Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Nasib Mr. Sam


__ADS_3

Dio dan Dinda terperangah pada saat melihat pelayan berseragam, yang kini ada di hadapannya itu, wajahnya menunduk, entah dia merasa malu atau apa.


"Mr. Sam??" tanya Dinda saat melihat pelayan itu.


"Selamat siang Bu Dinda!" ucap Mr. Sam yang ternyata adalah pelayan di restoran itu.


"Sejak kapan kau bekerja menjadi pelayan di sini Mr. Sam?" tanya Dinda.


"Pak Roni memecatku, karena Asti!" jawab Mr. Sam.


Dinda mengerutkan keningnya bingung.


"Memecatmu?"


"Karena Asti melakukan kejahatan dan kini di penjara, sebagai kekasihnya, aku kena imbasnya, Pak Roni memecatku demi nama baik sekolah!" jelas Mr. Sam.


Dinda menganggukan kepalanya, dia mulai paham posisi Mr. Sam saat ini, apalagi jaman sekarang mencari pekerjaan tidak mudah.


"Oh, maaf, saya akan pesankan pesanan kalian, pasti kalian sudah lapar!" kata Mr. Sam.


Dengan cepat Mr. Sam mengambil buku menu yang sudah di pesan Dio, lalu segera berjalan ke arah belakang.


Dinda sedikit tercenung melihat Mr. Sam yang kini bekerja sebagai pelayan di restoran itu, Dinda menyadari bahwa tidak mudah jaman sekarang untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan titel atau pendidikan kita.


Apalagi Dinda baru mengetahui, bahwa Mr. Sam dikeluarkan dari sekolah, karena Asti kekasihnya tersandung kasus kejahatan yang menyebabkan dia kini dipenjara.


"Dinda, kasihan sekali rekan kerja mu itu, dia pasti merasa tidak enak pada kita!" ucap Dio.


"Iya Mas, kasihan Mr. Sam, Mas ... apakah di kantormu tidak ada lowongan untuk satu orang, dari pada dia jadi pelayan restoran, sayang ilmunya Mas, dia kan mantan guru bahasa Inggris!" kata Dinda.


"Ya, kalau dia bisa berbahasa inggris, aku membutuhkan dia untuk menjadi penerjemah investor dari luar negri, juga asisten untuk aku meeting dengan kolegaku yang kurang bisa bahasa Indonesia!" jawab Dio.


"Beneran Mas??" tanya Dinda.


"Ya iyalah, sejak kapan aku suka bohong??" sahut Dio.


"Trimakasih ya Mas, nanti kamu sendiri saja Mas yang bilang sama Mr. Sam ya!"

__ADS_1


Dio menganggukan kepalanya sambil tersenyum, setelah itu tak Berapa lama kemudian, beberapa pelayan datang membawakan pesanan makanan yang telah mereka pesan itu.


Aneka hidangan lezat dan nikmat sudah tersaji di meja makan besar itu, mereka nampak makan bersama dengan penuh semangat karena perut mereka memang sudah lapar.


Chika juga hari ini terlihat sangat banyak memakan makanannya, anak itu juga sudah terlihat lapar sejak tadi.


"Chika, makannya pelan-pelan! Kalau kamu makan cepat-cepat, nanti kamu bisa tersedak!" kata Bu Lian memperingatkan.


"Iya Oma!" sahut Chika.


Mereka makan bersama sambil sesekali mengobrol dan bercanda. Namun anehnya mr. Sam tak lagi muncul di hadapan mereka, dan dia juga tidak terlihat di area restoran itu, entah dia pergi kemana atau mungkin saja dia malu.


"Din, mantan rekan kerjamu itu kemana? Kok dia menghilang?" tanya Dio setengah berbisik.


"Entahlah Mas, nanti kita ke belakang saja pas pulang, kan mau kasih dia pekerjaan!" sahut Dinda.


"Oke, Ayah dan Bunda juga Chika duluan ke mobil saja ya, aku dan Dinda masih ada urusan sebentar!" kata Dio.


Setelah selesai makan, Pak Frans, Bu Lian juga Chika kemudian berjalan dahulu ke parkiran, menuju ke mobil mereka, sementara Dio dan Dinda langsung menuju ke belakang, untuk menemui Mr. Sam yang kini menjadi pelayan di restoran itu.


Setelah di panggil oleh salah satu pelayan restoran yang lain, Mr. Sam nampak muncul dari arah dapur, dia dengan perlahan berjalan kearah Dio dan Dinda yang sedang menunggunya di dekat kasir.


