Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Ingin Menyelamatkan Chika


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar di gudang tua itu, Keyla melihat Chika yang duduk di sebuah bangku, dengan tangan dan kaki terikat, dia masih mengenakan seragam sekolah.


Matanya terpejam, tubuhnya terkulai lemah, mulutnya nampak di sumpal dengan kain.


Keyla terperanjat kaget melihat pemandangan di hadapannya.


"Chika?? Kamu di sini??"


Keyla maju dan berusaha untuk membuka ikatan Chika, namun dari arah belakang kamar, tiba-tiba muncul seseorang dengan mengenakan topeng dan pakaian serba hitam.


"Jangan mendekat! Bukankah kau datang kesini adalah untuk bekerjasama dengan kami untuk menghancurkan keluarga Dio??" hardik laki-laki itu.


Keyla menghentikan langkahnya.


"Oke, sekarang apa rencanamu??" tanya Keyla dengan mengumpulkan segenap keberaniannya.


"Aku akan memakai anak ini sebagai pancingan, untuk menguras semua harta kekayaan Dio, dan untukmu, aku akan membunuh istrinya supaya kamu bisa mendapatkan Dio, aku tau sejak dulu kau sudah di jodohkan dengan dia kan!" kata laki-laki itu.


"Hmm, sepertinya kau tau banyak tentang Dio!" gumam Keyla.


"Itu tidak penting, yang penting misi kita sama, kau mau Dio, aku mau harta!"


Keyla terdiam, dia harus menuruti permainan laki-laki yang ada di hadapannya kini.


"Apa rencanamu?" tanya Keyla.


"Salah satu rekanku sekarang sudah berada di rumah Dio, bersiap akan melaksanakan aksinya!" sahut laki-laki tak di kenal itu.


"Ak-aksi??" tanya Keyla gugup, tiba-tiba tubuhnya bergetar.


"Sementara kau disini, jaga anak ini, ingat, kalau dia bisa kabur, kau akan ku hancurkan terlebih dahulu!" ancam laki-laki itu.


Keyla semakin bergidik, tiba-tiba ada rasa takut yang menyergapnya.

__ADS_1


Dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang tak di kenal, yang saat ini ada di hadapannya adalah seorang penjahat berencana, yang sudah lama merencanakan suatu kejahatan terhadap keluarga Dio.


"Si-siapa sebenarnya kamu??" tanya Keyla memberanikan diri.


"Kau tidak usah tanya siapa aku, ingat, di sini ada 3 orang temanku, kalau kau macam-macam, aku tak segan-segan menghancurkanmu!" gertak laki-laki itu.


Keyla diam saja tanpa berani menimpali perkataan laki-laki itu.


Setelah itu, laki-laki itu pergi meninggalkan tempat itu, dan masuklah tiga orang laki-laki lain berbadan kekar, berdiri di sekitar pintu kamar itu.


Keyla berdiri terpaku di tempatnya, keringat dingin mulai bercucuran membasahi tubuhnya, padahal suasana di tempat itu juga dingin, di serta angin dan gerimis yang masih saja turun.


Dia menatap Chika yang masih terkulai tak berdaya, anak itu pasti sangat kelelahan dan kelaparan.


Rasanya ingin sekali Keyla menyelamatkan Chika, namun dia ingat ancaman laki-laki tadi, Keyla harus bertindak cerdik, dia harus memutar otaknya.


'Ken ... bantu aku please!' bisik Keyla dalam hati.


Malam ini dia benar-benar merasa ketakutan, ingin rasanya dia berlari dari tempat itu, namun dia sudah terlanjur ikut permainan ini, dia harus menyelesaikannya sampai akhir.


Chika berusaha untuk teriak dan memberontak, namun apa daya tangan dan kakinya terikat, hingga berteriak saja Chika tidak bisa.


Keyla menatap mata Chika, berusaha menenangkan Chika dan seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Tiga orang laki-laki penjaga berbadan kekar nampak mengamati Chika yang tubuh nya kini mulai begerak-gerak.


Salah seorang dari mereka nampak maju dan mendekati Chika, membetulkan posisi tubuhnya. Chika nampak memberontak sekuat tenaga.


"Diam kau!! Jangan berisik!" hardik laki-laki penjaga itu sambil melotot ke arah Keyla.


"Bang! Jangan kasar sama anak kecil!" seru Keyla.


Chika terus berontak, sehingga anak itu berhasil mengendurkan kain pengikat mulutnya itu dan dia berteriak sangat kencang.

__ADS_1


"Aaarrggghhh!!! Tolong!!" teriak Chika dengan segenap kekuatannya, saat dia berhasil menyingkirkan penutup mulutnya yang kini jatuh ke tanah itu.


plak!!


Spontan laki-laki penjaga itu menampar Chika, sehingga Keyla sangat terkejut.


"Lepaskan om! Om Jahat!! Lepas!!" Jerit Chika.


Dua orang laki-laki yang menjaga di luar kemudian masuk, mereka mulai kembali menutup mulut Chika dengan menggunakan kain.


Keyla menggigit bibirnya, ingin rasanya dia berteriak saat itu juga, namun lagi-lagi dia ingat ancaman orang tadi.


Keyla berusaha menahan semua rasa yang kini mulai bergejolak di dalam hatinya.


"Bang, lama-lama kalau di diamkan saja, anak itu bisa mati lemas, kenapa kalian tidak memberikannya makanan dan minuman?" tanya Keyla memberanikan diri.


"Kata boss jangan di berikan makan, nanti dia punya tenaga untuk berontak dan kabur!" jawab laki-laki penjaga itu.


"Tapi dia hanya seorang anak kecil Bang! Kalian bertiga dengan badan besar-besar masa takut dengan anak sekecil dia? kalau anak itu mati karena kelaparan, kalian bertiga bisa dipenjara karena terlibat dalam kasus pembunuhan dan penculikan!" kata Keyla.


"Tapi ..."


"Berikan dia makanan! Aku ya g akan menjaganya supaya tidak kabur!" cwtus Keyla.


Salah satu dari mereka kemudian pergi ke luar untuk mencari makanan yang di maksud.


Sementara 2 orang itu masih berdiri tidak jauh dari Chika untuk memastikan kalau anak itu tidak memberontak lagi.


Keyla semakin keras berpikir, Bagaimana caranya dia keluar dari tempat itu dengan membawa Chika dalam keadaan yang sangat lemah.


Tiba-tiba dia ingat, di dalam tasnya dia membawa ponsel, kemudian perlahan Keyla merogoh tasnya dan mulai menyalakan ponselnya itu, menelepon Ken yang nyaris tanpa suara.


Bersambung...

__ADS_1


****


__ADS_2