
Dio kemudian terlihat turun dari mobilnya, dia tersenyum lebar saat melihat istri dan anaknya sudah menunggu di depan teras rumahnya itu.
Mereka kemudian langsung bergegas masuk ke dalam rumahnya, setelah itu Chika nampak kembali bermain di ruang keluarga ditemani oleh Mbak Yuyun, sementara Dinda menemani Dio naik ke atas menuju ke kamarnya.
"Mas Dio, sekarang Mas Dio lebih baik cepat mandi setelah itu kita makan malam di bawah, ada hal yang ingin aku bicarakan padamu mas!" ucap Dinda sambil membantu Dio membuka pakaiannya dan kaos kakinya.
"Apa yang ingin kau bicarakan padaku sayang? Apakah ini ada hubungannya dengan masalah yang kemarin?" tanya Dio penasaran.
"Sudahlah mas, sekarang lebih baik Mas Dio mandi saja dulu, ini bukan hal yang menegangkan kok!" sahut Dinda.
Dio tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya, setelah itu dia bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk segera mandi membersihkan tubuhnya.
Tak lama kemudian dia sudah selesai mandi dan berpakaian. Kemudian dia bersama dengan Dinda segera turun ke bawah untuk makan malam bersama. Chika sudah nampak duduk sendirian di meja besar itu.
"Mama dan papa lama sekali! Aku sudah lapar tahu!" kata Chika.
"Oh jika sudah lapar rupanya, Ayo kita langsung makan, maafin ya tadi papa kan mandi dulu, ganti baju dulu, jadi lama deh!" sahut Dio sambil mengelus rambut Chika.
Mereka kemudian mulai makan bersama Dio merogoh ponselnya, ada nomor telepon Bu Lilis yang meneleponnya.
Kemudian dia langsung mengangkat panggilan teleponya itu.
"Halo ibu, ada apa Bu?" tanya Dio.
"Nak, ponsel Dinda tidak aktif ya, Kamu tahu tidak, sekarang ayahmu sedang dirawat di rumah sakit! Karena pada saat kami pulang dari sini, ayahmu kelelahan dia langsung drop dan pingsan. Untung saja Ken dan Keyla langsung membawa dia ke rumah sakit, kalau tidak Ibu tidak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan ayahmu!" kata Bu Lilis.
"Apa? Ayah Dirja masuk rumah sakit? Lalu bagaimana keadaannya sekarang Bu?" tanya Dio cemas. Dinda yang mendengar itu tak kalah cemas dan khawatir.
"Untungnya Ayah kalian tidak apa-apa, saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit, dan Ibu yang menungguinya kalian tidak usah khawatir bantu doa saja supaya Ayah kalian cepat sembuh!" jawab Bu Lilis.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu Bu, besok pagi aku dan Dinda akan datang ke rumah sakit untuk menjenguk ayah!" ucap Dio.
"Ya sudah kalau begitu nak, ibu hanya mengabari saja, takutnya kalian mencari-cari Ayah Dirja, jaga diri kalian baik-baik, terutama Dinda, kalian jangan banyak pikiran!" kata Bu Lilis sebelum menutup panggilan teleponnya.
"Mas Dio, Ada apa dengan ayah?" tanya Dinda, wajahnya kelihatan begitu cemas dan khawatir.
"Ayah Dirja drop Karena kelelahan, mungkin karena kemarin dia terlalu sibuk mengurusi masalah kita! tapi untungnya dia tidak apa-apa, saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit ditemani oleh ibu!" jawab Dio.
"Syukurlah kalau Ayah tidak apa-apa, aku takut dan jadi merasa bersalah, hanya karena masalah keluarga kita, Ayah sampai segitunya mengabaikan kesehatannya! Pasti Mbak Keyla marah dan menyalakan aku gara-gara ini!" ucap Dinda.
"Sudahlah sayang, kamu jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri, lagipula Ayah Dirja itu kan pengacara, Ya wajar dia mengurusi masalah kita, dan gara-gara dia ikut campur, masalah kita jadi cepat selesai kan, sekarang sudah tidak ada lagi yang meneror keluarga kita!" kata Dio sambil mengelus lembut rambut Dinda.
