Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Sahabat Dulu


__ADS_3

Dio baru saja memarkirkan Mobilnya di parkiran di depan sebuah kantor polisi.


Dio bersama Dinda memenuhi undangan polisi untuk bertemu dengan suster Anna, orang yang selama ini menjadi Biang Kerok dalam masalah keluarganya itu.


Dio sangat tidak sabar ingin menanyakan pada suster Anna, apa motivasi dia melakukan itu, apakah karena uang, karena dia disuruh oleh Ratih, ataukah ada hal yang lain nya? Sementara semua orang tahu kalau suster Anna itu adalah rekomendasi dari Asti, sahabat Dinda.


"Kami sudah mengumpulkan beberapa keterangan mengenai motif dari si pelaku melakukan tindak kejahatan di rumah bapak!" kata seorang polisi.


"Ya, saya juga sudah tahu apa motivasi yang sesungguhnya, itu yang di rumah sakit adalah kepala dari semua kejahatan yang ada ada di rumahku!" sahut Dio.


Kemudian mereka berjalan menuju ke salah satu sel tahanan yang ada di ujung koridor kepolisian itu.


Suster Anna nampak sedang duduk mendekam di salah satu sel tahanan khusus wanita.


kemudian salah seorang anggota polisi mengeluarkan suster Anna dari tempatnya, dan mereka kemudian duduk di salah satu ruangan khusus.


Kemudian Dio dan Dinda duduk dihadapan suster Anna yang kini menunduk di hadapan mereka.


Sebenarnya Dio begitu emosi, dia ingin sekali menghajar wanita yang sudah membuat resah seisi keluarganya itu, namun dia berusaha untuk menahan dirinya, mengingat Dinda yang kini ada di sebelahnya bahkan sedang mengandung anaknya.


"Suster Anna, ada hal yang ingin aku tanyakan padamu, aku menerimamu bekerja atas rekomendasi dari Asti sahabatku, Apa kamu mengenal Asti sahabatku? dan Apakah kamu benar-benar orang yang direkomendasikan oleh Asti?" tanya Dinda sambil menatap tajam ke arah suster Anna yang kini berada tepat di hadapannya itu.


Suster Anna nampak tersenyum, sinis, tidak langsung menjawab pertanyaan dari Dinda.


"Betapa naifnya dirimu Bu Dinda, apakah jaman sekarang kamu masih menjujung tinggi persahabatan??" tanya Suster Anna balik.


Dinda belum mencerna pertanyaan dari super Anna, tiba-tiba beberapa orang polisi menangkap seorang wanita dan meletakkannya ke dalam salah satu sel tahanan yang tidak jauh dari situ, dan betapa terkejutnya Dinda dan Dio, manakala Mereka melihat siapa orang yang sedang baru saja ditangkap oleh polisi itu.

__ADS_1


"Asti???" pekik Dinda nyaris tak percaya.


Dinda berdiri dan langsung berjalan menghampiri Asti yang kini telah mengenakan seragam tahanan.


"Wanita ini terlibat dalam skandal yang terjadi di rumah anda Pak Dio!" kata salah seorang polisi yang berdiri di situ mengawal Asti.


"Tidak! Kalian salah tangkap! Tidak mungkin Asti! Sejak dulu kami bersahabat baik! Tidak mungkin dia terlibat!" seru Dinda.


Sementara Dio terus menggenggam tangan Dinda untuk memberikannya kenyamanan dan perlindungan.


Seorang polisi wanita kembali memasukan Suster Anna kembali ke dalam sel tahanannya.


Dinda kemudian mengguncang bahu Asti yang sedari tadi diam saja.


"As, katakan padaku, kamu tidak terlibat dalam semua ini kan? Kamu hanya di jebak kan? Ayo katakan Asti!" seru Dinda.


"Bohong!" sengit Dinda sambil menangis.


"Maafkan aku Dinda, selama ini kita susah sama-sama di tempat kos yang sama, aku begitu iri saat ada pangeran yang datang melamarmmu, untuk mendapat uang lebih saja, aku harus memohon padamu untuk masuk asuransi aku, sementara kau menjadi ratu, aku tetaplah aku yang dulu, menjadi penghuni kos yang sempit dan sumpek!" jelas Asti.


"Asti ... aku benar-benar tidak menyangka! Kamu menusukku dari belakang!" ujar Dinda dengan suara bergetar.


"Ratih tau aku adalah sahabat baikmu, dia menawarkan aku sejumlah uang, asal aku bisa bekerjasama dengannya, dia hanya ingin mengambil Chika dan harta milik suamimu, dan memintaku untuk membantunya!" lanjut Asti.


"Kamu ... kamu benar-benar telah mengecewakan aku As, bahkan aku menyayangi kamu seperti saudaraku sendiri!" jerit Dinda.


"Aku tau aku salah, aku memang musang berbulu domba, sebenarnya aku juga tau mengenai pintu rahasia yang ada di belakang taman itu, dulu itu adalah akses keluar masuknya Ratih untuk mematai-matai kalian, dan mengambil kesempatan untuk menculik Chika, dan Ratih sudah terlanjur tinggal di kamar Anna pada saat pintu itu di tutup secara permanen!" ungkap Asti.

__ADS_1


Plakk!!


Satu tamparan keras mendarat di pipi Asti, tamparan dari Dinda, seorang sahabat yang di khianati.


"Hanya karena demi uang kau bahkan rela menggadaikan persahabatan kita! Aku benar-benar kecewa padamu! mulai saat ini kita bukan lagi sahabat!" sangit Dinda.


Asti hanya diam saja sambil memegangi pipinya, dia juga nampak menangis dalam penyesalan yang amat dalam.


Kemudian Dinda berlalu dari tempat itu tanpa menoleh ke belakang lagi, sambil mengusap wajahnya yang basah oleh airmata.


Dio kemudian merangkulnya pergi dan mereka berjalan ke arah parkiran.


Ketika sampai di parkiran, Dinda menumpahkan semua tangisannya dalam dada Dio, dia sama sekali tidak pernah menyangka sebelumnya, Kalau Asti benar-benar terlibat dalam skandal, yang selama ini ada dalam keluarganya.


"Dalam dunia ini, tidak ada satupun yang bisa kita percaya selain diri kita sendiri! Sudahlah sayang, walaupun kau kehilangan sahabat, tapi kau tidak pernah kehilangan aku!" ucap Dio sambil menghapus air mata Dinda dengan kedua tangannya.


Dio kemudian membimbing Dinda masuk kedalam mobilnya, kemudian mereka kembali pulang ke rumah.


Hati Dinda benar-benar hancur sehancur hancurnya. Bahkan ini lebih sakit daripada apa yang pernah dilakukan Ken dulu terhadapnya, yang meninggalkannya pada saat hari pernikahannya.


Di khianati seorang sahabat jauh lebih sakit daripada apapun, entah mengapa perasaan Dinda begitu perih tercabik-cabik, bahkan dia begitu percaya pada Asti seratus persen.


Apapun dia beritahukan dan tidak ada lagi rahasia diantara mereka, namun kini semuanya sudah pergi menghilang bagaikan mimpi.


Sepanjang perjalanan, Dinda hanya menangis dan terus mengusap wajahnya yang basah, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, bagaimana gambaran perasaan yang saat ini.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2