Hujan, Sampaikan Rinduku

Hujan, Sampaikan Rinduku
Hampir Tertangkap


__ADS_3

Pak Dirja menatap tajam kearah wanita yang kini sedang memeluk Chika itu.


Wanita itu kelihatan gelagapan, dia sama sekali tidak menyangka bahwa Pak Dirja akan tiba-tiba masuk ke kamar Chika.


"Siapa Kamu??" sentak Pak Dirja.


Wanita itu diam saja tanpa menjawab pertanyaan Pak Dirja.


"Awww!!!"


Tiba-tiba Chika menggigit tangan wanita yang memeluknya itu dengan keras sehingga wanita itu meringis dan menjerit menahan sakit.


Kesempatan itu dipergunakan oleh Chika untuk melarikan diri, dan melepaskan diri dari cengkraman wanita asing itu, dan Chika segera berlari kearah Bu Lilis yang langsung memeluknya.


Karena Chika sudah tidak ada lagi di dalam cengkramannya, wanita itu tiba-tiba bergerak dengan cepat melompat dari jendela kamar Chika dan berlari kearah luar.


Pak Dirja langsung mengejar wanita itu dengan cepat, sementara Bu Lilis menenangkan Chika dan langsung membawanya ke kamarnya Bu Lilis.


Wajah Chika kelihatan pucat karena ketakutan, Bu Lilis kemudian langsung mengambilkan segelas air putih dan membantu Chika untuk meminumnya.


"Kamu tenang saja Chika, ada nenek yang akan menjagamu!" kata Bu Lilis berusaha menenangkan anak itu.


Chika hanya menganggukan kepalanya, setelah itu Bu Lilis membantu Chika untuk membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan bercerita untuk mengalihkan perhatian Chika.


Sementara itu Pak Dirja masih terus mengejar wanita yang dengan cepat dan gesit langsung melesat berlari meninggalkan kamar Chika.


Hingga bayangannya pun hilang dN tak ditemui lagi, sampai pak Dirja berjalan ke arah depan pintu gerbang yang terlihat tertutup rapat.


Bang Jarwo masih duduk di pos security sambil menggoyangkan kepalanya karena mendengarkan musik dangdut.

__ADS_1


"Jarwo!!" Panggil Pak Dirja.


Bang Jarwo melompat dari tempat duduknya, karena terkejut mendengar teriakan dari Pak Dirja.


"Ada apa Tuan?" tanya Bang Jarwo.


"Ada apa Ada apa kepalamu! Apa kerjamu seharian ini cuma duduk sambil dengerin dangdut! Tadi ada orang lewat sini apakah kamu melihat? Ada penyusup masuk ke dalam rumah ini apa kamu melihat?" tanya Pak Dirja balik sambil melotot ke arah Bang Jarwo.


"Maaf Tuan, sumpah deh dari tadi tidak ada orang keluar masuk! Itu gerbang saja saya kunci Tuan, kalau ada orang keluar masuk pasti saya lihat lah walaupun saya lagi dengerin musik!" kata Bang Jarwo.


"Alasan saja kamu! Kamu tahu tidak baru saja di kamar Chika cucuku, ada wanita asing yang entah masuk darimana, dan pada saat aku mengejarnya, dia tiba-tiba menghilang begitu saja! Sekarang satu-satunya jalan di rumah ini hanya gerbang ini, karena Pintu Rahasia yang di belakang itu sudah ditutup permanen!" sengit Pak Dirja.


"Waduh Tuan, sumpah deh, dari tadi tidak ada orang yang lewat sini, kalaupun ada pasti saya akan memberitahu Tuan dong! Mungkin ada pintu rahasia lagi yang lain, yang Tuan tidak tahu!" ujar Bang Jarwo.


"Enak saja kamu bicara! Sudah, lebih baik sekarang kamu selidiki seluruh rumah ini, apakah ada yang mencurigakan atau ada ruangan ruangan Rahasia yang lain, Ayo cepat! Kerjamu lelet sekali!" sungut Pak Dirja yang kemudian berlalu meninggalkan Bang Jarwo kembali masuk kedalam rumahnya.


Namun sudah berputar beberapa kali tidak ada tanda-tanda ditemukannya satu keanehan.


