
Keyla langsung berlari menuju ke gudang tua itu, di dalam gudang itu Ken nampak tergeletak dengan tubuh babak belur, banyak luka luka lebam di sekujur tubuhnya, juga darah yang mengalir dari hidung dan mulutnya.
Keyla langsung berlari menghambur ke arah Ken dan memeluknya dengan erat sambil menangis.
"Ken! Ayo bangun Ken! Buka matamu! Jangan mati Ken! aku belum siap kalau anak kita harus kehilangan ayahnya sebelum lahir! Ayo buka matamu Ken! bangun! Aku membutuhkanmu!" jerit Keyla sambil menangis.
Namun Ken tetap tak bergeming dari tempatnya, tidak bergerak sedikitpun.
Keyla mengguncang-guncang tubuh Ken sambil menangis, dua orang polisi kemudian datang menghampiri Keyla yang masih bersimpuh sambil memeluk Ken.
"Maaf Bu, baiknya Dia segera dilarikan ke rumah sakit, sebelum nyawanya tidak tertolong lagi!" kata salah seorang polisi.
"Tidak! Ken tidak boleh mati! Tolong bantu bawa dia ke rumah sakit Pak, tolong!" mohon Keyla sambil mengatupkan kedua tangannya dihadapan polisi tersebut.
kedua orang polisi itu menganggukkan kepalanya, kemudian mereka mengangkat Ken keluar dari gudang tua itu dan menaikkannya sebuah mobil polisi.
Kemudian suara sirine kembali terdengar dimalam yang gelap itu, memecah Kesunyian dan keheningan malam.
Mobil polisi itu membawa Ken menuju ke rumah sakit.
Sementara Keyla buru-buru kembali ke mobil yang masih terparkir, di mana Chika masih terbaring di sana, dengan cepat dia menyalakan mesin mobilnya dan menyusul mobil polisi itu untuk segera menuju ke rumah sakit, karena Chika juga membutuhkan pertolongan, anak itu kelihatannya begitu lemah, mungkin dia dehidrasi karena kurang cairan di tubuhnya.
Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di rumah sakit, Ken dan Chika segera dilarikan ke ruang UGD untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"Mbak, kami mohon anda segera ke kantor Polisi untuk memberikan keterangan terkait dengan penyekapan seorang anak di sebuah gudang tua, karena anda adalah saksi kunci dari kasus ini!" kata salah seorang polisi yang berjalan mendekati kelayang sedang menangis di depan ruang IGD.
"Apa Bapak tidak melihat suami saya bagaimana keadaannya? Dia lebih penting daripada hanya sekedar laporan! Aku tidak mau ke kantor polisi! Aku mau Disini menunggu suamiku, juga anak itu!" cetus Keyla.
"Baiklah, sementara situasi aman terkendali, meskipun salah seorang diantara mereka berhasil meloloskan diri, namun kami bisa meminta dua orang yang tertangkap itu untuk memberikan keterangan, tapi tetap saja kami membutuhkan keterangan dari Mbak Keyla juga Mas Ken!" jelas polisi tersebut.
__ADS_1
Keyla diam saja tanpa menanggapi ucapan dari polisi tersebut, yang ada di pikirannya saat ini hanyalah bagaimana kondisi Ken dan juga Chika yang saat ini sedang sakit dan kritis.
Ingin rasanya Dia menelepon Dio atau Dinda, namun lagi-lagi dia teringat ponselnya sudah hancur dibanting oleh salah seorang penjahat tersebut.
Seorang Dokter dan Seorang perawat keluar dari ruang UGD itu, tanpa menunggu lagi, Keyla segera berjalan mendekati dokter itu untuk menanyakan keadaan suaminya, dan juga Chika.
"Bagaimana kondisi suaminya saya Dokter? Dia tidak apa-apa kan? Dia bisa sembuh kan??" tanya Keyla beruntun.
