Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Belajar Lembut


__ADS_3

Suara pintu gerbang terbuka, mobil Pak Dirja nampak masuk ke dalam garasi rumah besarnya itu.


Keyla masih nampak duduk di sofa ruang tamu rumahnya itu, menunggu Ayahnya datang.


"Ayah dari mana?" tanya keyla saat Ayahnya mulai masuk ke dalam rumah.


"Dari jalan-jalan sebentar cari angin, dengan Bu Lilis!" jawab Pak Dirja.


"Oh, kalau Ayah lapar, sudah ada makanan di meja Ayah!"


"Tapi Ayah tadi baru makan di luar sayang, sepertinya Ayah mau langsung istirahat saja!" kata Pak Dirja.


"Baiklah!"


"Di mana Ken?" tanya Pak Dirja.


"Di atas Ayah, lagi ngambek!" sahut Keyla.


"Ngambek??"


"Iya, ngambek! Kayak anak kecil kan? Suami kok bisa ngambek, dasar bocah!" sungut Keyla.


"Keyla! Jaga ucapanmu!" hardik Pak Dirja.


Keyla langsung terdiam seketika, dia menyadari sikapnya kini sudah sangat keterlaluan, walau bagaimana, sekarang Ken itu adalah suaminya, tidak seharusnya dia memandang rendah suaminya itu, apalagi di hadapan Ayahnya.


"Maaf Ayah!" ucap Keyla menunduk.


"Kamu tau, siapa Ken dulu? Laki-laki yang punya kebiasaan buruk, sering keluar masuk klub dan main perempuan, namun Ayah melihat dia sudah banyak berubah, seharusnya kamu mendukungnya!" kata Pak Dirja.


"Maaf!"


"Walau dia lebih muda dari mu, tapi dia punya tanggung jawab besar terhadapmu, mau berubah begitu drastis hanya untuk kamu dan calon anakmu!" lanjut Pak Dirja.


Keyla terdiam tidak menjawab perkataan Ayahnya lagi, Dia benar-benar merasa bersalah.


"Sekarang, lembutkan hatimu, minta maaflah pada suamimu!" lanjut Pak Dirja yang langsung pergi meninggalkan Keyla ke kamarnya.


Keyla yang termangu kemudian langsung melangkah menuju ke kamarnya juga.


Di dalam kamarnya, Ken nampak sedang tidur meringkuk di atas sofa.


Terdengar suara guntur yang menggelegar, di serta suara hujan yang baru saja turun membasahi bumi.


"Ken ..." panggil Keyla.


Ken tidak bergeming, dia tetap dalam posisinya.


"Ken, aku tau kamu belum tidur... maafkan aku ya!" ucap Keyla sambil duduk di sofa samping kaki Ken.


Ken tetap diam tak bergerak, Keyla mulai gusar.


"Ken, aku tau aku salah, tapi kan aku sudah minta maaf, masa kamu tidak mau memaafkan aku!" ujar Keyla.


Ken mulai bergerak namun tidak beranjak dari tempatnya.


"Ken, kenapa kamu tidak meresponku? Kamu beneran marah??" tanya Keyla sambil memegang kaki Ken.

__ADS_1


"Sudah malam Mbak, lebih baik kamu tidur saja!" sahut Ken yang masih terlihat memejamkan matanya.


"Tapi kamu sudah memaafkan aku kan?" tanya Keyla.


"Tergantung!"


"Lho kok tergantung?"


"Aku akan memaafkanmu, tapi dengan syarat!" kata Ken.


"Syarat? Syarat apa lagi??" tanya Keyla.


"Malam ini buat aku puas lahir batin!" sahut Ken.


"Apa?? Sembarangan! Aku tidak mau!" cetus Keyla.


"Oke, sekarang urus dirimu sendiri, aku mau tidur!"


Keyla terdiam, bingung apa yang mau di ucapannya lagi.


"Ken, tapi sebentar saja ya, kan sakit Ken!" ucap Keyla menunduk.


"Mbak Keyla serahkan saja padaku, di jamin tidak akan sakit, malah mungkin Mbak Keyla minta tambah!" jawab Ken.


"Dih, percaya diri sekali!" sungut Keyla.


"Sudah siap belum?" tanya Ken.


Demi sebuah maaf, Keyla menganggukan kepalanya.


"Awas kalau lama-lama!"


Dia lalu maju mendekati keyla, dan memegangi kedua bahu Keyla sambil menatap ke arah wajahnya.


Perlahan Ken mulai mengecup bibir Keyla dengan lembut dan hangat.


