Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Suster Anna Kabur


__ADS_3

Pak Dirja kemudian langsung berjalan ke arah ruang makan, Suster Anna nampak sibuk menata dan menyajikan makanan di atas meja makan besar itu.


"Suster Anna!" panggil Pak Dirja.


"Ya Tuan?"


Suster Anna menoleh ke arah Pak Dirja, dan menghentikan aktivitasnya.


"Bisa ikut aku sebentar? Ada yang mau aku bicarakan padamu!" kata Pak Dirja.


"Baik Tuan!"


Suster Anna kemudian mengikuti langkah Pak Dirja menuju ke ruang tamu.


Beberapa orang teman Pak Dirja sudah pulang karena hari sudah menjelang magrib.


"Ada apa Tuan?" tanya Suater Anna.


"Sekarang Katakan padaku, dari mana kau berasal, dan ceritakan asal usulmu!" kata Pak Dirja.


suster anak terdiam Ketika pak Dirja mengajukan pertanyaan seperti itu, wajahnya nampak bingung dan gundah.


"Saya ini berasal dari Sukabumi Tuan, saya ini yatim piatu tidak punya orang tua, dan seorang kenalan saya menawarkan saya pekerjaan disini, Sebelumnya saya ini adalah perawat di salah satu rumah sakit di daerah Sukabumi!" jawab suster Anna.


"Kalau begitu, aku minta padamu semua data tentang dirimu, KTP dan kartu keluarga, harap kau serahkan padaku!" kata Pak Dirja.


Suster Anna nampak sedikit gelagapan, sejak awal dia masuk ke rumah ini, dia memang tidak meninggalkan identitasnya seperti KTP ataupun KK, itu karena Dinda sudah percaya pada sahabatnya, kalau rekomendasi dari sahabat itu pastinya yang terbaik.


"Baik Tuan, saya akan ambilkan dulu berkasnya, saya akan cari dulu, nanti malam saya akan serahkan pada Tuan!" jawab suster Anna.


"Baiklah, kalau begitu Kamu boleh kembali dan mempersiapkan apa yang aku minta tadi, aku menunggu!" kata Pak Dirja.


Setelah itu suster Anna nampak berdiri dan Kembali menuju ke kamarnya yang ada di belakang, di samping kamar Mbak Yuyun.

__ADS_1


Pak Dirja kemudian kembali ke dalam kamarnya untuk mandi dan beristirahat sejenak.


Chika terlihat sedang tertidur pulas di atas tempat tidurnya, ditemani oleh Bu Lilis.


Melihat Pak Dirja masuk kedalam kamarnya, Bu Lilis segera bangun dan duduk di sofa yang ada di sudut kamar itu, mereka kemudian mengobrol di sana.


"Bagaimana Mas Dirja? Apakah sudah ada titik terang?" tanya Bu Lilis.


"Saat ini, satu-satunya orang yang dicurigai adalah suster Anna, dan aku baru saja menginterogasinya dan memintanya untuk menyerahkan dokumen pribadinya!" jawab Pak Dirja.


"Kalau semua bukti sudah mengarah ke sana, kenapa tidak langsung diamankan saja suster Anna?" tanya Bu Lilis.


"Aku tidak bisa menangkapnya begitu saja, kalau aku belum cukup mengumpulkan bukti-bukti, Yuyun juga mengatakan kalau di kamar suster Anna ada orang lain yang tinggal, terlihat dari pakaian yang menumpuk juga sampah bekas makanan, tapi aku belum bisa menuduh dia karena orangnya pun aku tidak menemukannya!" jawab Pak Dirja.


Bu Lilis mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Setelah itu Pak Dirja beranjak mengambil handuknya dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi, Pak Dirja bersiap-siap keluar dan langsung menunggu suster Anna yang katanya akan menyerahkan dokumen pribadinya itu.


Mbak Yuyun nampak sedang membersihkan dapur pada saat Pak Dirja melewatinya.


"Yuyun, kamu lihat suster Anna tidak?" tanya Pak Dirja.


"Suster Anna? Tadi aku melihatnya Berjalan ke depan!" sahut Mbak Yuyun.


