Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Sosok Misterius


__ADS_3

Pak Dirja langsung menoleh ke arah taman belakang dekat dapur sesuai dengan yang di tunjuk oleh Bu Lilis.


Ada sekelebat bayangan yang langsung menghilang ke arah dapur.


Dengan cepat Pak Dirja mengejar bayangan itu, di susul oleh Bu Lilis.


Namun pada saat mereka sampai di area dapur, bayangan itu menghilang begitu saja.


Suster Anna nampak sedang mencuci piring di dapur.


"Sus, apakah kamu melihat ada orang masuk ke dapur ini dari pintu belakang?" tanya Pak Dirja.


"Tidak Pak!" jawab Suster Anna singkat, sambil tetap melakukan aktifitas nya.


"Hmm, aneh, tadi seperti ada bayangan orang yang masuk ke arah sini, masa iya di rumah ini ada hantu!" gumam Pak Dirja.


"Bagaimana Mas, sudah menemukan sesuatu?" tanya Bu Lilis yang menyusulnya ke arah dapur.


"Belum Lis, aneh juga ya, sepertinya bayangan tadi menuju ke sini, tapi Suster Anna juga tidak melihatnya!" kata Pak Dirja.


"Beneran Sus, kamu tidak melihat orang atau siapa gitu yang masuk ke ruangan ini ini?" tanya Bu Lilis sambil menatap ke arah suster Anna yang baru menyelesaikan cuci piringnya.


"Iya beneran lah Bu, dari tadi kan saya di sini Bu, tidak ada siapa-siapa tuh!" sahut suster Anna.


Setelah itu, Suster Anna nampak berjalan kearah kamarnya.


Sementara Pak Dirja dan Bu Lilis saling diam membisu bingung dengan apa yang mereka alami malam ini


"Mas, tapi tadi kamu melihat juga kan apa yang aku lihat?" tanya Bu Lilis.


"Iya Lis, aku melihatnya, seperti ada bayangan yang berlari ke arah dapur, tapi tiba-tiba bayangan itu menghilang pada saat kita mengejarnya!" sahut Pak Dirja.


"Mas, kita kan sama-sama tahu bahwa Dio dan Dinda sudah mengalami begitu banyak masalah, sebaiknya kita jangan memberitahu mereka dulu, mengenai apa yang kita lihat malam ini, kita tunggu saat yang tepat aku takut, apalagi kan Dinda baru hamil!" ucap Bu Lilis.


"Iya Lis, aku juga berpikir begitu, aku akan menyelidiki keadaan rumah ini, sepertinya ada yang mencurigakan, aku akan memeriksa setiap sudut rumah ini, bahkan kalau perlu semua kamar aku periksa, untuk memastikan keamanan rumah ini!" kata Pak Dirja.

__ADS_1


"Baiklah Mas, kalau begitu lebih baik kita beristirahat saja dulu, Setelah itu kita mengobrol lagi besok pagi, kelihatannya semua penghuni rumah ini juga sudah tidur!" ujar Bu Lilis.


Pak Dirja menganggukkan kepalanya, setelah itu dia menggandeng tangan Bu Lilis menuju ke kamar mereka, dan mereka mulai beristirahat di atas tempat tidur mereka.


Sebenarnya Pak Dirja dan Bu Lilis juga jadi merasa tidak tenang, setelah apa yang mereka lihat malam ini, apakah mungkin di rumah ini ada penyusup, semuanya serba aneh dan membingungkan.


"Lis, daripada kita stress memikirkan soal tadi, Bagaimana kalau malam ini kita bercinta!" ucap Pak Dirja.


"Sekarang Mas??"


"Ya iya lah sekarang, masa besok? Ayolah Lis, hasratku sudah memuncak ini!" bisik Pak Dirja.


"Aduh Mas, kan kemarin sudah, masa tiap hari Mas??" tukas Bu Lilis.


"Memangnya kenapa Lis? Aku kan masih gagah dan Hot di ranjang, kau sudah buktikan sendiri kan? Ayolah Lis, lagi pengen!" bujuk Pak Dirja sambil memeluk Bu Lilis sambil menciuminya.


"Geli ah Mas, itu kumis dan jenggotnya di cukur dulu, biar keliatan lebih muda!" kata Bu Lilis.


"Besok deh, kirain kamu suka sama kumis dan jenggot ini Lis!"


"Geli Mas, aku kan jadi merinding!"


