Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Berhasil Kabur


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam 9 malam, Dio masih terjaga dan duduk di sisi tempat tidur dikamar itu.


Sementara Chika masih terlihat nyenyak tertidur, di tangan Dio kini ponselnya sedang aktif, perusahaan rental mobil kini sedang menuju ke lokasi yang Dio sudah bagikan, dan sekitar 15 menit lagi, mereka akan sampai di lokasi untuk memperbaiki mobil yang bannya kempes dan Dio bisa melanjutkan perjalanan pulang ke hotel dengan mobil yang baru.


Drrrt ... Drrrt .... Drrt


Ponsel Dio bergetar, Dio berdiri dari tempatnya, berusaha untuk mencari sinyal yang baik, dia membuka jendela kamar itu karena di daerah itu sungguh sinyal sangat buruk sekali.


"Halo Pak, kami sudah hampir tiba di lokasi!" kata suara di seberang. Dio tersenyum lega, ternyata mereka lebih cepat datang dari perkiraan.


"Baik, taruh saja Mobilnya di depan rumah, sebentar lagi saya akan keluar, setelah itu langsung kerjakan mobil yang rusak itu, karena saya buru-buru harus segera kembali ke hotel!" jawab Dio.


"Baiklah Pak Dio!"


Setelah selesai menelepon, Dio langsung bergegas bersiap diri, dia tidak ingin membangunkan Chika, karena itu Dio menggendong Chika dan perlahan membuka pintu kamar itu.


Suasana di rumah itu terlihat begitu sepi, kesempatan itu dipergunakan Dio untuk cepat-cepat berjalan ke arah pintu depan dan membukanya, kemudian Dio langsung berdiri di halaman rumah yang luas itu.


Sekitar 5 menit kemudian, mobil yang dimaksud sudah tiba, dan berhenti tepat di depan Dio.


Tanpa menunggu dan bertanya lebih banyak lagi, Dio kemudian langsung naik kedalam mobil baru yang dibawa oleh orang rental itu, kemudian mereka langsung memperbaiki mobil yang ban nya kempes itu.


Dan tanpa menoleh lagi, Dio segera menyalakan mesin mobilnya dan langsung mengendarai nya menembus kegelapan malam itu.


"Wah Syukurlah Chika, akhirnya kita bisa kembali ke hotel juga, Papa janji ini adalah terakhir kalinya kita kesini, ternyata tidak ada yang lebih baik daripada keluarga inti!" gumam Dio sambil mengelus rambut Chika yang tertidur di sebelahnya.


Dio terus melajukan mobilnya, tidak peduli dengan padang belantara yang dilewatinya, yang begitu gelap.


Meskipun dalam hati Dio bergidik, betapa gelapnya tempat ini, namun dengan penuh keyakinan dia terus melajukan mobilnya menyusuri jalan itu menuju ke daerah perkotaan.

__ADS_1


Ternyata perjalanan pulang kembali ke hotel yang terletak di pusat kota, lebih cepat daripada ketika saat mereka berangkat.


Sekitar 2 jam menempuh perjalanan, mereka akhirnya sudah sampai di daerah perkotaan, lampu-lampu sudah mulai terlihat gemerlap, berbeda dengan suasana yang baru saja Dio lewati tadi.


Chika nampak mengerjapkan matanya, karena dia terbangun, dia langsung mengedarkan pandangannya dan heran ketika disadarinya dirinya dan Papanya sudah berada di dalam mobil.


"lho Pa, kenapa kita sekarang ada di mobil? Perasaan tadi aku tidur dikamar deh, ini bukan mimpi kan Pa?" tanya Chika kebingungan.


"Tidak sayang, ini bukan mimpi, kita memang sekarang sedang menuju ke hotel tempat mama menunggu kita, mobil yang rusak tadi sudah diperbaiki oleh orang rental, ini mobil baru, jadi saat ini kita aman dan Sebentar lagi kita akan sampai di hotel!" jawab Dio.


"Horeeee!!" seru Chika senang.


Dio kemudian melipir dan mampir untuk membeli makanan, karena perutnya dirasa sangat lapar, Chika juga kelaparan karena sejak tadi belum memakan apapun.


Setelah membeli makanan, mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju ke hotel tempat mereka menginap.


Dinda terkesiap pada saat membuka pintu, Dio dan Chika sudah berdiri sambil tersenyum ke arahnya.


Spontan Dinda langsung memeluk keduanya.


"Kalian benar-benar membuat aku menjadi gila! Aku bahkan hampir saja lapor polisi!" seru Dinda.


"Sudahlah, sekarang lebih baik kita makan, aku sudah lapar!" kata Dio sambil masuk ke dalam kamar hotel itu di ikuti oleh Chika.


Mereka kemudian makan bersama di dalam kamar hotel itu. Wajah Dinda begitu berbinar dan bahagia, dia sempat berpikir kalau malam ini dia akan tidur sendirian di kamar hotel ini, harapannya pupus sudah, apalagi setelah dia beberapa kali mencoba menelepon Dio, tapi tidak kunjung berhasil.


Kini semuanya kekuatiran dan kecemasannya sudah berlalu, Dio dan Chika sudah ada di hadapannya dengan nyata.


****

__ADS_1


Sementara itu di dalam kamarnya, Keyla tidur dengan dipeluk oleh Ken.


Malam ini mereka begitu akur dan romantis, padahal sebelumnya mereka begitu kaku, apalagi Keyla, dia selalu gengsi jikalau ingin memperbaiki hubungan.


"Ken, kamu jangan tidur dulu! Gimana sih, baru juga sekali main, sudah tepar!" seru Keyla sambil mengguncang tubuh Ken yang terlihat sudah mulai tertidur dengan suara dengkuran halusnya.


Ken lalu mulai kembali mengerjapkan matanya.


"Mbak, kan sudah tadi kita pelepasan bersama, aku sedang capek ini, seharian kerja banting tulang buat kamu!" kata Ken.


"Gimana sih Ken, jadi laki-laki itu yang kuat perkasa dong, jangan lemah! Baru juga sekali, sudah loyo!" sungut Keyla.


"Aduuh, Mbak Keyla ini di kasih enak ketagihan terus, nanti subuh deh, kumpulin tenaga dulu aku, beneran aku dah capek seharian ini!" tukas Ken sambil kembali memejamkan matanya.


Keyla yang kesal kemudian menyingkap selimut Ken, dan mulai kembali memainkan milik suaminya itu, hingga Ken kembali terbangun.


"Hmm, kau membangunkan singa yang sedang tidur Mbak!" gumam Ken sambil menatap Keyla dengan penuh gairah.


Keyla tersenyum senang, aksinya membuahkan hasil.


"Ayo! Tunjukkan lagi keperkasaanmu Ken!" bisik Keyla.


Tanpa menunggu lagi, Ken segera menerkam Kelya dengan buas, kembali membuat Kelya kuwalahan dan tak berdaya.


Bersambung ...


****


Kisah ini akan tamat di akhir bulan ini, Ayo tetap dukung author supaya tetap semangat 😊😊🥰😋

__ADS_1


__ADS_2