
Keyla masih duduk di sofa ruang tamu rumahnya itu sambil berselancar mencari artikel tentang seputar kehamilan dan persiapan untuk persalinan.
Keyla mempelajari hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan menjelang kelahiran Sang Buah Hati yang beberapa bulan kedepan akan dialami oleh dirinya.
Tanpa sadar waktu sudah beranjak malam, Ken yang biasanya sudah pulang ke rumah ini belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang, Keyla mulai gelisah.
"Okelah, kau istirahat dulu di dalam, sudah sejak Sore tadi kau menunggu disitu terus, Memangnya kamu tidak lapar? Makan saja dulu demi bayimu itu!" kata pak Dirja.
"Tidak ayah, Aku tunggu di sini saja, Paling sebentar lagi Ken juga pulang! Biasanya kan dia sudah pulang jam segini!" sahut keyla.
"Ya sudah, kalau begitu ayah dan ibu keluar dulu ya, mau cari angin, keluar sebentar paling!" kata Pak Dirja.
Keyla menganggukkan kepalanya, setelah itu Pak Dirja nampak berjalan ke arah luar sambil menggandeng tangan Bu Lilis, untuk mencari udara sekalian jalan-jalan di sekitar rumahnya itu.
Sementara Keyla masih duduk menunggu di sofa ruang tamu itu, matanya mulai mengantuk, namun dia mencoba bertahan untuk menunggu suaminya itu pulang.
Hati dan perasaan Keyla mulai gelisah, ini tidak seperti biasanya, biasanya Ken akan buru-buru pulang hanya untuk menanyakan keadaan Keyla juga calon bayi mereka.
Karena Keyla semakin cemas, dia kemudian mulai mengambil ponselnya untuk menelepon Ken. Biasanya Keyla selalu gengsi kalau menelepon Ken duluan.
Namun beberapa kali menelepon, ponselnya Ken tidak diangkat-angkat, Keyla mulai kesal dan khawatir, Apalagi Ken tidak memberi tahu dia kalau akan pulang terlambat.
Bi Titi nampak datang menghampiri Keyla sambil membawakan satu gelas susu hangat dan beberapa makanan ringan yang ada di atas nampan, kemudian dia meletakkannya di atas meja ruang tamu itu.
"Mbak Keyla minum susunya dulu, dan makanlah makanan ini, Mbak Keyla belum makan malam, nanti bisa sakit lho, kalau terlambat makan!" kata Bi Titi.
"Terima kasih Bi!" ucap Keyla.
__ADS_1
Keyla Kemudian mulai meminum susu yang sudah dibuatkan oleh Bi Titi tadi, dan kemudian memakan sedikit makanan ringan yang sudah dibawakannya sekedar untuk mengganjal perutnya.
Hari semakin malam, Pak Dirja dan Bu Lilis juga sudah kembali dari luar, namun Ken belum juga pulang. Keyla makin kesal dan cemas, Dia kemudian beranjak dari ruang tamu itu karena sudah terlalu lama dia duduk di situ.
Sambil menggerutu Keyla berjalan naik ke atas menuju ke kamarnya, sesampainya dikamar dia juga tidak bisa langsung memejamkan matanya.
Entah kenapa dia terus saja memikirkan Ken yang tidak memberinya kabar, ada Rasa kesal juga marah yang kini menggelayuti Keyla.
Keyla berpikir kalau Ken kumat dengan kebiasaan lamanya yaitu bersenang-senang di klub malam dan bermain dengan banyak wanita Entah kenapa pikiran pikiran itu terus saja menari-nari dalam kotak kelak sehingga wanita itu semakin kesal dan cemburu.
Ceklek!
Tiba-tiba pintu kamar Keyla terbuka, Ken datang dan langsung menaruh tasnya di atas meja, kemudian dia melepaskan dasi dan membuka sepatunya.
Keyla diam saja, sengaja tidak menegur suaminya yang baru pulang itu, hatinya masih kesal karena Ken pulang terlambat tidak memberitahu dia terlebih dahulu.
"Ken! Dari mana saja kamu?? Enak saja pulang malam tidak memberi kabar, mulai kumat kamu ya!" seru Keyla dari atas tempat tidurnya.
"Memangnya Mbak Keyla perduli apa aku mau pulang malam atau tidak? Mau aku pulang cepat kau pulang malam, tetap saja Mbak Keyla seperti ini kan?" sahut Ken dengan cueknya.
"Ken! Kamu tau tidak, sejak Sore aku bahkan menunggumu, aku melewatkan makan malam hanya untuk makan bersamamu! Sementara kamu malah seperti ini padaku, seenaknya pulang malam tanpa memberitahu kabar padaku, kamu lupa kalau di dalam perutku ini ada anakmu??!" sengit Keyla sambil menangis.
Ken tertegun beberapa saat lamanya, dia tidak menyangka Bahwa Keyla akan benar-benar serius dengan apa yang diucapkannya itu.
Perlahan Ken menaruh handuknya, dan melangkah mendekati Keyla yang masih menangis di sisi pembaringannya itu.
"Maafkan aku Mbak, aku memang sengaja tidak memberitahumu, karena aku pikir percuma memberitahumu, toh sikapmu juga seperti itu padaku, cuek dan tidak peduli, aku pulang malam karena aku baru dapat Proyek besar dan aku baru bertemu dengan salah satu investor terbesar di Indonesia!" ucap Ken.
__ADS_1
Kemudian tanpa menunggu, Keyla segera menghambur ke dalam pelukan kan dia menangis di dada suaminya itu.
Pikiran-pikiran negatif telah membuatnya menjadi marah dan kesal saat itu, Keyla baru menyadari bahwa Ken adalah orang yang sangat penting dalam hidupnya, dan dia juga merasakan bahwa dia tidak bisa hidup tanpa laki-laki yang kini ada di hadapannya itu.
****
Pagi itu Dio tengah bersiap-siap, bersama dengan Chika untuk pergi ke rumah orang tua dan saudara-saudara mendiang istrinya, Ranti.
Mereka kemudian turun ke bawah dan sarapan bersama di restoran yang ada di hotel tersebut.
"Dinda, nanti setelah sarapan, kamu langsung kembali ke kamar ya, Kamu boleh melakukan apapun di sana, jaga juniorku baik-baik!" ucap Dio sambil mengelus perut Dinda.
"Iya Mas, aku akan menunggumu di kamar hotel, selalu aktifkan ponselmu ya!" kata Dinda.
"Pasti sayang, kamu jaga dirimu baik-baik, aku akan sering menghubungimu!"
"Mas, kamu cuma pergi sebentar, kenapa rasanya seperti mau di tinggal jauh saja ya!" gumam Dinda.
"Sayang, sudahlah, aku janji akan menghubungimu setiap setengah jam, aku hanya pergi sehari, sore juga sudah balik!" sahut Dio.
Dinda kemudian menganggukkan kepalanya, Kendati dalam hatinya pun, entah kenapa ada perasaan aneh yang terus saja menggelayutinya.
Dia merasa ada hal yang membuat Dia sangat berat sekali melepaskan suami dan anak sambungnya itu pergi ke rumah orang tua dan saudara-saudara dari mendiang istrinya Dio itu.
Bersambung ....
****
__ADS_1