Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Perjuangan Keyla


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju ke rumah sakit, Keyla semakin keras berteriak dan mengeluh, karena perutnya yang terus saja kontraksi, yang kini durasinya semakin cepat.


Tiba-tiba darah mengalir turun ke kakinya, Ken terlihat sangat panik hingga beberapa kali dia hampir saja menabrak pengendara lain.


"Aduuuh Ken! Sakit sekali! Ayo cepat Ken! Aku sudah tidak tahan!" jerit keyla.


"Sabar sayang, ini jalanan agak macet, tumben, kayaknya ada kecelakaan deh!" sahut Ken.


"Aduuuh! Sakit Ken! Aku tidak tahan, sakit sekali, Aaarrrgghh!" Keyla mulai berteriak-teriak.


Ken semakin panik melihat istrinya yang sangat kesakitan itu, dia bingung harus berbuat apa, sementara rumah sakit masih jauh, di tambah jalanan yang agak macet, dan terdengar suara sirine Ambulans dan polisi.


Sepertinya di depan sana sedang ada kecelakaan, yang menyebabkan jalanan menjadi macet.


Wajah keyla sudah mulai kelihatan pucat karena dia menahan rasa sakit yang kini sedang menderanya.


Darah terus mengalir dari pangkal pahanya bercampur dengan air ketuban yang mungkin telah pecah.


Ken nampak semakin frustasi, melihat kondisi istrinya itu, sementara dia terjebak macet di jalanan.


"Keyla sayang, Sabarlah sebentar lagi, bertahanlah Sebentar lagi, atur nafasmu baik-baik, yakinlah kalau semuanya akan baik-baik saja!" ucap Ken berusaha untuk menenangkan istrinya itu.


"Tapi ini sakit sekali Ken! kamu tidak tahu sih, bagaimana rasanya! Perutku serasa di obrak-abrik, semua serba salah! Aduh! Sakit sekali ini Ken!" seru Keyla.


Sedikit demi sedikit Ken melajukan mobilnya, hingga tak sadar mereka sudah tiba di depan rumah sakit, Ken buru-buru langsung memarkirkan mobilnya itu, setelah itu dia menggendong keyla, beberapa perawat datang sambil membawa kursi roda. Keyla langsung masuk ke dalam ruang bersalin.

__ADS_1


"Wah, ini sudah pembukaan Lima! sebaiknya Berikan dia infusan, karena kelihatannya Kondisinya sudah melemah, karena dia kecapekan menahan sakit!" kata Sang dokter pada Seorang perawat yang ada di sebelahnya.


Sang perawat kemudian mulai melaksanakan apa yang diperintahkan oleh dokter itu.


Sementara Ken tak henti-hentinya mengusap-usap kepala Keyla, berusaha untuk menenangkan istrinya itu, sambil sesekali mengelus perut Keyla.


"Bagaimana keadaan istri saya dok? dia tidak kenapa-napa kan? Ayo dong lakukan sesuatu, Lihatlah dia begitu kesakitan sekali!" tanya Ken.


" Bapak Tenang saja dulu! kalau bapak panik itu malah akan memper buruk keadaan tanah istri anda bisa tambah panik dan cemas Tenang saja setiap orang yang melahirkan memang seperti itu! "jawab dokter itu.


"Dokter, Masa saya masih pembukaan lima sih? Ini sakitnya sudah ampun-ampun dan saya sudah tidak kuat lagi! saya harus menunggu Berapa lama lagi dok?" tanya Keyla dengan suara sedikit melemah.


"Bu Keyla sabar sebentar lagi ya! sekarang lebih baik atur nafas Bu Keyla, tarik nafas lalu hembuskan dengan menggunakan mulut, usahakan yang teratur ya Bu, supaya Ibu cukup mendapatkan asupan oksigen!" kata Sang dokter.


Akhirnya dokter itu pun meninggalkan Keyla dan Ken. Karena pembukaan Keyla masih pembukaan 5, menurut prediksi dokter untuk mencapai pembukaan 10, membutuhkan waktu yang agak lama, jadi Keyla dan Ken masih bisa menunggu.


"Bagaimana Keyla Ken? Dia masih belum lahiran juga? Memangnya masih lama ya pembukaannya?" tanya Bu Lilis beruntun.


"Kata dokter masih menunggu Bu! Tapi Keyla sudah kelihatan kesakitan, aku tidak tega melihatnya!" jawab Ken sambil menjambak rambutnya sedikit frustasi.


"Aaarrrgghh!!"


Tiba-tiba Keyla menjerit dengan sangat keras, Sepertinya dia sudah tidak tahan dengan sakit yang menderanya itu.


Tanpa menunggu lagi Ken segera berlari dari ruangan itu memanggil-manggil dokter, berteriak-teriak di sepanjang lorong rumah sakit itu, hingga menjadi pusat perhatian beberapa orang yang ada di situ.

__ADS_1


Seorang dokter dan beberapa perawat langsung masuk ke ruangan, mereka datang tergopoh-gopoh langsung memeriksa kondisi Keyla.


"Wah, sepertinya bayinya tidak akan lama lagi lahirnya, pak Ken silakan berada di sebelah istri anda untuk menenangkannya, Bu Keyla nanti ikut panduan saya ya, kalau sudah waktunya mengejan baru mengejan, jangan mengejan sebelum waktunya, Karena pembukaannya sudah terlihat sempurna meskipun belum sepenuhnya sempurna!" jelas sang dokter itu.


Ken menuruti titah sang dokter dia duduk di samping keyla sambil menggenggam hangat tangannya, mengusap keringat yang membasahi wajah Keyla, serta membisikannya dengan kata-kata lembut untuk menenangkan hati istrinya itu.


Sekitar dua jam Keyla menahan sakit, Dia terlihat begitu lemah, akhirnya Dokter memasang induksi pada Keyla, untuk mempercepat proses persalinannya.


"Dokter! Kalau istriku sudah tidak kuat, aku mohon lebih baik dioperasi saja! aku sangat tidak tahan melihat dia kesakitan seperti itu!" kata ken yang memohon kepada dokternya.


Dokter tidak menjawab ucapan Ken dia masih terus memantau dan memperhatikan kondisi Keyla.


"Bu Keyla, siap-siap mengejan Bu, satu kali saja ya, ini kepala bayinya sudah terlihat!" kata dokter.


Dokter pun mulai memandu Keyla, untuk menarik nafas dan mengejan satu kali sesuai dengan apa yang diperintahkannya.


Keyla berusaha menuruti sekuat tenaga, apa yang diperintahkan dokter itu padanya.


"Ya Bu sekarang! mengejan lah dengan tenaga yang ibu punya saat ini, satu kali saja ya!" seru sang Dokter.


Dengan sekuat tenaganya, Keyla kemudian mengejan sampai wajahnya berubah menjadi merah, dan keringat terus aja membasahi wajahnya, sementara Ken nampak begitu frustasi dan cemas, wajahnya terlihat sangat tegang.


"Oweeek ... Oweeek!"


Tak lama, terdengar lah suara tangisan bayi, Keyla terkulai lemah, sementara Ken menarik nafas lega, akhirnya bayi yang ditunggunya lahir juga, dia langsung memeluk wajah Keyla dan menciumnya dengan lembut.

__ADS_1


Bersambung ....


****


__ADS_2