"Ehm, aku hanya ingin menawarkan pekerjaan untukmu, di kantorku, mengingat kamu pandai berbahasa Inggris, menurut istriku!" jawab Dio.


"Benar Mr. Sam, kau cukup berkompeten dalam bahasa Inggris, sayang kalau hanya bekerja menjadi pelayan di restoran, tanpa bermaksud meremehkan, tapi kau punya bidang yang lain!" lanjut Dinda.


Mr. Sam nampak tertegun, Dia terlihat sedikit rikuh dan tidak percaya diri, dengan apa yang baru saja dia dengar dari Dio dan Dinda.


"Bagaiamana?? Apakah kau bersedia??" tanya Dio mengejutkan.


"Oh, Baiklah, saya bersedia, terimakasih untuk tawarannya!" jawab Mr. Sam sedikit gugup.


Dio kemudian mengeluarkan secarik kartu nama dari dalam dompetnya, kemudian dia menyodorkan ke arah Mr. Sam, dan Mr. Sam pun menerima secarik kartu nama itu dan membacanya sekilas.


"Kalau kau mau, besok pagi kau boleh datang ke kantor ku dan langsung bertemu dengan aku!" kata Dio.


Tak Berapa lama kemudian, Dio langsung menggandeng tangan Dinda dan melangkah pergi dari tempat itu menuju ke parkiran, di mana kedua orang tuanya dan anaknya sudah menunggunya.

__ADS_1


****


Sore ini Keyla sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter, karena kondisi Keyla dan bayinya semakin sehat.


Apalagi Keyla melahirkan secara normal, pemulihannya pun begitu cepat, Keyla hanya butuh menginap 2 hari saja di rumah sakit, setelah itu dia sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya.


Pak Dirja nampak membantu membawakan barang-barang milik Ken dan Keyla, dan langsung memasukkannya ke dalam bagasi mobil.


Sementara Bu Lilis nampak menggendong Kirana cucu sambungnya itu, di sampingnya ada Keyla yang juga berjalan bersama dengan Bu Lilis.


Mereka kemudian masuk ke dalam mobil, dan Ken langsung melajukan mobilnya itu menuju ke rumahnya.


Di sampingnya ada Pak Dirja, sementara di jok tengah ada Keyla bersama dengan Bu Lilis yang kini sedang memangku bayi Kirana yang sedang tertidur itu.


"Keyla, katanya asi mu sedikit keluar, Ibu sarankan kamu banyak mengkonsumsi sayur Katuk dan bayam, karena sayuran-sayuran itu akan merangsang pertumbuhan dan perkembangan asi, sehingga menjadi lebih banyak dan subur!" ucap Bu Lilis.


"Dia mana suka sayuran-sayuran seperti itu Bu! Keyla itu sukanya makan yang kering atau makan makanan yang lagi viral dan yang instan!" celetuk Ken.


"Sembarangan!" sungut Keyla.


"Suka tidak suka, demi kesehatan bayimu dan kesuburan Asi mu, kamu memang harus makan makanan seperti itu Keyla, pokoknya kamu tenang saja nanti Ibu yang akan memasaknya untukmu!" ujar Bu Lilis.


"Terima kasih Bu, Ibu tidak perlu repot-repot memasaknya untukku, biar nanti Bi Titi saja yang memasaknya!" ucap Keyla.


"Ibu tidak repot kok Nak, ibu juga paham kamu perlu dibantu, nanti ibu akan berikan makanan-makanan sehat untuk ibu menyusui, kan ibu juga sudah pernah pengalaman pada saat dulu melahirkan Dinda!" kata Bu Lilis.


Tak lama kemudian mereka pun sudah sampai di rumah, Keyla kemudian langsung membawa bayinya itu, dibimbing oleh Ken, naik ke atas menuju ke kamarnya, untuk beristirahat sejenak.


Pak Dirja dan Bu Lilis juga masuk ke dalam kamarnya dan langsung beristirahat karena lelah.


"Sayang, selain makanan, ada lho cara untuk memperbanyak ASI!" kata Ken.


"Cara?? Bagaiamana caranya?" tanya keyla.


"Gampang, setiap malam aku akan mengisap Asi mu, di jamin lancar dan deras!" sahut Ken dengan senyum menyeringai seperti srigala.


Bersambung....

__ADS_1


*****


__ADS_2