
Chika nampak duduk di lobby sekolah, menunggu Ujang menjemputnya.
Biasanya Dinda juga sudah turun ke bawah, namun hari ini, Dinda belum turun juga.
Chika kemudian beranjak, berniat akan naik ke lantai tiga, ke ruangan Dinda.
"Chika mau kemana?" tanya Bu Dita yang terlihat turun dari tangga dan berjalan mendekati Chika.
"Mau ke atas Bu, mau lihat Mama, tumben Mama belum turun!" jawab Chika.
"Oh, Chika pulang duluan saja, Bu Dinda masih ada rapat guru, pulangnya sampai sore, mau Bu Dita antar?" tawar Dita.
"Tapi Bu, kan Bang ujang mau jemput!" sahut Chika.
"Papa Chika tidak jemput?" tanya Bu Dita.
"Papa kan ada urusan penting di kantornya, aku mau pamit dulu deh Bu sama Mama!" kata Chika.
Chika hendak naik ke atas, namun tangan Chika di pegang oleh Bu Dita.
"Di atas sudah mulai rapat, kan tidak sopan kalau Chika ke atas, sudah yuk, kita pulang saja!" ajak Bu Dita.
"Nanti kalau Bang Ujang datang bagaimana Bu?" tanya Chika.
"Nanti Bu Dita bilang sama satpam, kalau Chika sudah di antar Bu Dita, beres kan?" sahut Bu Dita.
Chika menganggukan kepalanya, kemudian mengikuti Bu Dita berjalan keluar dari lobby sekolah itu.
Tiba-tiba pada saat mereka sampai di halaman depan sekolah, Chika menghentikan langkahnya.
"Ada apa Chika?" tanya Bu Dita.
"Bu, aku kebelet pipis, aku masuk dulu ya Bu, nanti aku ngompol lagi!" kata Chika.
"Oh, ya sudah Ibu antar ya!" ujar Bu Dita.
"Jangan Bu, katanya mau bilangin Pak Satpam kalau Bang Ujang datang, aku sudah di antar Bu Dita!" tukas Chika.
"Oh iya ya, pintar juga kamu, kalau begitu cepat pipis sana di toilet, Ibu tunggu di parkiran ya, jangan lama!" kata Bu Dita.
Chika menganggukan kepalanya, setelah itu dia segera kembali berlari masuk ke arah lobby.
Namun Chika bukan masuk ke toilet, namun dia berlari menaiki hingga sampai di lantai tiga.
Suasana di lantai tiga kelihatan sepi, Chika kemudian berlari menuju ke ruangan Dinda, ada kunci yang tergantung di pintu ruangan itu.
Chika lalu membuka kunci ruangan itu, Dinda dan Mr. Sam yang terjebak di dalamnya nampak terkejut melihat Chika yang tiba-tiba membuka kunci dan masuk itu.
"Chika! Untunglah kamu datang, Mama dan Mr. Sam terkunci di ruangan ini!" seru Dinda sambil memeluk Chika.
__ADS_1
"Mama, Mama pulangnya tunggu Bang Ujang ya, aku pulang duluan bareng Bu Dita! Tapi Mama nanti langsung pulang ya!" kata Chika.
"Nak, Mama rencana mau mampir ke rumah tante Keyla!" sahut Dinda.
"Nanti saja Ma kerumah Tante Keylanya, ini lebih penting, pokoknya nanti Mama langsung pulang ama Bang ujang! Aku mau ngerjain Bu Dita dulu!" cetus Chika.
"Apa?? Bu Dita?" tanya Dinda bingung.
"Iya Bu, Aku tau Bu Dita yang sudah ngerjain Mama dan Mr. Sam, aku cuma mau sedikit ngerjain Bu Dita saja kok, pokoknya Mama tenang saja ya!" sahut Chika yang segera berlari menuruni tangga meninggalkan tempat itu.
Dinda dan Mr. Sam saling berpandangan.
"Biarkan saja Chika melaksanakan misinya, anak itu lebih cerdas dari pikiran kita!" ucap Mr. Sam.
"Tapi Mr ..."
"Lebih baik Bu Dinda ikuti saja permainan Chika, turun ke bawah menunggu jemputan pulang, saya juga mau langsung pulang!" kata Mr. Sam.
