
Nathan sebenarnya terkejut dan bingung kenapa gadis itu bisa tiba-tiba mengikuti meeting apalagi mengikuti meeting di perusahaannya.
“Klak...” Nathan berlari keluar dari ruangannya menuju ke luar kantor. “Apa benar dia ada di sini ?” melihat ke luar mencari keberadaan Jovi dan tak menemukan gadis itu. “Kau ada di mana Jovi ?” terus berjalan sambil menatap ke sekitar untuk mencarinya.
“Aku juga tidak tahu berada di mana sekarang ini. Tadi aku ada di tempat parkir kemudian keluar dan sekarang berada di sekitar pohon rindang.” Jovi menjelaskan tempatnya berada saat ini.
“Pohon rindang di tempat parkir ?” Nathan kemudian berjalan menuju ke tempat parkir di perusahaannya. “Kenapa kau mengikuti meeting ?” kembali bertanya untuk mengulur waktu hingga ia menemukan gadis itu.
“Ya... karena ayahku sedang ada urusan jadi aku menggantikannya untuk meeting kali ini.” Jovi kembali menjelaskan sambil memperhatikan ke sekitar barangkali saja Rani datang mencarinya.
Nathan tiba di tempat parkir dan dia melihat satu per satu pohon yang ada di sana.
__ADS_1
“Dimana dia ? Di pohon itu dia tidak ada.” Nathan menuju ke salah satu pohon rindang yang ada di tempat parkir. “Di sini juga tidak ada.” mendatangi pohon rindang lainnya karena di sana memang banyak sekali pohon rindangnya, bahkan bisa dibilang perusahaan itu dikelilingi oleh pohon rindang.
“Ah...!” tiba-tiba ada sebuah bunga yang tertiup oleh angin jatuh di atas kepala Jovi. “Apa ini ?” Jovi mengambil sesuatu yang jatuh di kepalanya. “Bunga apa ini ? Aku baru melihat ada bunga berwarna biru yang kalau banyak mirip dengan kelopak bunga sakura seperti ini.” Jovi melihat dan terus menatap bunga yang ada di tangannya.
“Jovi kau kenapa ?” Nathan kembali bertanya untuk mengulur waktu. “Ah tidak kak. Aku melihat bunga indah berwarna ungu berjatuhan di sekitar ku.” Jovi menjelaskan.
“Bunga biru ? Apa itu ada di sisi utara tempat parkir ?” Nathan segera berlari menuju ke sana karena hanya ada satu pohon dengan bunga berwarna biru di kantornya. Dan pohon itu adalah pohon yang didapatkannya dari negara Filipina saat ia meeting di sana beberapa tahun yang lalu.
“Apakah itu Jovi ?” Nathan melihat sosok gadis mengenakan setelan berwarna mocca sedang memegang ponsel dan berbicara sambil memunguti satu persatu bunga yang berjatuhan dan mengumpulkannya. “Astaga itu benar Jovi !” Nathan tersenyum lebar dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Semuanya seperti tak masuk akal baginya namun inilah kenyataannya.
Nathan terus mengajak Jovi mengobrol sembari ia terus berjalan dengan langkah pasti menuju ke tempat Jovi berada saat ini.
__ADS_1
“Jovi apa kau sedang menghitung bunga berwarna biru di tangan mu ?” Nathan anti intinya melepas pandangannya dari sosok gadis yang kini berjarak 3 meter saja di depannya. “Apa ?” Jovi tampak bingung dan ia pun menoleh ke samping kanan juga ke samping kiri berpikir apakah pria itu juga ada di sana.
“Apa kau menoleh ke samping kanan dan ke samping kiri ?” Nathan kembali bertanya dan terus berjalan hingga jarak di antara mereka tinggal satu meter saja.
Jovi semakin bingung dengan apa yang diucapkan oleh Nathan, Bagaimana pria itu bisa mengetahuinya.
“Apa saat ini kau memakai setelan pakaian berwarna mocca ?”
Jovi pun menatap ke depan karena merasa suara Nathan terdengar jelas dari arah depannya.
“Kak Nathan ?!” Jovi pun terlihat shock berat melihat pria itu benar-benar ada di depannya dan menatapnya intens.
__ADS_1