
Tak terasa mereka berdua lama mengobrol dan hari semakin malam. Bahkan mereka sampai menghabiskan 3 kaleng botol minuman sambil mengobrol tadi.
“Bagaimana jika kita pulang sekarang ?” Nathan tiba-tiba mengajak Jovi pulang setelah melirik jam di tangan kanannya yang menunjukkan pukul 19.00 dan belum masuk ke rumah semenjak pulang kerja tadi.
“Ah.. ya baik kak.” Jovi berdiri dan mengambil kaleng kosong yang ada di meja kemudian membuangnya ke tong sampah yang ada di dekatnya.
Nathan kembali memegang tangan Jovi saat berjalan keluar dari taman dan menuju ke mobil.
“Dia menggandeng tanganku lagi.” Jovi menatap tangan Nathan dan merasakan tangannya yang besar juga hangat. Ia pun membiarkan pria itu memegang tangannya karena ia merasa nyaman.
“Kau ingin mampir ke mana lagi sebelum kita pulang ?” punya Nathan setelah mereka duduk di mobil dan melajukannya di jalanan. “Tidak kak, kita pulang saja.” Jovi menolak dan memilih untuk pulang ke rumah saja karena Deon pasti sudah pulang.
“Yakin tidak ingin mampir ke mana dulu ?” Nathan kembali bertanya sebelum mengemudikan mobilnya menuju ke Villa Cempaka. “Kita belum makan.” menawarkan untuk makan malam bersama.
__ADS_1
Jovi kembali menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari pria itu.
“Baiklah jika begitu kita pulang saja.” Nathan melajukan mobilnya ke jalanan menuju villa Cempaka.
Tak lama kemudian mereka tiba di sana.
“Tunggu !” Nathan menarik tangan Jovi saat gadis itu akan membuka pintu mobil. “Ya, kak.” Jovi berhenti dan menoleh ke samping. “mwah....” Nathan memegang kepala Jovi kemudian mencium dahinya. “Selamat malam.” beralih menatap intens Jovi dari jarak dekat.
Ya, sebenarnya tak hanya malu saja pada Nathan tapi karena ini merupakan ciuman pertamanya dengan seorang lelaki. Sebelum-sebelumnya meskipun ia menjalin hubungan dengan pria manapun, ia tak pernah melakukan kontak fisik dengan mereka.
“See you tomorrow, kak.” Jovi berpamitan dan segera turun dari mobil karena ia tak ingin hubungannya dengan Nathan terekspos dan di ketahui oleh Deon.
“klak.” setelah pintu mobil tertutup Jovi segera berlari masuk ke rumah sebelum Deon keluar untuk mencarinya.
__ADS_1
“broom...” mobil Nathan pun segera meluncur dan pergi dari sana karena ia juga tahu diri dan sadar diri jika Jovi masih berstatuskan sebagai suami orang dan dia tak ingin bertemu dengan Deon dulu untuk saat ini.
Di dalam rumah Jovi mencoba untuk berjalan santai dan bersikap wajar seperti biasanya.
“Dari mana kau ?” Deon berkacak pinggang menatap Jovi yang berjalan melewatinya di depan lorong menuju ke kamar. “Apa urusan mu ? Apa aku harus melaporkan setiap detik aktivitasku padamu ?” jawab Jovi seolah menentang dan berdiri di depan Deon sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
“Apakah seorang istri pantas berkata seperti itu pada suaminya ?” Deon menatap tajam Jovi karena merasa gadis itu mulai berani padanya.
“Ck... ck...urus saja gadis malam mu.” Jovi kemudian pergi berlalu dan meninggalkan pria itu dan berhenti di depan sebuah kamar.
“Kriek.” Jovi membuka pintu kamar tersebut dan melihat seorang gadis sedang memakai bajunya. “Argh.... !” dia menarik Gadis itu keluar dari kamar kemudian mendorongnya ke depan Deon. “Jika tak mau aku mengganggumu setiap malam, maka Jangan pernah mengusik hidupku apalagi mencampuri urusanku.”
Jovi kemudian berlalu pergi dari sana dan masuk ke kamarnya dan menutup pintunya dengan membantingnya keras.
__ADS_1