Pak Dirja langsung memeluk dan menciumi kembali Bu Lilis dengan penuh perasaan, hingga mereka menikmati surga dunia yang begitu indah malam ini, dan melupakan sejenak persoalan yang tadi.


****


Menjelang pagi, keluarga Dio terlihat sedang sarapan di ruang makan, mereka tidak banyak saling bicara, terutama Pak Dirja dan Bu Lilis.


Mereka menyimpan kejadian malam tadi di hati mereka, mereka tidak tega jika harus menceritakan sesuatu yang menegangkan, yang membuat Dio dan Dinda tidak tenang.


"Dinda, Dio, ayah dan ibu sudah memutuskan, kalau akan menginap di sini selama beberapa hari lamanya!" kata Pak Dirja.


"Oh ya? Wah Kami sangat senang sekali, jika ayah dan ibu menginap beberapa hari di sini, dan Chika pastinya juga sangat senang!" ujar Dio.


"Tumben ayah dan ibu ingin berlama-lama menginap di sini? Lalu bagaimana dengan Mbak Keyla dan Ken?" tanya Dinda.

__ADS_1


"Belakangan ini Ayah Lihat Mereka semakin akur, nanti ayah akan menelepon mereka kalau ayah dan ibu akan menginap beberapa hari di sini, karena kan kamu juga baru hamil, jadi pasti membutuhkan ibu bukan untuk tanya-tanya ini itu seputar kehamilan!" jawab Pak Dirja.


"Jadi ibu akan menemani kamu Dinda, sambil ngajarin kamu, apa yang seharusnya kamu lakukan di awal kehamilan, makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh!" lanjut Bu Lilis.


Dinda dan Dio terlihat begitu senang dengan keputusan Pak Dirja dan Bu Lilis, yang akan menginap selama beberapa hari kedepan.


Setelah mereka selesai sarapan pagi, Dio kemudian bergegas berjalan ke arah garasi mobilnya Untuk mengantarkan Chika dan Dinda ke sekolah, karena hari ini Dinda akan mengajukan resign dari sekolah.


Mereka kemudian langsung masuk ke dalam mobil. Dio langsung melajukan mobilnya itu menuju ke sekolah Chika.


Sesampainya di sekolah, Dio lalu memarkirkan Mobilnya di halaman parkiran sekolah yang luas itu, kemudian mereka segera turun dan berjalan ke arah lobby sekolah.


Chika nampak berlari menuju ke kelasnya sementara Dio menggandeng Dinda berjalan menuju ke ruangan kepala sekolah.


Pak Roni, kepala sekolah, nampak sedang duduk di meja kerjanya dengan beberapa map dan buku-buku besar di atas mejanya itu, ia terlihat sedang menulis sesuatu.


Karena pintu ruangan itu sedikit terbuka, Dio dan Dinda kemudian langsung masuk ke ruangan itu, Pak Roni kepala sekolah tersenyum dan menganggukkan kepalanya, ketika mereka melihat kedatangan Dio dan Dinda.


"Silahkan duduk Pak Dio, Bu Dinda!" kata Pak Roni.


"Selamat pagi Pak Roni, Sebelumnya saya minta maaf, Pak Roni sudah begitu baik memberikan saya kelonggaran waktu untuk cuti mengajar Selama saya sakit, tapi sepertinya hari ini saya ingin mengajukan resign, karena saya merasa tidak enak Terlalu lama cuti!" ungkap Dinda sambil menyodorkan satu buah map berisi surat pengunduran diri.


Pak Roni nampak tertegun dan menatap map yang kini ada di hadapannya itu, wajahnya sedikit terlihat sendu.


"Hmm, dua hari yang lalu, Bu Dita juga mengundurkan diri, jujur sekolah ini membutuhkan guru profesional seperti Bu Dinda, tapi kalau memang itu sudah menjadi keputusan Bu Dinda, apa boleh buat!" ucap Pak Roni.


"Ooh, jadi Bu Dita juga baru resign?" tanya Dinda.


"Benar Bu Dinda, baru saja kami kehilangan guru, sekarang Bu Dinda juga ikut resign!" jawab Pak Roni.


Dinda dan Dio hanya bisa saling bertatapan.


"Saat ini istri saya sedang hamil Pak, dan saya tidak mengijinkannya lagi untuk mengajar di sekolah!" tegas Dio.


Pak Roni mengangguk-anggukan kepalanya, sambil mulai membuka map yang kini ada di hadapannya itu.

__ADS_1


Bersambung....


****


__ADS_2