
Sejak beberapa hari kepergian Papa dan Mamanya berbulan madu ke Turki, Chika semakin rindu.
Pasalnya sejak kecil dia tidak pernah di tinggal Papanya lama, paling lama hanya seharian. Ini membuat Chika mulai murung di sekolah.
"Chika, tugas matematika di halaman 54 tadi sudah selesai belum?" tanya Bu Ribka.
"Sudah Bu, tuh!" sahut Chika sambil menunjuk buku tulisnya di sudut meja.
"Kalau sudah selesai kenapa tidak di kasih ke Ibu?" tanya Bu Ribka lagi.
Chika diam saja, dia lembali duduk melamun di kelasnya, padahal semua teman-temannya bermain di luar karena saat ini jam istirahat.
Bu Ribka kemudian keluar dan berjalan ke ruang guru.
Di depan ruang guru, Bu Ribka bertemu dengan Bu Dita.
"Bu Dita, tuh anak didikmu sedang melamun di kelas, hati-hati kesambet setan!" kata Bu Ribka.
"Dih, mana ada setan di sekolah, Bu Ribka ada-ada saja!" sahut Bu Dita yang kemudian bertahan menuju ke kelasnya.
Benar kata Bu Ribka, Chika nampak duduk melamun di bangkunya, sepertinya anak itu sedang bosan.
Perlahan Bu Dita datang mendekati Chika dan duduk di depannya.
"Chika, kok hari ini Chika kelihatan sedih?" tanya Bu Dita.
"Aku kangen Bu sama Papa!" sahut Chika.
"Papa? Bukankah Papa Chika sedang pergi bulan madu sama Bu Dinda?"
"Iya sih, tapi memangnya aku tidak boleh kangen? Aku kan sayang Papa Bu!" sahut Chika.
"Kan bisa telepon?"
"Aku sudah telepon, tapi tetap saja aku kangen, pengen ketemu, di gendong!" sahut Chika. Bu Dita tertawa mendengarnya.
"Hmm, baru tau ternyata Chika manja juga ya sama Papanya!"
"Papa selalu ada sejak aku kecil Bu, baru sekarang di tinggal jauh!" ungkap Chika.
__ADS_1
"Oke, nanti pulang sekolah Chika sama siapa? tanya Bu Dita.
"Kalau aku pulang sekolah, aku telepon orang rumah, nih aku bawa ponsel!" Chika menunjukan ponselnya dari dalam tasnya.
"Ya ampun Chika, kalau ketahuan Pak Roni bisa di marahin kamu, kan sekolah tidak boleh bawa ponsel!" ujar Bu Dita.
"Makanya Bu Dita jangan bilang-bilang, orang Oma yang suruh bawa ponsel!" kata Chika.
"Begini saja deh, pulang sekolah nanti, Bu Dita yang antar Chika pulang ya, jadi chika tidak usah telepon orang rumah!" usul Bu Dita.
"Kenapa Bu Dita mau mengantar aku pulang?" tanya Chika.
"Tidak apa-apa, boleh tidak?"
"Boleh deh Bu, kasihan juga Oma kalau aku telepon, kan dia sudah tua!" kata Chika.
Bu Dita tersenyum, beriringan dengan suara bel masuk tanda pelajaran akan segera kembali di mulai.
****
Setelah pulang sekolah, sesuai janji, Bu Dita kemudian mengantar Chika pulang ke rumahnya.
Sekitar tiga puluh menit mereka akhirnya sampai di rumah Chika. Rumah itu nampak sepi dan lengang, hanya ada seorang security yang berjaga di depan.
"Bang Jarwo, Oma dan Opa kemana?" tanya Chika.
"Lho, tadi kan jemput Non Chika ke sekolah, memangnya tidak ketemu?" sahut Bang Jarwo.
"Kan aku di antar sama Bu Dita!" cetus Chika.
"Memangnya Non Chika sudah bilang kalau pulangnya di antar?" tanya Bang Jarwo.
Chika terdiam, dia memang belum memberi kabar kalau pulang sekolah di antar oleh Bu Dita.
Dari jauh, Mbak Yuyun datang menghampiri mereka, lalu mengambil tas sekolah Chika.
"Non Chika harusnya bilang dong sama Oma atau Opa kalau pulang nya di antar!" kata Mbak Yuyun.
"Ehm, maaf mbak, tadi saya kok yang menawarkan untuk mengantar Chika pulang!" kata Bu Dita yang merasa tidak enak.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Bu, cuma tadi Omanya buru-buru, takut kelamaan jemput Non Chika, kasihan juga!" jawab Mbak Yuyun.
"Kalau begitu, Bu Dita pulang ya Chika, yang penting chika kan sudah sampai di rumah!" ucap Bu Dita.
"Iya deh Bu, trimakasih ya!" kata Chika.
Bu Dita kemudian segera kembali mengendarai motornya keluar dari rumah itu.
Mbak Yuyun lalu segera membantu Chika untuk melepas sepatu dan mengganti pakaiannya, setelah itu menemani Chika makan di meja makan besar itu.
Sampai hari menjelang sore, Opa dan Omanya tidak kunjung pulang kerumah, Chika mulai khawatir.
Beberapa kali Chika mencoba untuk menelepon Opa Omanya itu, namun tidak di angkat-angkat.
"Opa dan Oma mana sih Mbak? Kok lama banget!" Keluh Chika.
"Aduh, Mbak Yuyun mana tau, kenapa tidak di telepon saja?" tanya Mbak Yuyun.
"Orang tidak di angkat-angkat kok!" sahut Chika.
"Barangkali lagi di jalan, sudah deh, Mending Non Chika sekarang istirahat saja deh di kamar, nanti kalau Oma dan Opa sudah pulang, Mbak kasih tau Deh!" kata Mbak Yuyun.
Chika kemudian kembali masuk ke dalam kamarnya itu.
Kriiing ....Kriiiing
Tiba-tiba telepon rumah berbunyi, Buru-buru Mbak Yuyun berjalan ke arah meja telepon dan mengangkatnya.
"Halo, selamat sore!"
"Halo Yun, ini aku, tadi saat ingin menjemput Chika, kami mengalami sedikit kecelakaan, istriku harus di rawat, aku titip Chika, jangan bilang kalau kami kecelakaan, khawatir Chika akan semakin cemas!" ungkap Pak Frans yang menelepon kerumah itu.
"Apa Tuan? Jadi Nyonya lagi di rawat sekarang?" tanya Mbak Yuyun.
"Ssst, kecil kan suaramu, kalau Chika tanya, bilang saja aku sedang mampir kerumah saudara!" lanjut Pak Frans.
"Baik tuan!" sahut Mbak Yuyun sambil menutup teleponnya.
Bersambung....
__ADS_1
****