Godaan Duren Impoten

Godaan Duren Impoten
Eps. 94 Putus


__ADS_3

Setelah mengamati jalanan akhirnya Jovi menemukan sebuah tempat yang tepat.


“Kita berhenti di sini saja kalau begitu.” Jovi menghentikan mobilnya di depan sebuah taman. Di sana memang banyak orang tapi tidak seberisik di cafe dan tempatnya luas.


“Kau ingin duduk di mana ?” tanya Jovi setelah mereka berdua turun dari mobil. “Di sana saja Jov.” Shasha menunjuk sebuah tempat yang sepi di tengah taman. Mereka berdua kemudian menuju ke tempat yang ditunjuk oleh Shasha dan duduk di sebuah kursi yang ada di samping air mancur taman.


“Kau mau minum apa ?” Jovi berdiri bermaksud untuk membeli minuman atau cemilan untuk menemani obrolan mereka. “Tidak, aku tak ingin minum ataupun ngemil. Jangan pergi duduklah di sini.” Shasha menarik tangan Jovi dan menahannya.


Jovi mengurungkan niatnya untuk pergi sebentar membeli minuman dan camilan, kemudian duduk kembali di samping sahabatnya.

__ADS_1


“Ceritakan pada ku, kenapa kau bersedih ?” Jovi menatap Shasha yang suaranya masih parau. “Jov... a-aku... sudah putus dengan Daniel.” Shasha berat mengucapkannya sambil menggenggam tangan Jovi erat untuk menahan tangisnya yang mau pecah kembali.


“Apa... ?! Bagaimana bisa ?” Jovi terkejut sekali mendengar apa yang barusan diucapkan oleh Shasha karena selama ini setahunya mereka berdua tak ada masalah sedikitpun. “Daniel menghamili seorang wanita dan dia harus segera menikah dengan nya.” Shasha memeluk Jovi dan menumpahkan semua tangisnya di sana.


“Daniel yang pendiam bisa menghamili seorang wanita ? Aku benar-benar tak menyangka dia tega melakukan hal itu padamu.” Jovi mengusap punggung Shasha untuk menenangkannya. “Kisah mu hampir sama denganku tapi kau lebih beruntung daripada aku karena belum sampai menikah dengan pria itu.” menepuk-nepuk punggung Shasha.


Shasha menumpahkan segala kesedihan dan kekecewaannya pada Jovi sampai ia benar-benar merasa plong.


“Terimakasih Jov. Aku sudah merasa lega walaupun masih sakit hati setelah menceritakan semuanya padamu.” Shasha melepaskan pelukannya. “Kau juga sebaiknya pikirkan dirimu sendiri mulai dari sekarang. Tak mungkin kau selamanya akan hidup seperti ini bersama Deon, bukan ?” Shasha balas memberikan semangat pada Jovi karena merasa mereka senasib sepenanggungan, dikhianati oleh pasangan mereka.

__ADS_1


“Ohh itu ya... aku belum terpikirkan.” Jovi tersenyum tipis setelah berpikir memang apa yang Shasha ucapkan benar adanya.


“Kau harus mencari lelaki lain yang bisa mengerti dirimu dan membebaskan mu dari Deon.” sambung Shasha memberi masukan pada Jovi karena dia juga merasa iba pada sahabatnya itu.


Shasha terpaku melihat jaket yang dikenakan oleh Jovi.


“Jaket yang kau kenakan seperti jaket pria ? Tumben kau memakai jaket seperti ini.” Shasha menyentuh jaket yang dipakai oleh Jovi. “Ahh ya ini... aku meminjamnya dari seseorang.” Jovi tak bisa bohong di depan temannya.


“Ha... ? Siapa yang meminjami dirimu jaket ?” Shasha penasaran dan terlihat antusias. “Ahh... itu... itu seorang teman pria yang baru ku kenal.” Jovi terlihat bersemu pipinya saat mengingat Nathan.

__ADS_1


“Apa dia suka pada mu ?” tanya Shasha mengejar. “Aku tidak tahu Sha. Tapi sepertinya tidak, mengingat statusku juga masih sebagai istri Deon.” Jovi menggigit bibirnya dan merasa getir akan hidupnya yang tidak jelas bagaimana ujungnya.


__ADS_2