"Aduh, kau ini bagaimana sih Yun? harusnya kau cegah kalau tadi dia pergi ke depan! kan kamu tahu kalau kamarnya itu mencurigakan!" ujar Pak Dirja.


"Ya maaf Tuan, aku pikirkan dia cuman ke depan saja, aku mana berpikir kalau dia akan pergi atau kabur gitu!" sahut Mbak Yuyun.


Tanpa menunggu lagi pak Dirja langsung dengan cepat berjalan ke arah depan, suster Anna sudah tidak ada lagi di sana.


Lalu dia berjalan ke arah pos security, di mana Bang Jarwo berjaga.


"Jarwo Apakah tadi kau melihat suster Ana lewat sini?" tanya Pak Dirja.

__ADS_1


"Iya Tuan, baru saja suster Anna minta keluar, katanya dia mau pergi ke warung untuk membeli pembalut!" jawab Bang Jarwo


"Bodoh! Kenapa kau biarkan dia pergi dari rumah ini? Kau tahu tidak kalau suster Anna itu tersangka utama dalam kejahatan di rumah ini!" seru Pak Dirja kesal.


"Maaf tuan rumah saya mana tahu kalau suster anak itu adalah tersangka utama, tadi dia hanya pamit ingin ke warung membeli pembalut, karena kasihan ya saya biarkan saja dia pergi!" kata Bang Jarwo dengan raut wajah yang terlihat sangat menyesal.


Kemudian dengan cepat Pak Dirja langsung merogoh ponselnya dan mulai menelpon semua teman-temannya untuk dikerahkan mencari suster Anna.


Kesempatan ini dipergunakan oleh Pak Dirja untuk menggeledah seluruh isi kamar suster Anna ditemani oleh Mbak Yuyun.


Di dalam kamar suster Anna, memang ditemukan beberapa Pakaian kotor yang menumpuk di keranjang pakaian dan jumlahnya itu cukup banyak, tidak mungkin suster Anna memakai pakaian sebanyak itu, dan benar juga di tempat sampah yang ada di sudut kamar itu banyak terdapat sampah-sampah bekas makanan yang jumlahnya juga lumayan banyak, tidak mungkin suster Anna juga makan sebanyak itu.


Kemudian Pak Dirja dan Mbak Yuyun mengedarkan pandangannya ke seluruh isi kamar, kalau-kalau ada sesuatu yang mencurigakan.


Tiba-tiba mata Mbak Yuyun tertuju pada sebuah lemari tua yang ada di sudut kamar itu, lemari itu terlihat begitu besar meskipun kelihatan tua dan kusam, perlahan Mbak Yuyun berjalan ke arah lemari itu.


Dengan perlahan Mbak Yuyun kemudian mulai membuka gagang pintu lemari itu.


Setelah Pintu itu terbuka Mbak Yuyun sedikit syok dan membulatkan matanya, di dalam lemari itu banyak terdapat 3 senjata api yang ada di dalam lemari itu.


Mbak Yuyun langsung melaporkan penemuannya itu pada Pak Dirja yang sedang mengamat-amati sekeliling kamar itu.


"Tuan! di sini banyak sekali senjata apinya! dan anehnya hanya terdapat di lemari ini yang kami pun tidak tahu!" kata Mbak Yuyun.


Pak Dirja kemudian langsung menghampiri kearah lemari itu, dia mengamati dengan seksama senjata tajam yang kini terpampang di hadapannya itu, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah ada beberapa tumpuk bungkusan yang pernah ditemui oleh Mbak Yuyun di meja dapur, itu adalah racun yang mematikan.


"Tidak diragukan lagi! suster Anna adalah tersangka utama kejahatan di rumah ini!" gumam Pak Dirja.


Kemudian dia mengambil beberapa senjata api dan bungkusan racun itu sebagai barang bukti, saat ini suster Anna sedang dalam pengejaran pihak Kepolisian, karena barang bukti telah terkumpul tapi ada satu hal lagi yang belum ditemukan, yaitu siapa orang lain yang tinggal di dalam kamar ini selain suster Anna.


Bersambung ...


****

__ADS_1


__ADS_2