Keyla memejamkan matanya, tidak mau membayangkan kalau yang mencium bibirnya itu Ken, dia takut jijik.


"Kamu kenapa sih nyengir-nyengir gitu mbak??" tanya Ken bingung.


"Mulut kamu bau Ken!" sahut Keyla jujur.


"Hah hah hah!" Ken mengendus aroma mulutnya sendiri.


"Eh iya Mbak, tadi aku lupa sikat gigi, sebentar ya, aku sikat gigi dulu, tunggu di sini!" kata Ken.


Keyla menghempaskan tubuhnya di sofa, tidak pernah membayangkan akan memiliki suami model seperti Ken ini.


Tak lama kemudian Ken nampak sudah keluar dari kamar mandi. Dia tersenyum dan kembali mendekati Keyla.


"Kita main di tempat tidur saja Mbak!" ajak Ken.


Keyla menganggukan kepalanya, terpaksa menuruti keinginan suaminya itu.


Perlahan mereka mengulangi adegan yang tadi, walau sedikit jijik, lama kelamaan Keyla bisa menikmatinya juga.


Ken semakin ganas dan menggila, maklum saja, sejak mereka menikah, Ken tidak pernah sekalipun mendapat jatah dari Keyla, dia selalu menahannya.

__ADS_1


Baru kali ini, Keyla bisa membuka dirinya dan bersedia melayani Ken demi sebuah maaf.


Ken mulai melucuti pakaian Keyla, dia terlihat sangat piawai membuat wanitanya bertepuk lutut tak berdaya.


"Wow, ini adalah malam yang indah yang pernah ku lewati bersamamu Mbak!" bisik Ken dengan penuh gairah.


Keyla juga terlihat mulai tersulut api gairah permainan Ken, selama ini, dia tidak pernah merasakan sensasi sentuhan seorang laki-laki.


Keyla baru merasakan kenikmatan surga dunia yang di ciptakan oleh seorang Ken, playboy yang kini sudah bertobat menjadi calon Ayah yang baik.


"Ken, jangan lama-lama, cepat masukan milikmu, aku sudah tidak tahan!" bisik Keyla yang terlihat merem melek menikmati sentuhan tangan Ken di seluruh bagian tubuhnya.


"Sabar Mbak, sebentar lagi, di jamin Mbak keyla akan minta di malam-malam berikutnya, dan aku sangat bahagia!" ucap Ken.


Blesss!


Tiba-tiba Keyla langsung memasukan tubuhnya sehingga membuat Ken sedikit terkejut.


"Ah, kau lama sekali, dasar bocah cerewet!" sungut Keyla.


"Oh My God! Istriku agresif juga, kenapa tidak dari dulu Mbak!" Ken menjerit keenakan.


Malam itu mereka akhirnya merasakan nikmatnya surga dunia dalam rumah tangga mereka.


****


Sementara di kamarnya, Dio masih nampak duduk menghadap laptopnya di meja kerjanya, yang terletak di sudut kamarnya menghadap jendela, sambil memandang rintiknya hujan di malam hari.


"Mas ..." panggil Dinda. Dio menoleh.


"Ya, ada apa sayang?"


"Belum selesai pekerjaannya?" tanya Dinda.


"Sebentar lagi, aku baru memeriksa pekerjaan kepala divisi, selama aku tidak datang beberapa waktu lamanya, ternyata telah terjadi masalah yang cukup serius di kantor!" jawab Dio, matanya kembali menatap layar laptopnya itu.


"Maaf ya Mas, pasti gara-gara kamu mengurus ku!" ucap Dinda sedih.


"Tidak, bukan karena itu, jangan pernah berpikir seperti itu sayang!" sahut Dio.


"Lalu, apa yang bisa aku bantu sebagai seorang istri?" tanya Dinda.


"Kamu tidak perlu melakukan apapun, cukup mendoakan aku saja, itu saja, sudahlah sayang, kamu tidur duluan ya, ini sudah malam, sebentar lagi aku selesai!" jawab Dio.


"Tapi aku tidak bisa tidur Mas, entah kenapa!" ungkap Dinda.


"Hmm, ya sudah, aku temani ya!" Dio lalu menutup layar laptopnya dan berjalan ke arah tempat tidur.


"Lho Mas, kok di matiin laptopnya? Kan belum selesai!"


"Tidak apa-apa, yang penting kamu istirahat, mana mungkin aku membiarkanmu belum tidur semalam ini, ayo sayang, Mas usap-usap punggungnya ya!" ucap Dio.


Praaaang!!!


Tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca dari arah lantai bawah.


Bersambung....

__ADS_1


****


__ADS_2