Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Pengakuan Keyla


__ADS_3

Keyla duduk di samping ranjang Ken sambil menangis. Ken masih berada di ruang UGD.


Sampai saat ini, Ken masih belum juga sadar, tubuhnya banyak luka lebam, wajahnya bengkak dan memar, bibirnya pecah.


Keyla tidak sampai hati menatap tubuh Ken, Ken yang selama ini selalu di tolaknya dan di pandangnya sebelah mata.


Namun saat melihat Ken seperti sekarang ini, hati Keyla sakit dan sedih, kini dia baru menyadari kalau Ken adalah orang yang sangat berarti dalam hidupnya.


"Ken, bangun Ken, bukanlah matamu, jangan membuatku takut Ken, ayo Ken, kamu kuat!" ucap Keyla sambil menggenggam tangan suaminya itu.


Ceklek!


Pak Dirja masuk lalu langsung memeluk keyla dari belakang.


"Apa yang terjadi Keyla? Katakan pada Ayah, apa yang terjadi dengan kalian??" tanya Pak Dirja cemas.


"Panjang ceritanya Ayah, pokoknya Ken itu sudah banyak berkorban untuk aku, dia bahkan mengabaikan dirinya sendiri hanya untuk menyelamatkan aku ayah!" jawab Keyla.


"Kau tenang Nak, Yakinlah Kalau suamimu itu tidak apa-apa, Ken laki-laki yang kuat, dia pasti bisa melalui ini semua!" ucap pak Dirja berusaha untuk menenangkan Keyla.


"Iya Ayah, aku benar-benar menyesal, Aku sangat menyesal, Ini semua salahku, aku yang salah! kalau bukan karena keinginanku untuk menjebak penjahat itu, tentunya hal ini tidak akan terjadi pada Ken aku benar-benar salah! "kata Keyla merutuki dirinya sendiri.


"Sudahlah Keyla, tidak baik menyalahkan diri sendiri! Ingat kau sedang mengandung saat ini, kau harus kontrol emosi mu, kasihan bayi yang ada dalam kandunganmu itu, apalagi kini ayahnya sedang sakit kau harus kuat Keyla!" ucap pak Dirja sambil mengelus punggung Keyla dengan lembut.


Seorang dokter dan dua orang perawat kemudian masuk ke ruangan itu, dokter itu kemudian memeriksa beberapa bagian dari tubuh Ken.


"Maaf, pasien harus segera dipindahkan ke ruang ICU, karena denyut nadinya melemah, dia harus mendapatkan perawatan intensif!" ucap dokter itu.


Keyla dan Pak Dirja saling berpandangan, wajah mereka kelihatan sangat cemas dan khawatir.

__ADS_1


"Apa Dokter? ke ruang ICU? Apakah suami saya separah itu?" tanya Keyla seolah tak percaya.


"Untuk sekarang dia memang harus ditangani di ruang ICU, kami akan melakukan CT scan secepatnya untuk memastikan, apa yang terjadi di dengan kepala Pak Ken, karena benturan yang ada di kepalanya itu cukup keras!" jelas sang Dokter.


"Lakukan yang terbaik untuk mantu saya Dokter!" ucap Pak Dirja.


"Kami pasti akan melakukan yang terbaik semampu kami Pak!" jawab sang Dokter.


Akhirnya saat itu juga Ken langsung dibawa ke ruang ICU untuk perawatan intensif selanjutnya.


Pak Dirja dan Keyla hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit saat ini.


Tak henti-hentinya Keyla meneteskan air matanya, kini dia baru merasa bahwa Ken adalah orang yang sangat berarti dalam hidupnya.


Keyla benar-benar takut, cemas, dan khawatir, Dia sangat takut kehilangan Ken.


****


Sementara itu di ruang perawatan Chika, Dio dan Dinda yang baru tiba di kamar itu langsung menghambur memeluk Chika yang sedang tertidur di pembaringannya.


Selang infus masih tertancap ditangan Chika. Dinda menangis melihat kondisi Chika yang seperti itu.


"Ya ampun Chika! Kenapa bisa sampai terjadi seperti ini? sebenarnya apa yang terjadi? semuanya kelihatan begitu aneh dan misterius!" ucap Dinda sambil mengecup di tangan Chika.


Dio diam saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun, namun dari sorot matanya, terlihat bahwa dia benar-benar sedih dan terpukul melihat kondisi putrinya yang seperti itu.


"Mas Dio, ini semua pasti Ujang pelakunya! kalau tahu seperti itu, Aku tidak akan mengizinkan dia menjemput Chika! Aku tidak menyangka, Dia yang selama ini telah mengabdi padamu, justru menusukmu dari belakang!" kata Dinda.


"Dinda, aku sendiri masih belum percaya sepenuhnya, kalau ini semua perbuatan Ujang, karena sampai saat ini aku belum mendengar berita apapun, yang aku dengar dari keterangan polisi, kalau Chika sudah disekap di sebuah gudang tua dan ada beberapa laki-laki bertopeng yang tidak diketahui Siapa orangnya, telah menculik dan menyekap Chika, untung saja ada Ken dan Keyla yang pada saat itu datang untuk menawarkan kerjasama, yang ternyata itu adalah suatu jebakan!" ungkap Dio dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Kenapa Mas Dio begitu yakin, kalau bukan Ujang pelakunya??" tanya Dinda.


"Entahlah, tapi perasaanku mengatakan kalau ada orang lain selain Ujang dibalik ini semua, dibalik semua keanehan-keanehan yang terjadi belakangan ini!" jawab Dio.


Dinda terdiam mendengar ucapan Dio, walaupun sesungguhnya dia tidak mengerti dengan semua keganjilan dan kejanggalan yang mereka alami belakangan ini.


Semua serba aneh dan membingungkan, bahkan tidak bisa dipikir secara logika.


Kasus penculikan dan penyekapan Chika, apakah ada hubungannya dengan sebuah Pintu Rahasia yang ada di rumah Dio? Semuanya itu belum dapat terungkap dan masih menjadi sebuah misteri.


Tiba-tiba Chika mulai mengerjapkan matanya, tangannya mulai bergerak perlahan, sepertinya anak itu sedang terbangun dari tidurnya.


Refleks Dio dan Dinda langsung beringsut mendekati Chika dan menggenggam hangat tangannya, serta membelai lembut rambutnya.


"Chika, kamu sudah bangun sayang?" kata Dinda lembut.


"Papa? Mama? sekarang aku di mana? Aku takut sekali! Mereka semua orang-orang jahat! Aku tidak diberi makan dan minum! Aku haus!" ucap Chika lirih.


"Chika haus? Ini minum lah, minumlah sebanyak yang kamu bisa minum, Papa akan memberikan pelajaran pada orang yang sudah menyakitimu! Papa janji!" ucap Dio.


Rahangnya tampak mengeras, dia seperti menahan emosi yang sangat luar biasa, namun dia sekuat tenaga menahan nya di depan Chika dan Dinda, tidak ingin menunjukkan kemarahannya saat itu.


Chika kemudian meneguk minuman air putih, yang disodorkan oleh Dio, sampai habis setengah botol.


Wajahnya sudah tidak terlalu kelihatan pucat, tubuhnya sudah terlihat mulai normal kembali, karena Chika hanya dehidrasi tanpa mengalami luka apapun.


Bersambung ...


****

__ADS_1


__ADS_2