Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Penghuni Lain Dalam Rumah


__ADS_3

Dio langsung membuka pintu kamarnya itu, kemudian dia segera duduk dan melihat istrinya tertidur di atas tempat tidurnya itu dengan begitu pulas, Dio tidak tega untuk membangunkannya.


Padahal di tangannya itu sudah ada puyunghai yang dipesan oleh Dinda, sengaja dia membawakannya ke atas, supaya Dinda bisa langsung memakannya, supaya Dinda tidak turun ke bawah, ada rahasia besar di rumah ini yang tidak Dinda ketahui.


Dio membelai lembut rambut Dinda, hingga wanita itu mulai mengerjapkan matanya.


Aroma fuyunghai langsung menyergap di indra penciuman Dinda, hingga wanita itu langsung membuka matanya sempurna, dan dia langsung bangun dari posisi berbaring nya.


"Aku tahu kamu pasti sudah lapar karena mencium aroma makanan ini kan? aku sudah menyiapkannya untukmu, Kau sudah tidak usah pergi kemana-mana dan tinggal menyantapnya saja di sini!" ucap Dio sambil mulai membuka bungkusan makanannya.


"Waaah, enak sekali kelihatannya! Mas Dio pintar pilih makanan enak!" seru Dinda antusias.


"Oya dong, kalau untuk istri, pasti akan di berikan yang terbaik dan terenak!" sahut Dio.


"Trimakasih ya Mas, tapi ... aku mau makannya di suapin sama Mas Dio!" kata Dinda.


"Tentu saja sayang, aku memang ingin menyuapi istriku ini kok, ayo, buka mulutmu!"


Dinda membuka mulutnya, kemudian dia mulai mengambil makanan yang sudah ada di piring itu, lalu menyuapkan nya sedikit demi sedikit ke mulut Dinda.


Sesekali Dinda juga menyuapkan makanannya itu ke mulut dan mereka saling makan bersuap suapan.


Mereka terus makan ber suap-suapan hingga makanan mereka habis tanpa sisa.


Dinda kelihatan begitu senang dan bahagia, diperlakukan begitu lembut oleh Dio suami tercintanya itu.


Dan sampai detik ini juga, Dio masih menutupi soal kasus yang kini sedang terjadi di dalam rumahnya, dia sangat tidak ingin membuat Dinda cemas dan khawatir, yang akan mempengaruhi bayi yang ada dalam kandungan istrinya itu.


"Mas, aku bosan di kamar, aku ingin jalan-jalan keluar!" kata Dinda tiba-tiba.


"Kamu mau kemana sayang? Dokter kan bilang harus hati-hati, jangan banyak bergerak, kandungan masih rentan!" sahut Dio.

__ADS_1


"Iya Mas, tapi masa aku di kamar terus, kan bosan, kita ngobrol kek di taman, atau di pinggir kolam renang!" ajak Dinda.


"Oke, besok-besok aku akan ajak kamu jalan-jalan, tapi tidak sekarang ya, sekarang kamu di kamar saja, biar aku yang menemani kamu biar tidak bosan!" ucap Dio.


Akhirnya Dinda menganggukkan kepalanya, menuruti ucapan suaminya itu, meskipun dia sedikit heran dan tidak mengerti kenapa seolah Dia sangat takut kalau dia keluar dari kamar.


Sepanjang sore itu Dio terus menemani Dinda di kamarnya, Mereka nonton bersama, bernyanyi karaoke Bersama, bercanda bersama.


Dia benar-benar membuat Dinda nyaman sehingga dia tidak lagi keluar dari kamarnya itu.


Hal itu dilakukan supaya Dinda tidak keluar dan turun kebawah, sebab dibawah sudah ada Intel dan beberapa orang yang sedang menyelidiki kasus di rumah ini.


Pak Dirja yang kini sedang berupaya untuk membongkar kejahatan dan skandal yang ada di rumah ini yang terselubung itu, dia mengarahkan segala cara untuk bisa menyelidiki apa yang selama ini tersembunyi di rumah anak menantunya itu.