Dinda tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Selalu ada hikmah dibalik semua kejadian dan Dinda sangat bersyukur bawa semuanya kini telah selesai, meskipun hatinya masih terasa sakit oleh pengkhianatan yang dilakukan Asti sahabatnya.
Meskipun Dinda memaafkan Asti, namun entah mengapa, hatinya masih terasa perih dan ini semua seperti mimpi yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya, dan kini dia merasa sudah terbangun dari mimpi itu.
Setelah selesai makan, Dio dan Dinda kemudian berbincang di bangku taman samping rumahnya yang luas itu.
"Mas, walau bagaimanapun, Dulu kamu pernah menikah dengan Mbak Ranti, dan kau pernah memiliki mertua dan saudara-saudara ipar yang lain, alangkah lebih baiknya jikalau Mas Dio menjalin silaturahmi, untuk mempererat tali persaudaraan, sehingga kejadian yang lalu itu tidak terulang lagi!" ucap Dinda.
"Iya sayang, aku juga berpikir begitu, aku berencana akhir bulan ini akan mengajakmu dan Chika untuk pergi ke Papua, untuk menemui mantan Mertuaku, juga saudara-saudara iparku yang lain!" jawab Dio.
Dinda tersenyum mendengar jawaban Dio, dari kasus yang kemarin itu, mereka perlu banyak belajar, ada hal yang tidak bisa dibeli oleh uang, itu adalah keluarga dan jalinan tali persaudaraan.
****
Pagi itu di tempat kediamannya, Keyla sibuk membuatkan makanan untuk dibawa ke rumah sakit.
Sejak semalam dia memikirkan sang ayah, biasanya ayahnya itu tidak suka makanan rumah sakit, karena itu Keyla berusaha untuk membuatnya supaya ayahnya itu bisa makan dengan banyak dan bisa segera sehat kembali.
__ADS_1
"Nanti Mbak Keyla mau datang ke rumah sakit lagi? Apa tidak Bi Titi saja yang mengantarkan Makanan ini ke rumah sakit?" tanya Bi Titi.
"Tidak usah Bi, biar aku saja yang ke Rumah Sakit, sekalian aku menjenguk Ayah aku nanti diantar oleh Ken kok!" sahut Keyla.
Setelah selesai menyiapkan makanan, Keyla kemudian langsung berjalan ke arah depan, dimana Ken telah siap untuk menunggunya.
Mereka berencana akan menjenguk pak Dirja di rumah sakit pagi ini, sambil membawakan makanan kesukaannya.
Setelah sampai di rumah sakit, Keyla dan Ken langsung menuju ke ruang perawatan Pak Dirja.
Mereka agak sedikit tertegun, ternyata Dio dan Dinda sudah terlebih dahulu ada di sana. Dinda nampak menyuapi Pak Dirja makan.
Pak Dirja yang melihat kedatangan Keyla dan Ken yang baru masuk ke dalam ruanganya itu kemudian Melambaikan tangannya, memanggil Keyla mendekat ke arahnya.
Dengan sedikit ragu-ragu, Keyla kemudian berjalan mendekati ayahnya itu di susul oleh Ken, dan meletakkan bungkusan makanan yang sudah dipersiapkannya itu di atas meja di samping ranjang Pak Dirja.
"Wah, ternyata Mbak Keyla bawa makanan juga, tapi ayah baru selesai makan, Bagaimana kalau makanannya itu itu dimakan untuk nanti siang?" kata Dinda.
"Terserah!" sahut Dinda.
"Keyla, Ayah pasti akan memakan makanan yang kau bawakan itu, Ayah tahu kau sangat perhatian pada ayah, bahkan melebihi dirimu sendiri!" ucap pak Dirja.
Keyla terdiam, sesungguhnya didalam hatinya Dia sangat risih, dan dan tidak terlalu menyukai kehadiran Dinda dan Bu Lilis dalam hidupnya.
Namun demi kebahagiaan sang ayah, Keyla berusaha untuk menepiskan egonya sendiri, karena dia tahu dia hanya memiliki ayahnya dalam hidupnya, setelah Mamanya pergi untuk selamanya.
Bersambung....
*****
__ADS_1
Hai guys,
Kisah ini akan berakhir di akhir bulan ini atau di awal bulan depan, tetap dukung author yuuk ... 😊🥰