"Tenang Bu Keyla, saat ini suami anda sedang di tangani, dia belum sadar, ada luka benturan cukup fatal di kepalanya, akibat di pukul oleh balok kayu, semoga saja tidak menimbulkan hal yang mengkhawatirkan!" jelas Dokter.
"Ya Tuhan Ken, kenapa bisa sampai seperti itu, semuanya ini aku yang salah! Seandainya aku tidak ikut permainan penjahat itu!" pekik Keyla dalam ledakan tangisannya.
"Bu, sebaiknya orang tua Chika di telepon saja, supaya dia segera dapat di jenguk, nanti sebentar lagi Chika akan di pindahkan ke ruang perawatan!" kata Dokter.
Keyla menyeka air matanya yang membasahi wajahnya. Sejenak kemudian dia tersadar kalau dia memang membutuhkan ponsel untuk menghubungi keluarganya.
"Dokter, Apakah aku boleh pinjam ponsel sebentar? ponsel ku hancur dan ponsel suamiku juga aku tidak tahu ada di mana!" tanya Keyla.
Tanpa bertanya lagi Keyla segera berjalan menuju ke resepsionis yang ada di depan pintu utama lobby.
Di atas meja resepsionis itu ada sebuah telepon, dengan cepat Keyla langsung mengambil telepon itu, dan memencet nomor telepon ayahnya yang sudah sangat di hafalnya itu.
Beberapa kali Keyla memencet nomor telepon ayahnya, namun tidak diangkat-angkat juga.
Mungkin ayahnya memang sudah tertidur lelap, karena saat ini sudah tengah malam, waktu sudah menunjukkan jam 1 dini hari.
Akhirnya setelah beberapa kali mencoba, telepon Keyla pun diangkat oleh ayahnya.
"Halo ..."
__ADS_1
"Ayah, ini aku keyla, Ayah, bisakah Ayah datang ke rumah sakit sekarang?? Ken sedang kritis Ayah!" kata Keyla sambil terisak.
"Apa?? Ken kritis? Apa yang terjadi dengan kalian??" tanya Pak Dirja bingung dan cemas.
"Panjang ceritanya Ayah, datanglah sekarang, aku membutuhkan Ayah, aku ada di rumah sakit Dokter Dicky, Ayah datang ya!" jawab Keyla.
"Iya Nak, Ayah datang sekarang, lau tenanglah, ini Chika juga belum di temukan, kasihan Dio dan Dinda!"
"Chika ada di sini Ayah!"
"Apa??"
"Iya, Chika ada di sini, dia ada bersama Ken, Ayah, tolong beritahu Dio dan Dinda!" ucap Keyla.
"Baik, Ayah akan ke sana sekarang juga, tunggulah Ayah Nak!" pak Dirja langsung menutup panggilan teleponnya.
Setelah selesai menelpon ayahnya, Keyla kemudian kembali ke depan ruang UGD.
Beberapa orang perawat keluar dari ruangan itu dengan membawa Chika, untuk dipindahkannya ke ruang perawatan.
Sementara Ken masih ditangani oleh beberapa dokter dan perawat karena lukanya yang cukup serius.
Keyla kemudian mengikuti Chika sampai dia tiba di ruang perawatan.
Setelah Chika dipindahkan dan sudah dipasangkan selang infus, kemudian beberapa perawat itu pergi meninggalkan ruangan itu.
Keyla maju dan duduk di sebelah ranjang Chika, anak itu kelihatannya tertidur karena pengaruh obat yang diberikan oleh dokter, di tambah lagi Chika mengalami Kelelahan yang amat sangat.
"Chika, walaupun dulu aku begitu kesal terhadapmu, karena kau sering mengerjai aku, tapi melihatmu dalam keadaan seperti ini aku kasihan juga, kamu tenang saja, sebentar lagi orang tuamu pasti akan datang untuk menengok mu dan menemukanmu dalam keadaan selamat!" ucap Keyla sambil mulai membelai rambut Chika dengan lembut.
__ADS_1
Bersambung...
*****