Dinda kemudian menganggukan kepalanya, meskipun dia masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara Chika yang kini sudah sampai di parkiran, nampak tersengal-sengal, setelah dia berlari menuruni tangga dari lantai tiga.
"Kamu lama sekali Chika, kamu pipis atau konser sih!" kata Bu Dita.
"Maaf Bu, gara-gara aku kebelet, jadi aku pipisnya panjang deh, yuk kita pulang Bu!" ajak Chika.
Bu Dita tersenyum kemudian dia segera menyalakan mesin motornya itu, dan membantu Chika naik ke atasnya, kemudian dia segera meninggalkan sekolah itu.
"Bu Dita!" panggil Chika.
"Aku lapar! Beliin aku pizza dong!" kata Chika.
"Oh, Chika mau makan pizza? Boleh, kita mampir ya!" sahut Bu Dita.
"Yess, asyiiik!" seru Chika.
Bu Dita kemudian mampir ke sebuah kedai pizza saat mereka melewatinya.
"Nah, Chika pilih mau pizza yang mana!" kata Bu Dita.
Chika kemudian memilih pizza dengan beraneka varian rasa.
Bu Dita tertegun saat melihat Chika yang antusias memilih pizza itu.
"Lho kok banyak sekali Chika makan pizzanya?" tanya Bu Dita bingung.
"Bu, Papa itu kalau makan pizza satu loyang sendiri, belum buat Mbak Yuyun, Bang Jarwo juga suka pizza!" sahut Chika.
Bu Dita cemberut saat harus membayar pizza sebanyak 10 kotak besar.
__ADS_1
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka.
"Bu Dita!" panggil Chika.
"Ya, ada apa lagi Chika?" tanya Bu Dita.
"Aku haus Bu, beliin aku jus dong!" sahut Chika.
"Jus??"
"Iya Bu, tuh di samping minimarket depan ada kedai jus, enak lho Bu, apalagi siang-siang begini!" ujar Chika sambil menunjuk ke arah minimarket yang ada di depan mereka.
Dengan terpaksa Bu Dita menuruti keinginan Chika, dia mampir ke kedai jus itu untuk membeli jus.
Chika menyeruput jus jeruk yang ia pesan hingga habis tak tersisa.
"Bu, tolong beliin juga buat Papa, Mama, Mbak Yuyun dan Bang Jarwo, oya, Bang Ujang juga!" kata Chika.
"Aduh Chika, habis deh uang Bu Dita kalau beli sebanyak itu, tadi saja pizza terlalu banyak, kenapa kamu jadi begini sih Chika!" Keluh Bu Dita.
"Katanya Bu Dita perhatian sama aku, kalau perhatian beliin dong!" cetus Chika.
Bu Dita tidak ada pilihan, selain menuruti keinginan Chika, paling tidak demi sebuah misi.
Setelah jus pesanannya sudah terbungkus, Bu Dita kembali melanjutkan perjalanannya ke rumah Chika.
"Chika, nanti Papa Chika pulang jam berapa?" tanya Bu Dita.
"Mungkin pulang sore Bu, kenapa?"
"Tidak, Bu Dita hanya ingin sedikit ngobrol saja!" sahut Bu Dita.
"Duh, susah deh kalo punya Papa ganteng, lagian Bu Dita gimana sih, kata film, kalau deketin suami orang itu namanya pelakor, berarti Bu Dita pelakor dong!" cetus Chika.
"Enak saja! Bu Dita kan tidak merebut Papa Chika, masa cuma mengobrol saja tidak boleh!" sangkal Bu Dita.
Mereka kemudian sudah sampai di rumah Chika, Bang Jarwo langsung membukakan gerbang saat mereka datang.
Bu Dita kemudian memarkirkan motornya di depan halaman rumah itu.
Tiba-tiba Dinda muncul dari dalam rumah sambil tersenyum.
"Lho, kok Mama cepat sekali sampai rumah, kata Bu Dita Mama ada rapat guru!" seru Chika.
Bu Dita langsung terperanjat dan wajahnya berubah pias.
"Chika, Bu Dita langsung pulang ya!" ucap Bu Dita lirih.
"Lho, katanya Bu Dita mau nungguin Papa, Mama! Bu Dita beliin kita banyak makanan Lho!" kata Chika sambil menunjuk tumpukan kotak pizza dan beberapa cup jus.
__ADS_1
Bersambung...
****