
Setelah mengantarkan Dinda ke apartemennya, Dio lalu pulang ke rumahnya bersama dengan Chika.
Saat Dio mulai memasuki gerbang rumahnya itu, matanya melihat sebuah mobil yang terparkir di depan rumah besarnya, baru pertama kali ini Dio melihat mobil itu, itu bukan mobil kedua orang tuanya.
"Siapa yang datang Mbak Yuyun?" tanya Dio saat Yuyun keluar rumah sambil membawakan tas Chika dan tas kerja Dio.
"Itu lho Pak, tamu yang waktu kemarin itu, tapi sekarang dia datang sendiri, Bapaknya nggak ikut!" jawab Mbak Yuyun.
"Siapa sih?" gumam Dio yang langsung masuk ke dalam rumahnya itu.
Dio tertegun saat melihat di ruang keluarga, Bu Lian sedang mengobrol dengan sangat akrab dengan Keyla, anak pak Dirja, rekan bisnis ayahnya yang kemarin itu pernah datang ke rumah Dio.
"Itu orangnya sudah datang! Kau panjang umur Dio, baru saja kami membicarakanmu!" kata Bu Lian sambil melambaikan tangannya, memanggil Dio untuk duduk bergabung di ruangan itu.
Mau tidak mau Dio menuruti Bu Lian, Dia segera duduk bergabung dengan mereka.
"Hari ini kau tidak ke kantor lagi kan? Tadi Keyla datang membawa kue buatannya sendiri, katanya untukmu Dio! Siang ini mumpung masih banyak waktu, ajaklah Keyla jalan-jalan, kalian kan jarang ngobrol!" lanjut Bu Lian.
"Tapi Bun, aku harus segera balik ke kantor, karena nanti sore ada meeting dengan pimpinan divisi!" tukas Dio.
"Ah kau ini bagaimana? Keyla sudah datang jauh-jauh lho! Lagipula kau kan bisa undur meeting mu itu, bukan kau sendiri yang Jadi Bosnya?" tanya Bu Lian.
"Iya sih Bun, tapi..."
"Sudahlah, kau temani Keyla dulu, Mama mau siap-siap, sebentar lagi ada teman lama Mama datang mau ajak ke Butik!" potong Bu Lian yang segera bergegas meninggalkan mereka di ruangan itu.
Hening.
Suasana ruangan keluarga itu berubah jadi hening, Chika sedang di urus oleh Mbak Yuyun, Keyla nampak duduk dengan sikapnya yang elegan dan anggun.
"Hei Dio, kenapa kau diam saja? Mungkin sudah bertahun-tahun ya kita tidak bertemu!" kata Keyla membuka pembicaraan.
"Ya karena sudah lama itu, makanya aku jadi bingung mau bicara apa!" ujar Dio.
"Dio, aku minta maaf ya, tidak bisa datang pada saat istrimu meninggal, pada waktu itu aku sedang menemani ayahku! Maklum saja sejak Mamaku meninggal, Ayah hanya memiliki aku sebagai pendampingnya!" ucap Keyla.
"Oke, no problem! sekarang Apa kegiatanmu?" tanya Dio.
"Aku sedang membangun sebuah butik yang ada ada di mall Anggrek, Yah itu memang cabang sih! Aku hanya ingin mengembangkan talentaku saja, untuk membuat desain yang lebih banyak lagi, terutama pakaian-pakaian trend zaman ini!" jelas Keyla.
Dio menganggukan kepalanya, gaya bicara Keyla memang sangat berkelas, membuktikan bahwa wanita di hadapannya ini bukan hanya memiliki pendidikan yang tinggi tapi juga atitude yang baik.
__ADS_1
Walaupun Dio jarang sekali bertemu dengan keyla, tapi dia sering mendengar kalau Keyla memang memiliki selera yang tinggi dalam hal apapun.
Terbukti sampai saat ini Keyla Masih betah menjomblo, padahal untuk ukuran wanita seusia Keyla, sudah sepantasnya dia berumah tangga.
Usia Keyla tidak berbeda jauh dengan Dio, mungkin hanya terpaut 1 atau 2 tahun saja.
"Ngomong-ngomong dalam rangka apa kau datang ke rumahku lagi? Bukannya kemarin kau sudah datang ya?" tanya Dio to the point.
