Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
penyerangan


__ADS_3

Dengan tangan gemetar, Keyla menekan tombol ponselnya itu sembarang dan tanpa melihat, takut kalau para algojo itu melihatnya.


Sementara Chika nampak terus meronta-ronta di atas kursi, padahal kondisinya sudah lemas, namun anak itu terus berusaha untuk melepaskan diri dari belenggu yang di alaminya.


"Tolong berikan anak itu air dan makanan, atau dia akan mati!" seru Keyla pada tiga orang laki-laki besar yang berjaga di kamar itu.


"Dia tidak akan mati! Sampai besok pun dia tidak akan mati!" sergah salah seorang dari mereka.


"Tapi dia sudah lemas! Apa kalian tidak lihat!" teriak Keyla.


"Kami tunggu perintah boss dulu!" sahut mereka.


Tiba-tiba ponsel Keyla berbunyi, Keyla lupa mengaktifkan panggilan sunyi di ponselnya itu.


Ketiga orang laki-laki penjaga itu nampak terkejut, pada saat mereka mendengar ada suara ponsel dari dalam tas Keyla.


Keyla gemetar, karena aksinya ketahuan oleh ketika orang itu. Perlahan Keyla berjalan mundur, karena ketiga orang itu mulai berdiri dan maju mendekatinya, dia berharap akan ada keajaiban yang bisa menyelamatkannya malam itu.


"Berikan ponselmu pada kami!" kata salah seorang dari mereka sambil menyodorkan tangannya.


Keyla menggelengkan kepalanya sambil mendekap erat tasnya.


"Tidak!"


"Pengkhianat!!" seru salah seorang dari mereka sambil maju dan merebut paksa tas Keyla, sehingga tas itu putus dan isinya berhamburan, termasuk ponsel Keyla yang masih dalam keadaan aktif sedang menelepon.


Salah satu teman mereka kemudian dengan cepat mengambil ponsel itu, kemudian mematikannya dan membuka kartu SIM card yang ada di dalam ponsel itu lalu dibuang begitu saja.


"Cepat laporkan ini pada bos!" titah laki-laki yang pertama maju itu, kepada salah seorang dari temannya.

__ADS_1


Seorang teman mereka kemudian mengambil sebuah ponsel dan menelepon yang mereka katakan sebagai Bos mereka itu.


Namun baru saja dia hendak menelepon Bosnya itu, tiba-tiba dari arah belakang, Ken muncul dan langsung memukul tengkuk orang itu dengan sebuah balok kayu, sehingga orang itu jatuh tersungkur.


Keyla terkejut melihat kedatangan Ken yang sangat tiba-tiba itu di saat yang tepat. Salah satu dari mereka jatuh tersungkur, sehingga dua orang lagi mulai menyerang Ken, akhirnya pertikaian pun terjadi, mereka berkelahi.


Kesempatan ini dipergunakan oleh Keyla untuk cepat-cepat membuka tali pengikat dibangku tempat Chika duduk, Chika nampak terkulai lemas, Keyla harus cepat bertindak sebelum semuanya terlambat, dia berusaha untuk membuka tali yang cukup kuat mengikat Chika itu, bahkan sudah sekitar 2 menit namun belum terlepas juga.


Ken sudah terlihat mulai kewalahan karena lawannya sangat besar dan berbadan kekar, tidak sebanding dengan Ken.


"Mbak Keyla! Cepat bawa Chika pergi dari sini, ayo cepat! Biar mereka menjadi urusanku!" seru Ken.


"Tapi kamu bagaimana Ken? Aku tidak mungkin membiarkan mu berkelahi sendirian, Kau pasti akan kalah!" tanya Keyla yang masih terus berusaha membuka ikatan Chika.


"Cepat pergi Mbak! Sebelum bos mereka datang!" teriak Ken dengan tenaga yang sudah mulai terlihat payah karena di keroyok oleh dua orang algojo berbadan kekar.


Tali yang mengikat jika akhirnya berhasil dibuka, Keyla cepat-cepat menggendong Chika untuk pergi dari tempat itu.


"Cepat Mbak! Jangan buang waktumu!!" teriak Ken.


"Bertahanlah Ken! aku dan anak kita menunggumu!" seru Keyla sambil kembali menggendong Chika berjalan tertatih-tatih keluar dari gudang tua itu.


"Tante Keyla, Terima kasih ya sudah selamatkan aku!" ucap Chika dengan suaranya yang lirihnya nyaris terdengar.


"Kamu bertahan ya, kita akan selamat! kita harus cepat-cepat pergi dari sini, sebelum mereka mengejar kita! orang tuamu Pasti sangat mencemaskanmu! "kata Keyla yang masih terus menggendong Chika berjalan melewati jalan bersemak menuju ke mobil mereka yang terparkir tidak jauh dari tempat itu.


Kebetulan mobil itu tidak terkunci, jadi Keyla bisa dengan mudah membuka pintunya dan masuk ke dalam mobil itu, kemudian mulai membaringkan Chika di jok bagian tengah.


Ken sengaja tidak mengunci mobil itu, supaya Keyla bisa masuk kedalam untuk sekedar bersembunyi sementara.

__ADS_1


Keyla lalu menempelkan punggung tangannya di dahi Chika, karena sejak tadi pada saat ia menggendong Chika, ia merasa kalau tubuh Chika panas.


Ternyata benar, Chika demam, tubuhnya sudah sangat lemah, karena dia tidak diberi asupan makanan dan minuman sama sekali.


Keyla lalu mengambil satu botol air mineral yang ada di dalam mobil itu, kemudian langsung memberikannya pada Chika.


Keyla bingung mau menghubungi siapa, sedangkan ponselnya sudah rusak dan hancur, dia juga tidak mungkin meninggalkan Ken sendirian di dalam gudang itu, dia benar-benar bingung.


Tiba-tiba dari kejauhan, terdengar sayup-sayup suara sirine mobil polisi.


Keyla bernafas lega, akhirnya Polisi datang juga.


Tak lama kemudian, gudang tua itu dikepung oleh beberapa orang polisi, dan beberapa di antaranya mulai masuk ke dalam gudang tua itu.


Pada saat itulah Keyla punya keberanian untuk keluar dari dalam mobilnya untuk memastikan kalau keadaan Ken baik-baik saja.


"Chika, kamu tunggu di sini ya, jangan kemana-mana, Tante mau lihat keadaan Om dulu di sana!" ucap Keyla sambil menyelimuti tubuh Chika yang demam itu dengan jaketnya.


Dengan lemah Chika menganggukkan kepalanya.


Keyla kemudian mulai keluar dari mobilnya itu, lalu berjalan menuju ke salah satu polisi yang sedang mengarahkan senjatanya ke arah gudang tua itu.


Baru saja Keyla sampai di dekat salah seorang polisi itu, tiba-tiba dari dalam gudang, salah seorang anggota polisi berjalan cepat menuju ke arah Keyla dan polisi yang berdiri di situ.


"Lapor komandan! Laki-laki yang ada di dalam gudang itu terluka parah, kondisinya sangat mengkhawatirkan, sementara dua orang penjahat sudah kami amankan!" lapor salah seorang anggota kepolisian tersebut.


"Tidak! Keen!!"


Tiba-tiba Keyla berteriak histeris sambil berlari masuk ke dalam gudang tua itu.

__ADS_1


Bersambung...


*****


__ADS_2