*****


Pada saat Dio pulang ke rumah, dia tertegun dengan keanehan dalam suasana rumahnya itu.


Pertama-tama gerbang ditinggalkan oleh Bang Jarwo sehingga Dio harus berapa kali klakson dan memencet bel gerbang.


Kemudian setelah pintu gerbang terbuka dan Dio memarkirkan Mobilnya di parkiran, Chika nampak berbaring di kamar Bu Lilis dan Pak Dirja, tidak seperti biasanya.


Sementara Mbak Yuyun Pak Dirja juga Bu Lilis sedang duduk berkumpul di ruang tamu seperti sedang membicarakan sesuatu.


"Hei, Ada apa ini? Kenapa kalian semua berkumpul Disini? Apakah telah terjadi sesuatu? Di mana Dinda istriku?" tanya Dio beruntun.

__ADS_1


"Dio, duduklah! Ada yang ingin Ayah sampaikan padamu, Ayah harap kau tidak terburu-buru untuk memberitahu Dinda, Karena kan kau tak sendiri Dinda baru hamil dan kondisinya benar-benar sedang Rentan!" kata Pak Dirja.


Dengan wajah bingung dia pun menuruti perkataan Ayah mertuanya itu, dia segera duduk di ruang tamu itu, siap mendengarkan penjelasan dari Pak Dirja.


"Katakanlah padaku apa yang sebenarnya terjadi!" ujar Dio.


"Dio, beberapa hari ini ayah dan ibu menemukan keganjilan dan keanehan di rumahmu, pertama-tama kami melihat bayangan yang menghilang begitu saja dari arah taman belakang rumah, sampai ke dapur, kami berusaha menyelidikinya dan tidak memberitahu kalian, karena kami takut kalian akan semakin cemas dan khawatir!" Ucap pak Dirja.


"Lalu?"


"Setelah itu, Yuyun menemukan sebuah bungkusan, yang ternyata itu adalah sebuah racun yang mematikan, dan sampai saat ini tidak tahu siapa yang memiliki bungkusan itu, dan sekarang barangnya masih ada ditangan ayah, sebagai barang bukti! Setelah itu, barusan ada orang yang sangat mirip dengan mendiang mamanya Chika, datang ke kamar Chika, hendak membawa Chika pergi, untung saja Ayah punya firasat, dan langsung masuk ke dalam kamar Chika di saat yang tepat, sehingga Chika masih bisa kami selamatkan, tapi sayang wanita itu dengan cepat pergi dan kembali menghilang begitu saja seperti ditelan ini!" lanjut Pak Dirja.


Dio nampak tertegun mendengar penjelasan dari Pak Dirja, dia sama sekali tidak menyangka, bahwa di dalam rumahnya ini, seperti ada penyusup yang hendak mencelakakan dirinya dan seisi keluarganya.


"Aku akan melaporkan kasus ini kepada polisi, mungkin ini ada hubungannya dengan kasus yang dulu, tentang penculikan Chika yang berhasil digagalkan oleh Ken dan Keyla!" ujar Dio.


"Jangan terburu-buru bertindak Dio, Ayah ini dulu adalah seorang pengacara, kita harus cerdik mengumpulkan bukti, sebelum melaporkan sesuatu! Yang penting kita harus waspada dengan Keamanan rumah ini, kau suruh Jarwo untuk memasang semua CCTV di ruangan, termasuk ruangan asisten rumah tangga, dan minta Yuyun untuk memeriksa semua kamar-kamar yang ada di rumah ini!" Ucap pak Dirja bijak.


"Baik Ayah!"


"Ayah akan pelajari kasus ini, malam ini sebaiknya kita yang laki-laki berjaga-jaga, sampai besok pagi Ayah akan undang teman Ayah, seorang deteksi handal!" lanjut Pak Dirja.


"Baiklah ayah, aku mohon jangan memberitahukan masalah ini pada Dinda istriku, aku tidak mau dia jadi kepikiran dan akan mempengaruhi kehamilannya, aku sekarang akan naik ke atas untuk menemuinya dan aku usahakan dia tidak akan turun ke bawah!" ucap Dio.


Pak Dirja menganggukkan kepalanya, kemudian Dio segera berlalu meninggalkan ruang tamu itu menuju ke kamarnya.


Bersambung...


****

__ADS_1


__ADS_2