapa yang akan bekerja sama dengan kami pada akhirnya.” Nathan mengakhiri presentasinya dan memberikan kesempatan pada semua klien yang hadir untuk memaparkan keunggulan serta visi misi dari perusahaan masing-masing klien yang hadir saat ini.
Satu per satu perwakilan dari beberapa perusahaan maju ke depan dan memberikan paparan mengenai visi dan misi perusahaan mereka.
“Terimakasih tuan André atas paparannya.” Nathan menilai paparan dari CNN Group kemudian memanggil klien lainnya untuk kembali memberikan paparan singkat selama 5 menit.
“Baiklah sekarang kita dengarkan paparan dari Champion Group. Perwakilan dari Champion Group dipersilahkan untuk maju ke depan.” setelah beberapa kali paparan dari beberapa perwakilan perusahaan kini tiba saatnya ia melihat paparan dari perusahaan yang pertama kali melanjutkan kerjasama dengannya.
“Jovi... ?!” Nathan terkejut saat yang maju ke depan ternyata adalah Jovi. Kedua mata mereka saling beradu selama beberapa detik. “Permisi...” Jovi mengambil mic yang dipegang oleh Nathan dan tersenyum kecil padanya.
__ADS_1
Nathan tak berani membalas senyum gadis itu di depan pasang mata klien yang menatap ke arah mereka dan berusaha tampil seprofesional mungkin.