****


Sementara itu di lantai bawah, sudah ada beberapa orang detektif teman dari Pak Dirja yang mulai menyelidiki kondisi keamanan rumah Dio.


Chika masih berada di dalam kamar Pak Dirja dan Bu Lilis, anak itu masih sedikit syok karena kejadian yang dialaminya, di mana orang yang menyerupai Mamanya itu, berusaha untuk membawanya pergi.


"Nenek, kenapa dirumah kita banyak orang ya?" tanya Chika.


"Iya sayang, orang-orang itu ingin mencari orang jahat yang berusaha untuk menjahati keluarga ini, Jadi Chika tenang saja ya semuanya pasti aman kok, tidak akan ada lagi orang yang macam-macam sama Chika, juga sama keluarga Chika!" jawab Bu Lilis yang sedari dari tadi terus menemani Chika di dalam kamarnya itu.


"Nenek, aku kangen sama Mama, aku mau ke kamarnya Mama Dinda, Ayo antarkan aku ke sana nih!" ajak Chika.


Bu Lilis terkejut mendengar permintaan Chika, kalau sampai Chika bertemu dengan Dinda saat ini, Chika dengan tingkah polosnya dan jujur pasti akan mengatakan apa yang terjadi sebenarnya.


Padahal semua orang saat ini sangat menjaga, supaya Dinda tidak tahu apa yang terjadi di rumahnya, berhubung Dinda baru hamil dan kehamilannya itu cukup beresiko.


"Chika, saat ini kan mama Chika sedang istirahat tuh di atas, soalnya mama Dinda sedang menjaga adik bayi yang ada di dalam perut, Jadi Chika sabar dulu ya nanti kalau mama Dinda nya sudah kuat, Dedek bayinya juga sudah kuat, nanti baru deh Chika bisa bermain-main dengan mama Dinda!" ucap Bu Lilis.

__ADS_1


"Yaaah!"


Wajah Chika berubah menjadi murung dan kecewa, sama Padahal anak itu sudah sangat ingin bermain-main dengan Dinda seperti biasanya.


Tapi entah mengapa hari ini semuanya begitu aneh, Chika terus berada di kamar bu Lilis, sementara Dinda tidak turun dari kamarnya.


Sementara itu, Pak Dirja dengan beberapa orang rekannya terlihat sedang memantau dan mengelilingi taman rumah Dio, tiba-tiba dari arah dapur, Mbak Yuyun datang menghampiri Pak Dirja.


"Ada apa Yun?" tanya Pak Dirja.


"Tuan, semua kamar sudah saya periksa dan hasilnya tidak ada yang mencurigakan, tapi di kamar suster Anna ada yang aneh!" jawab Mbak Yuyun.


"Apa yang aneh Yun?" tanya Pak Dirja penasaran.


"Sepertinya nya suster Anna tidak tinggal sendirian, seperti ada orang lain yang tinggal bersama dengan suster Anna di kamarnya!" jawab Mbak Yuyun.


"Kenapa kamu bisa berkata begitu Yun? Memangnya kamu punya bukti apa mengatakan kalau di kamarnya suster Anna ada orang lain yang tinggal?" tanya Pak Dirja.


"Itu lho Tuan, baju kotornya suster Anna itu banyak sekali, tidak mungkin kalau dia sendirian bajunya sebanyak itu, di keranjang sampah di dalam kamar juga terlihat banyak tumpukan sampah, sampah makanan banyak sekali Tuan, tidak mungkin suster Anna memakan semua makanan itu sendirian!" jawab Mbak Yuyun.


Pak Dirja nampak mengernyitkan keningnya seperti seorang yang sedang berpikir, kemudian dia mengangguk-anggukan kepalanya seperti orang yang paham akan sesuatu.


"Sekarang Katakan padaku, di mana suster Anna?" tanya Pak Dirja.


"suster Ana sedang membantu menata meja makan untuk persiapan makan malam nanti pak! " jawab Mbak Yuyun.


"Apa? Menata meja makan?" gumam Pak Dirja.


Tiba-tiba Dia teringat akan penemuan satu bungkus racun yang mematikan di meja dapur waktu itu.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2