Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Menunggu Kelahiran


__ADS_3

Seorang Dokter memeriksa keadaan Keyla di ruang bersalin. Tak lama kemudian dokter itu kembali kemeja prakteknya dan duduk di sana, sementara Ken membantu Keyla turun dari Ranjang itu, dan kemudian duduk di hadapan sang dokter.


"Bagaimana dokter? Apakah istri saya akan melahirkan sekarang?" tanya Ken dengan wajah khawatir.


"Ibu Keyla baru masuk pembukaan satu, masih lama proses melahirkannya, apalagi ini anak pertama!" jawab Dokter.


"Jadi bagaimana Dokter?? Dia sudah mengeluarkan flek lho!" sahut Ken.


"Saya sarankan, kalian kembali pulang saja dulu, nanti kalau sudah mulai kontraksi, dan kontraksinya semakin sering, baru kalian datang lagi ke sini, lagi pula air ketubannya masih aman dan bagus!" jelas Dokter.


"Apa Dokter?? Pulang lagi??" tanya Ken bingung.


"Ya, karena prosesnya masih panjang, lebih baik istirahat di rumah, itu lebih nyaman, sambil latihan ringan dan relaksasi, dari pada di rumah sakit, sayang, karena Bu Keyla belum kontraksi!" jawab Dokter.


"Huh! Aku kira dia akan melahirkan hari ini, aku sudah panik saja!" sungut Ken.


"Tuh kan, aku bilang juga apa, kamu sih terlalu panik, padahal aku tidak apa-apa, mulas saja tidak!" ujar Keyla.


Akhirnya Ken dan Keyla kembali pulang ke rumahnya, mereka tidak jadi untuk menginap di rumah sakit karena ternyata Keyla masih pembukaan satu, masih lama proses untuk melahirkan.


Setelah mereka tiba kembali di rumah mereka, mereka sedikit terperangah saat melihat ada beberapa mobil yang terparkir di depan rumah mereka.


Ternyata pak Dirja dan Bu Lilis sudah sampai di rumah, dan disitu juga ada mobil Dio. Ternyata Dio dan Dinda juga datang ke rumah Keyla.


"Maaf mbak Keyla, Bibi terpaksa telepon Pak Dirja, karena tadi kelihatannya panik sekali, tapi kenapa Mbak keyla balik lagi? Tidak jadi ke rumah sakit?" tanya Bi Titi bingung saat melihat Ken dan Keyla sudah kembali lagi pulang ke rumah, Padahal baru saja tadi mereka begitu panik dan terburu-buru untuk pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


Pak Dirja dan Bu Lilis Kemudian datang tergopoh-gopoh menghampiri Ken dan Keyla yang baru turun dari mobil itu.


"Bagaimana Key, Ken? tadi Bi Titi telepon katanya Keyla ada pendarahan, dan langsung dibawa ke rumah sakit!" tanya Bu Lilis.


"Iya Bu, tadi memang ada sedikit flek, tapi itu hanya tanda biasa kok aku belum ada pembukaan banyak, baru pembukaan satu dan kata dokter prosesnya masih panjang dan lama, jadi dia menyarankan aku kembali pulang ke rumah untuk beristirahat supaya pikiran ku tenang!" jawab Keyla.


"Oalah, kami semua sampai panik, bahkan Dio dan Dinda cepat-cepat datang kemari setelah acara mereka itu, ternyata hanya baru di awal saja!" ujar Pak Dirja.


Mereka kemudian duduk berkumpul di ruang tamu untuk mengobrol.


"Maafkan kami ya karena telah merepotkan kalian semua, aku juga sudah tahu kalau apa yang aku alami itu hanyalah Pertanda di awal saja, bukan berarti harus melahirkan saat ini juga, aku sudah menjelaskannya pada Ken, tapi dia tetap panik dan langsung membawaku ke rumah sakit begitu saja, tanpa mendengarkan dulu penjelasanku!" kata keyla.


"Ya tidak apa-apa dong Keyla, itu tandanya suamimu itu sayang dan perhatian padamu! seharusnya kau senang dong, ternyata Ken itu adalah suami siaga, suami Siaga itu didambakan oleh banyak wanita loh!" ujar Bu Lilis.


Keyla hanya tersenyum sedikit tersipu, dalam hati dia juga sebenarnya bersyukur, walaupun Ken usianya jauh dibawah dia, tapi kalau dalam hal tanggung jawab, sebagai seorang suami dan calon Papi dari anaknya, Ken patut diacungi jempol dia sangat bertanggung jawab.


****


Setelah berpamitan, mereka kemudian langsung meluncur meninggalkan rumah Pak Dirja dan menuju ke rumah Dio.


"Mas Dio, Nanti sebelum sampai rumah, kita mampir dulu yuk ke kedai soto, yang ada di dekat sekolah itu, kok aku tiba-tiba jadi ingin makan soto, sekalian bawakan untuk Chika juga Ayah dan Bunda!" kata Dinda dalam perjalanan.


"Oke nanti aku langsung berhenti di kedai soto itu, kamu tenang saja, Apapun yang kamu minta, semampuku aku akan menurutinya! " ucap Dio.


Dinda tersenyum senang, selama ini Dio memang selalu menuruti keinginannya, tanpa banyak bertanya.

__ADS_1


Dio kemudian memarkirkan Mobilnya di parkiran kedai soto itu kemudian dia turun bersama Dinda untuk memesan soto yang akan dibelinya.


Setelah dia selesai membeli beberapa bungkus soto untuk dibawanya pulang ke rumah, dia kemudian kembali naik ke dalam mobilnya.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumahnya.


tiba-tiba saat mobil berhenti di lampu merah, mata Dinda tertuju pada sebuah toko sembako di pinggir jalan itu titik bukan toko sembako nya yang menjadi pusat perhatian Dinda, tapi orang yang ada di dalamnya Dinda seperti pernah mengenalnya. setelah diamati lebih lanjut ternyata orang pemilik toko sembako itu adalah Bu Dita rekan sesama guru Waktu mereka masih sama-sama mengajar di sekolah.


"Mas Dio rumah bisa tidak berhenti sebentar di situ cuma aku mau ke toko sembako itu! "seru Dinda tiba-tiba. Dia kemudian mulai menepikan mobilnya itu di pinggir jalan.


"Mas ditunggu di mobil saja ya, aku ada urusan sebentar mungkin aku mau membeli beberapa keperluan di toko itu! "kata Dinda. dengan patuh dia menganggukkan kepalanya membiarkan istrinya itu masuk ke toko sembako itu.


Bu Dita yang ternyata memang pemilik toko sembako itu sedikit terperangah, manakala dia melihat Dinda yang masuk ke dalam Tokonya itu.


"Bu Dinda?"


"Apa kabar Bu Dita? sudah lama juga ya kita tidak saling jumpa, jujur aku sangat ingin mengobrol denganmu, walaupun cuma sebentar!" kata Dinda.


"Kamu mau ngobrol apa denganku? Apa kamu masih mau mengobrol denganku, dengan segala apa yang pernah aku perbuat dulu terhadapmu?" tanya Bu Dita.


"Aku sudah melupakan kejadian yang lampau, sekarang kita sama-sama tidak lagi berprofesi sebagai guru, kamu pemilik sebuah toko, Sedangkan aku seorang ibu rumah tangga, dan kita mengobrol sebagai sesama wanita saja, bukan sebagai sesama guru seperti dulu!" jawab Dinda sambil tersenyum.


Bu Dita kemudian memeluk Dinda, Dinda merasa, setelah sekian lama mereka tidak bertemu ada sesuatu yang berubah diatas sendiri Bu Dita.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2