"Yah, kau benar, tapi tadi pagi Tente Lian meneleponku, katanya dia butuh teman ngobrol!" jawab Keyla.
"Hmm, Bunda memang suka begitu, siapa saja bahkan di ajaknya mengobrol!" gumam Dio.
"Kalau kau tak ada acara sore ini, maukah kita berjalan-jalan keluar sebentar, ya sekedar refreshing!" ajak Keyla.
Dio nampak berpikir, dia juga tidak mungkin menolak begitu saja permintaan Keyla, apalagi Bu Lian sangat mengharapkan Dio bisa akrab dengan Keyla.
"Hmm, boleh saja, tapi aku akan mengajak Chika, karena Chika juga butuh refreshing!" ujar Dio.
"Oke, tidak masalah!" sahut Keyla.
Mereka kemudian bersiap-siap akan pergi keluar, kebetulan Chika juga sudah mengganti pakaiannya.
Bu Lian nampak kembali duduk di ruang keluarga itu, sambil menunggu kedatangan temannya, pakaiannya juga sudah rapi.
"Pokoknya Chika ikut saja, Katanya Chika, mau jalan-jalan sama Papa!" sahut Dio.
"Chika ikut Oma saja yuk, Nanti Oma belikan es krim dan mainan untuk Chika! Biar Papa pergi sama Tante Keyla!" kata Bu Lian tiba-tiba.
"Tidak mau! Aku mau ikut Papa! Aku tidak mau ikut Oma, temannya Oma kan Nenek-nenek semua!" cetus Chika.
"Tidak apa-apa Tante, biar Chika ikut bersama kami saja, lagi pula supaya aku dan Chika juga bisa akrab!" sergah Keyla.
Bu Lian tidak bisa menjawab lagi penolakan dari Chika, kemudian mereka langsung berangkat menuju ke pantai Ancol.
"Papa Kenapa tidak mengajak Bu Dinda?" tanya Chika dalam perjalanan mereka.
"Bu Dinda siapa??" tanya Keyla tiba-tiba.
"Pacarnya Papa!" cetus Chika.
"Oh ... Kau punya pacar Dio?"
__ADS_1
"Yah, lebih dari sekedar pacar, dia calon istriku!" sahut Dio.
"Orang tuamu setuju?" tanya Keyla.
"Aku akan buat mereka setuju!" jawab Dio.
Keyla terdiam tanpa bertanya lagi.
****
Sementara itu Dinda yang baru selesai mandi, kemudian langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur besar di apartemen itu.
Seumur hidupnya dia belum pernah tinggal di apartemen semewah ini, semua fasilitas serba lengkap di sini, Dinda hanya tinggal menikmatinya saja.
Ting ... Tong
Tiba-tiba terdengar suara bel pintu apartemen itu, Dinda langsung bangun dan bergegas berjalan ke arah pintu, kemudian langsung membuka pintu apartemennya itu.
"Asti??" pekik Dinda saat melihat sahabatnya itu sudah berdiri di depan pintu apartemennya itu.
"Benar-benar gila kau Din! Apartemen semewah ini? Hanya golongan artis dan orang-orang kaya yang bisa memiliki ini!" seru Asti takjub.
"Sudah! kita masuk yuk!" ajak Dinda yang langsung menarik tangan Asti masuk kedalam apartemennya itu.
Asti terlihat sangat terkesiap, dia memandang ke seluruh sudut ruangan yang terlihat mewah dan elegan itu, dengan desain yang sangat artistik dan modern.
"Tidak susah kan mencari alamatnya?" tanya Dinda sambil menuangkan minuman dingin ke dalam gelas, lalu menyodorkannya ke arah Asti.
"Ini mah gampang pakai banget! Benar-benar gila kau Din! Bisa menggaet duda kaya raya, ganteng lagi!" seru Asti sambil meneguk minuman dingin nya itu.
"Malam ini kau temani aku tidur di sini ya! Aku takut, belum terbiasa tinggal di tempat seluas ini, biasanya kan aku hanya berkutat di kamar 3x4 meter!" ujar Dinda.
"Yuhuuu!!! Mau banget Din! Kapan lagi bisa menginap di apartemen mewah begini!!" sahut Asti sambil melompat ke tempat tidur besar yang maha empuk itu.
Bersambung...
****
Jangan lupa dukungannya donk..
Like, komen dan vote...
__ADS_1
Trimakasih...😘😊🤗